Kisah naskah proklamasi RI yang nyaris dibuang ke tempat sampah

Kenapa Militer Indonesia ditakuti? Karena punya pasukan Para Komando Terbesar ke-4 di Dunia

helikopterIndonesia adalah sedikit dari negara di Dunia yang memiliki banyak unit pasukan berkualifikasi para-komando yang siap tempur darat-laut-udara. Bandingkan dengan Malaysia (contoh) yang dalam 1 angkatan hanya punya 1 special force . Berapakah unit pra-komando yang dmiliki Indonesia ? Banyak sekali ternyata.  Ambil contoh Angkatan Laut, yang punya komando khusus, detasemen khusus dan Batalyon Hantu Laut yang semuanya setara Navy Seal US. Hebatnya lagi semua dalam kondisi fisik siap siaga perang, berat badan melar langsung dilorot ke kesatuan.
Berikut adalah 4 Komando pasukan special force TNI yang siaga tempur. Yang dibahas cuma Unit Komando, tidak termasuk unit Detasemen dan Batalyon yang bersifat siaga tempur dan sangat rahasia.
1. Kostrad ( Komando Strategis Angkatan Darat)
Komando ini punya dua markas, di Jakarta dan Malang. Kostrad bisa disebut ranger-nya TNI.logo kosttad

kostrad
2. Kopassus
Moto: Tribuana Chandraca Satya Dharma (Berani Benar Berhasil)logo kopassus

kopassus
Ini adalah pasukan para komando yang paling banyak terlibat pertempuran di Asia. Mulai dari menghadapi bangsa Asing sampai pemberontakan di dalam negeri. Kopassus juga menjadi role model bagi banyak tentara khusus di Asean. Berapa total jumlah personelnya? sangat dirahasiakan.
3. Kopaska
Moto: Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi)

logo kopaskakopaska
Pasukan yang kualifikasinya setara dengan Navy Seal US. Bahkan di beberapa kali latihan bersama, Navy Seal US kewalahan mengimbangi ketahanan fisik pasukan katak TNI.
Perekrutan:
1. Anggota TNI AL (kecuali Korps Marinir)
2. Berdinas minimum 2 thn di KRI/Kapal Perang
RI/lanal/lantamal/mabesal/kolinlamil/armada RI.
3. Lulus Kesamaptaan/kemampuan jasmani
4. Lulus Tes Ketahanan Air
5. Lulus Psikotest khusus
6. Lulus Kesehatan khusus bawah air
7. Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun. Kualifikasi paling ekstrim dari pasukan ini, setiap personil harus siap bersedia melakukan bom bunuh diri jika diperlukan. Termasuk aksi man torpedo di bawah air.
4. Kopaskhas

logo paskhaskopaskhas
Moto ” Karmaye Vadikarate Mafalesu Kadatjana “, yang artinya bekerja tanpa menghitung untung dan rugi. Ini adalah komando pasukan khusus yang paling rahasia milik TNI. Sangat diharamkan untuk ikut latihan bersama militer asing.
Karena berbasis TNI AU, Paskhas didesain untuk bergerak lebih cepat dan lebih senyap dari semua komando. Awalnya pasukan ini bernama Kopasgat ( Komando Pasukan Gerak Cepat ).
Kemampuan penting dari prajurit paskhas adalah lari. Secara rutin setiap prajurit paskas harus bisa mempertahankan kecepatan lari 100m dibawah 13 detik.
CIA dalam worldfactbook nya pernah memprediksi bahwa total pasukan TNI yang berkualifiasi “para komando” atau “special army” berjumlah 150.000 pasukan dari total 500.000 prajurit aktif. Jika benar jumlah itu, berarti Indonesia adalah negara nomer 4 di dunia dalam jumlah pasukan komando, setelah Amerika, Rusia dan China.
Note :  Yang dibahas diatas belum termasuk sel pasukan elite yang lebih kecil seperti: Yontaifib Marinir, Denjaka Marinir, RaiderAD, Tontaipur AD, Den Bravo 90 AU, PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) yang lintas matra serta Resimen Pelopor Brimob.

BRAVO TNI – KU, we Proud of you !!!!

Sumber : Group Berita Perkembangan Militer Indonesia

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional selalu jatuh setiap tanggal 2 Mei tiap tahunnya. Namun apakah Anda tahu sejarahnya mengapa tanggal ini dipilih ?

