MORE ABOUT ME ?
send your message to e-mail : rusdi1978@yahoo.com or visit my another blog : myhistoryjourney.multiply.com OR rusdihistory.blogspot.com
Kisah ini bermula saat aku mendapat surat dari Sekolah untuk mengikuti Diklat Guru Sejarah di Balai Diklat Semarang. Langsung bayanganku menerawang pada suatu kegiatan yang ” boring “, ” ngantuk ( memang sich kadang ngantuk he–he..) ” dan semua hal yang nggak enak-enak lainnya. Tapi aku pikir ini adalah kesempatan langka, apalagi aku pengin banget nambah pengetahuan dan pengalaman karena selama ini cara mengajar dan metode pembelajaranku sudah OK, tapi siapa tahu di kegiatan ini aku akan dapat lebih banyak lagi pengetahuan….dan yang lebih pening….SAUDARA BARU!.
Dan saat itu pun tiba juga, aku sampai di sebuh gedung megah di kawasan Banyumanik, gedung yang menampakkan kekokohannya seolah-olah menyambut kedatanganku. Setelah mengurus administrasi dan lainnya, aku tiba di Gedung E, gedung yang slama 10 hari ( 9 – 18 Nopember) di Semarang akan menjadi ” rumah sementaraku”. Aku merasa seperti di rumah sendiri karena bertemu dengan teman-teman guru sejarah dari DIY dan Jawa Tengah. Rasanya semua mimpi sebelumnya yang gak enak-enak itu sirna sudah…aku temui sebuah suasana yang akrab, menyenangkan dan yang penting banyak inspirasi aku dapat dari SAHABAT-SAHABAT baruku. aku bisa tahu karakter mereka semua walau gak sepenuhnya. Aku juga bisa sharing tentang pengalaman mengajar di sekolah masing-masing.
Hari demi hari aku lalui dengan penuh semangat, karena setelah aku ikuti kegiatan demi kegiatan yang di jadwal panitia, aku merasa masih banyak kekurangan dalam mengajar dan Alhamdulillah aku bisa mendapat banyak pengetahuan yan gakan aku terapkan nantinya di sekolah….
satu hal lagi yang aku rasakan selama di Balai Diklat ini adalah KEKELUARGAAN…kebetulan aku satu kamar sama teman-teman dari MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta ( PAK MArjono ama Rusdiyanto), tapi aku juga bisa lebih mengenal sama teman-temen dari lain daerah seperti sama pak Pras ( MAN 1 Yogyakarta), yang sangat enerjik serta visinya sangat luas, Pak Singgih ( MAN Sabdodadi Bantul), dengan sikap kebapakannya, Pak Prono ( MAN Wn. Sari) dan masih banyak lainnya yang tidak bisa aku sebutin di sini.Saat yang ndak bisa aku lupakan adalah saat makan, rasanya kita seperti satu keluarga banget…saat makan adalah saat dimana kita kadang ngobrol masalah keluarga, sekolah atau bahkan hal-hal yang pribadi lainnya. Aku sangat merasakan sekali kebersamaan itu, rasa kekeluargaan itu, dan rasanya tak ingin semuanya berakhir.
Semua memang ingin agar lebih baik dari hari ke hari, begitu juga kau dan teman-teman. Setelah kegiatan DIKLAT ini, aku pengin sekali menjadi pengajar Sejarah yang profesional serta mampu menjadi inspirasi bagi orang lain. di DIKLAT inipun aku banyak mendapat inspirasi dari temen-temen lainya.
VIVA HISTORIA…

Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. begitu juga aku dan SAHABAT-SAHABAT baruku. setelah hampir 10 hari mengikuti diklat tibalah saat perpisahan itu. Karena kami harus kembali lagi ke medan tugas di sekolah masing-masing. Aku sich penginnya gak mau pisah ama teman-teman tapi bagaimana lagi, apalagi rasa kangen sama Istri dan Anakku SHABRINA HANUM SALSABILA juga sudah tidak bisa dibendung. Tapi satu hal, kami semua setelah dari “kawah Diklat” ini akan berusaha untuk lebih baik lagi, lebih baik dalam semua hal. Teman-temanku semua, thanks ya atas semua pengalaman kita selama di Diklat Guru Sejarah, kalian LUARRR BIASA ! semoga kita menjadi guru sejarah yang LUARRR BIASA!!! agar siswa-siswa kita menjadi siswa yang LUARRR BIASA sehingga akan mencapai prestasi yang LUARR BIASA!!! Thanks atas semua inspirasi, pengalaman dan everything…aku gak bisa sebutkan satu per satu…aku berharap kita tetap bisa bersilaturahmi karena itulah yang paling penting SILATURAHMI, dan semoga kita tetap SETIA ( seperti lagu yang aku nyanyikan saat di kelas itu) pada SEJARAH !!! apapun yang terjadi SEJARAH is MY LIE ( ihh segitunya sich). Last but not least…aku minta maaf jika ada sikap, kata-kata, perbuatanku yang tidak berkenan di hati kalian. See You on DIKLAT Berikutnya…Insya Allah…..