220px-Ki_hajar_dewantara2Tanggal 2 Mei sejatinya adalah hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, beliaulah yang dianggap sebagai pahlawan yang memajukan pendidikan di Indonesia,berkat jasa beliau Perguruan Taman Siswa berdiri,suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Ki Hadjar Dewantara juga suka menulis , banyak tulisannya yang sangat tajam terutama menyindir Belanda, salah satunya adalah Als Ik Eens nederlander Was ( Seandainya Aku Seorang Belanda ) yang salah satu petikannya adalah sebagai

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya.
Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! “Kalau aku seorang Belanda” Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun
“.

imagesKarena tulisannya tersebut Ki Hajar Dewantara dibuang ke pulau Bangka namun dipindahkan ke Belanda karena pembelaan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo, sepulangnya ke Indonesia Ki Hadjar Dewantara membangun Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922 yang menjadi awal dari konsep pendidikan nasional.

Ki Hadjar Dewantoro akhirnya meninggal pada 28 April 1958 dan Pemerintah menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional sejak tahun 1959 sebagai penghargaan atas jasa-jasanya di bidang pendidikan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, oleh karena itu mari kita menghayati Hari Pendidikan Nasional ini dengan sebaik-baiknya. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Timeline (Garis Waktu) Indonesia Awal Kemerdekaan Sampai Tahun 1950

1. MASA PRA KEMERDEKAAN

Proklamasi Tonggak Utama Perjuangan

Perdana Menteri Jepang, Koiso, mengumumkan bahwa bangsa – bangsa yang dikuasai Jepang, termasuk daerah Hindia Timur (Indonesia), akan diperkenankan merdeka kelak. Penyebab keluarnya pernyataan tersebut adalah Jepang berharap rakyat bangsa – bangsa yang dijanjikannya itu bersedia membantu Jepang dalam mempertahankan daerahnya melawan pihak sekutu. 28 Mei 1945 Moh. Yamin, Supomo, dan Soekarno meresmikan Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai.(Jakarta Charter) yang didalamnya terdapat rumusan dasar Negara setelah mengalami perubahan tujuh kata dalam dasar yang pertama.Badan ini mulai merumuskan Undang – Undang Dasar, dimulai dengan persoalan dasar Negara.

A. Pada tanggal 29 Mei 1945 Moh. Yamin mengadakan sidang pertama BPUPKI yang mengemukakan lima gagasannya tentang dasar Negara, yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat

B. Pada tanggal 31 Mei 1945 Supomo membacakan gagasannya yang berisi :
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan Lahir dan Batin
4. Musyawarah
5. Keadilan RakyatC. Pada tanggal 01 Juni 1945 Soekarno mengemukakan gagasannya, yang diberi nama Pancasila. Oleh karena itu, hari ini dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Yaitu :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasonalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan social
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
BPUPKI sempat membentuk suatu panitia kecil yang bertugas menampung saran, usul, dan konsep – konsep yang diberikan. Panitia ini dipimpin oleh Soekarno yang terdri atas Moh. Hatta, Moh. Yamin, Ahmad Subarjdo, A. A. Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wachid Hasjim, H. A. Salim, dan Abikunso. Panitia ini lebih dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan.

D. Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI yang menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang didalamnya terdapat rumusan dasar Negara setelah mengalami perubahan tujuh kata dalam dasar yang pertama.

E. Pada tanggal 10 Juli 1945 sidang kedua ini membahas tentang rancangan Undang – Undang Dasar, termasuk pembukaan atau preambulnya oleh Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Soekarno.
F. Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang UUD mengemukakan tiga konsep yang telah menjadia hasil bahasannya. Ketiga konsep tersebut ialah pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD, dan batang tubuh UUD. Konsep – konsep ini diterima BPUPKI. Konsep pernyataan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil tiga alinea pertama Piagam Jakarta dengan sisipan – sisipan, terutama di alinea pertama dan kedua. Sementara tu, konsep pembukaan UUD hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat dan terakhir Piagam Jakarta. BPUPKI kemudian membentuk sebuah Panitia kecil perancang UUD yang diketuai oleh Supomo. Hasil rumusan Panitia Kecil ini disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Husein Djajadiningrat, H. Agus Salim, dan Supomo.
G. Pada tanggal 06 Agustus 1945 kota Hiroshima selama Perang Dunia II merupakan pusat regional militer dan produsen peralatan perang. Hiroshima dijatuhi bom atom yang dijuluki “little boy” yang dilepaskan oleh pesawat B-29 Superfortness.
H. Pada tanggal 07 Agustus 1945 karena BPUPKI telah menyelesaikan tugasnya, maka dibubarkan dan digantikan oleh Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai, yang beranggotakan 21 orang yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Badan ini dipimpin oleh Soekarno dengan wakilnya Moh. Hatta dan penasihatnya Ahmad Soebardjo.
I. Pada tanggal 09 Agustus 1945 PPKI resmi didirikan di Dalat, Saigon, oleh Jendral Terauchi selaku penglima armada Jepang untuk Asia Tenggara.
J. Pada tanggal 09 Agustus 1945 pula kota Nagasaki menyusul dijatuhi bom atom yang dijuluki “fat man”.
K. Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu karena peristiwa tanggal 09 Agustus 1945 membuat kekuasaan Jepang semakin melemah.
L. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Sutan Sjahrir mendesak Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu janji Jepang. Karena ia menganggap bahwa itu hanya tipu muslihat Jepang. Desakan ini dilakukannya dalam pertemuan dengan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tak lama kembalinya dari Dalat.
M. Pada tanggal 15 Agustus 1945 pula di Laboratorium Bakteriologi (Jakarta Pusat) diadakan pertemuan antara beberapa pemuda dan mahasiswa. Chairul Saleh sebagai pemimpin pertemuan tersebut. Mereka sepakat untuk menolak segala bentuk hadiah kemerdekaan dari Jepang. Meraka juga sepakat bahwa kemerdekaan itu adalah hak dan persoalan rakyat Indonesia sendiri yang tidak bergantung pada bangsa lain. Oleh karena itu, kemerdekaan harus segera diproklamasikan. Para pemuda juga akan meminta Soekarano dan Moh. Hatta untuk memutuskan segala hubungannya dengan Jepang. Kemudian rapat memutuskan untuk mengirim Wikana dan Darwis kepada kedua tokoh tersebut untuk menyampaikan keputusan rapat para pemuda.
Wikana dan Darwis tiba di tempat kediaman Soekarno di Jalam Pegangsaan Timur, no. 56, Jakarta, sekitar pukul 21.00. keduanya menyampaikan hasil – hasil keputusan rapat. Mereka juga mendesak agar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dinyatakan pada tanggal pada keesokan harinya, pada tanggal 16 Agustus 1945. Pada waktu itu, datang beberapa tokoh nasionalis seperti Moh. Hatta, Iwa Kusumasumantri, Samsi, Buntaran, Sudiro, dan Subardjo. Setelah berunding dengan tokoh – tokoh tersebut, Soekarno menyatakan bahwa mereka tidak dapat memenuhi permintaan para pemuda. Soekarno menyatakan bahwa pada tanggal 16 Agustus 1945 sudah direncanakan akan diadakan sidang PPKI yang hendak membicarakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Lewat tengah malam, para pemuda kembali mengadakan pertemuan di Asrama Baperpi (Badan Permusyawaratan Pemuda Indonesia) di Jl. Cikini, no.71, Jakarta. Mereka membahas sikap tokoh – tokoh politik, misalnya Soekarno dan Moh. Hatta. Akhirnya, mereka sampai pada kesimpulan untuk bertindak tegas. Salah satunya adalah mengamankan kedua tokoh tersebut dari pengaruh Jepang.
Tempat yang dipilih untuk mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta adalah Rengasdengklok, suatu kota kawedanan d Karawang. Tempat ini dipilih karena merupakan markas PETA (Pembela Tanah Air) di bawah Cudanco (Komandan Kompi) Subeno dan letaknya terpencil dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Selain itu, Cudan Rengasdengklok berada di bawah Komando Daidan PETA Purwakarta yang mempunyai hubungan erat dengan Daidan PETA Jakarta.
N. Pada tanggal 16 Agustus 1945 usaha para pemuda tersebut untuk mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta dilaksanakan pukul 04.00 dini hari. Chairul Saleh dan Muwardi ditugaskan untuk menjemput Soekarno, sedangkan Sukarni dan Jusuf Kunto menjemput Moh. Hatta.
Sekitar pukul 04.00 WIB, berangkatlah rombongan dari Pegangsaan Timur, no. 56, Jakarta. Rombongan ini dikawal oleh pasuka PETA di bawah pimpinan Cudanco Singgih.
Peristiwa Rengasdengklok
Rombongan Soekarno dan Moh. Hatta tiba di Rengasdengklok dengan selamat pada pagi hari. Rombongan ini terdiri atas Sukarni, Jusuf Kunto, Sutjipto, dan Umar Bachsan. Sukarni menjelaskan maksud membawa kedua tokoh politik tersebut menyikir dari Jakarta. Soekarno dan Moh. Hatta diminta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Tetapi keadaan di Jakarta mulai genting. Jusuf kunto kembali ke Jakarta untuk melaporkan keadaan di Rengasdengklok kepada Ahmad Subardjo yang sedang mencari Soekarno dan Moh. Hatta. Akhrinya mereka mencapai kesepakatan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kelompok kaigun sudah menyiapkan temapt yang aman, yaitu rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda.
Mereka menjemput Soekarno dan Moh. Hatta, kemudian meminta mereka segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya kedua tokoh tersebut bersedia untuk menandantangani pernyataan kemerdekaan Indonesia, asalkan diadakan di Jakarta. Awalnya para pemuda menolak, tetapi Ahmad Subardjo memberikan jaminan. Akhirnya mereka pun setuju.
Sekitar pukul 23.00 WIB. Rombongan tiba di Jakarta. Sesampainya mereka di sana sudah menanti B. M. Diah dari surat kabar Asia Raya, Semaun Bakri dari Jawa Hokokai, Sayuti Melik. Iwa Kusumamantri, dan para anggota PPKI. Subardjo dan Iwa mendatangi tempat para pemuda untuk mengajak mereka ke rumah Laksamana Maeda. Tetapi mereka menolah karena tidak ada kesepakatan bahwa di sana ditandatanganinya. Subadjo menjelaskan karena mencegah gangguan dan halangan dari Kempetai Jepang. Para pemuda sepakat, tetapi hanya Chairul Saleh dan Sukarni yang datang sebagai wakil para pemuda. Anggota PPKI banyak yang datang. Read the rest of this entry