VIVA…VIVA…VIVA..HISTORIA…..
Solo, 19 Nopember 2009
Hari selasa ( 4 Nopember 2009) kemarin Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mengadakan sidang dengan agenda utama pemutaran rekaman hasil penyadapan KPK terkait kasus
KRIMINALISASI KPK, yang ditunggu banyak pihak. Satu hal yang membuat saya, yang selama 4,5 mengikuti siaran langsung di tvOne, tidak habis pikir, kenapa penegakan hukum di negeri ini begitu “bobrok”, karena dari bukti rekaman ( walau masih perlu diklarifikasi) itu terlihat bagaimana seorang individu ( dalam hal ini ANGGODO WIDJOJO) dapat “mempengaruhi” bahkan “mengatur” para penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan. Dan saya yakin, tayangan ini di tonton oleh jutaan pasang mata masyarakat Indonesia. Kita seolah-olah dipertontonkan suatu “drama” yang memilukan dalam program Pemberantasan Korupsi ( yang juga menjadi program dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II SBY).
Publik seolah di “tampar” oleh rekaman itu. Bahkan seorang SBY-pun namanya ikut di”catut” sehingga kalau saya boleh mengatakan ” alangkah hebatnya orang ini yang berani mencatut nama RI-1, sehingga seharusnya Presiden harus tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam rekaman itu”, itu kata saya dalam hati. Tapi satu hal lagi, kecurigaan bahwa KPK dikriminalisasi sedikit banyak terbukti dari hasil rekaman tersebut.
Saya yang nota bene seorang guru, sangat “geram” dengan upaya-upaya Polisi yang terkesan ” memaksakan ” KPK untuk di KRIMINALISASI, padahal kalau kita ikuti sejak awal kasus penahanan Bibit-Candra, kita sebagai orang awam juga heran kenapa tuntutan kepada kedua Ketua KPK Non aktif itu berganti-ganti, seolah-olah polisi tidak yakin dengan tuntutannya sendiri…
Ya, tapi sekali lagi, saya cuma orang awam yang hanya bisa berpendapat seperti ini, tapi walau bagaimanapun, perjuangan pemberantasan KORUPSI harus tetap berjalan, jangan sampai BERHENTI atau DIHENTIKAN, karena bila itu terjadi, 200 juta rakyat INDONESIA siap mendukung KPK.
Lagu ” KPK di Dadaku“
Download mp3 lagunya klik disini
Kalau Anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Anda dalam hidup, maka Anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri? Kenapa demikian? Karena Andalah sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan Anda yang galak. Bukan anak buah Anda yang susah diatur. Bukan istri Anda yang tidak sejalan. Bukan suami Anda yang tidak pengertian. Bukan teman di kantor yang menggosipkan Anda. Tetapi karena Anda sendirilah yang memutuskan, mengambil keputusan dengan penuh kesadaran, untuk gagal.
Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olympiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan di akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya.
Sepasang mahasiswa drop-out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan dua orang legenda software dunia, padahal hanya berijazahkan high school (SMA).
Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi ia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu Kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenal Kentucky Fried Chicken.
Thomas Alfa Edison berkata pada seorang wartawan, ketika percobaan lampunya yang ke-sekian ratus gagal… “Saya tidak gagal! Bahkan saya baru saja berhasil menemukan cara ke 879 untuk tidak membuat lampu!” Pantang menyerah.
Sukses Anda, bukan nasib. Sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang “memutuskan untuk berhenti” sebelum mencapai sukses.
Kata Bijak Hari Ini : Nilai manusia, bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup; bukan apa yang diperoleh, melainkan apa yang telah diberikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya.

Mata pelajaran sejarah masih dinilai memiliki metode pembelajaran yang membosankan bagi siswa sehingga hampir tidak diminati.