Guest Teacher di Pelajaran Sejarahku….

WIDYA TIME copy Setelah sebelumnya 3 kali sukses mendatangkan guru tamu (guest teacher) di pelajaran Antropologi, kali ini aku berhasil mendatangkan guest teacher untuk pelajaran sejarah. Kali ini aku mengundang Widya Amasara ( alumni sejarah dari Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Jepang). Perkenalanku dengan Widya sebenarnya juga tidak sengaja dan saat itu dialah yang pertama kali menjalin kontak denganku. Inilah kontak pertama dengan Widya via FB:

0001SAM_9638Setelah kontak pertama itu, sering kita berkomunikasi seputar sejarah dan lain-lain. Hingga akhirnya dia menyampaikan bahwa bulan September 2013 dia wisuda. Pada saat itulah iseng-iseng kutawari dia untuk jadi guru tamu (guest teacher) dan ternyata Widya sangat antusias dan menyatakan bisa hadir. Akhirnya kami sepakat bahwa tanggal 12 Nopember 2013 kegiatan guest teacher di sekolahku. Singkat cerita tanggal 12 Nopember 2013, Widya bisa hadir dan memberikan paparan seputar almamaternya sekaligus menjelaskan alasan kuliah Sejarah di Jepang di kelas XII IPA 2 yang kebetulan aku menjadi wali kelasnya. Satu hal yang dia sampaikan mengapa memilih jurusan Sejarah adalah karena dia orang Indonesia. Mengapa ? Widya menyatakan bahwa dia sebelum kuliah di Jepang kurang antusias dengan sejarah namun setelah kuliah dia sadar bahwa mempelajari sejarah itu sangat mengasyikkan. Cita-citanya setelah lulus dari Jepang adalah melanjutkan S2 sejarah di Belanda yang menurutnya banyak menyimpan sumber-sumber sejarah Indonesia. Obsesinya adalah ingin bergerak di bidang Museum Sejarah.

SAM_9619Dalam kesempatan itu, Widya juga memberikan informasi seputar bagaimana bisa kuliah di Jepang. Kebetulan Widya bisa kuliah di Jepang melalui jalur bea siswa. Selama di Jepang banyak sekali pelajaran yang dia ambil, terutama tentang budaya Jepang. hal ini terbawa hingga dia kembali lagi ke Indonesia, salah satunya adalah kebiasaan membungkukkan badan setelah bertemu dengan orang. Widya memberikan motivasi kepada siswi-siswiku bahwa dimana pun kita kuliah apalagi di luar negeri, kita menjadi “duta” bagi Indonesia, artinya kita harus bisa membawa nama bangsa. Sehingga pengetahuan tentang budaya, sejarah dan sebagainya harus dikuasai agar saat ditanya oleh orang asing bisa menjelaskan dan tidak memalukan. Dari kegiatan ini semoga siswa bisa mengambil manfaatnya terutama tentang informasi kuliah di Jepang.

Berikut foto-foto kegiatan guest teacher sejarahku :

SAM_9644 SAM_9643 SAM_9619 SAM_9627 widya8 widya7

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.434 pengikut lainnya.