Pohon Beringin Perjanjian Gianti

Pernah dengar tentang perjanjian Gianti ? Tapi, tahukah dimana letak GIANTI sebenarnya ? Berikut ulasannya :

Lokasi : Dukuh Kerten, Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar , Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dari solo (Kartosuro), menuju timur, kearah Palur. Disini terdapat pertigaan satu menuju ke Sragen, lainnya menuju Karanganyar. Ambil yang menuju Karanganyar (Jantiharjo).

Kerusuhan terus terjadi di Mataram sepeninggal Sultan Agung. Tahun 1755 merupakan puncak perpecahan atau perselisihan internal di Kerajaan Mataram antara Susuhunan Paku Buwono II (berlanjut hingga Paku Buwono III) dengan Pangeran Ario Mangkubumi, yang merupakan saudara Paku Buwono II dari lain ibu. Mereka Putera Susuhunan Mangkurat IV. Perang saudara tersebut terjadi karena Ario Mangkubumi merasa diingkari janji oleh Susuhan Paku Buwono II. Susuhunan Paku Buwono II mengumumkan bahwa barang siapa yang dapat membasmi pemberontakan yang dikepalai oleh Raden Mas Said dan Martapura yang menyerbu kraton Kartosuro dengan mengerahkan pasukan Cina (karena mereka tidak sudi tunduk kepada kompeni dan Paku Buwono II), akan diberi hadiah, yaitu, daerah Sukowati (Sragen sekarang). Diantara pangeran-pangeran dan bupati-bupati hanya Ario Mangkubumilah yang sanggup menjalankan pekerjaan itu. Pemberontakan ini oleh pangeran Ario Mangkubumi dipadamkan setelah mengerahkan pasukan bantuan dari Madura.

Susuhunan Paku Buwono II mengingkari janjinya atas nasehat dan desakan patihnya yang bernama Pringgolojo, karena iri hati. Menurut nasehat patih Pringgolojo, sebaiknya hadiah wilayah Sukowati diganti saja dengan tanah seluas 1.000 cacah. Ario Mangkubumi tidak senang atas pembatalan janji itu, sebab dianggapnya tidak layak seorang raja membatalkan apa yang pernah dijanjikannya. -sabdo pandito ratu-. Alasan itu yang menyebabkan sakit hati Ario Mangkubumi.

Pangeran Ario mangkubumi meninggalkan Kraton Kartosuro menuju ke selatan dan akhirnya sampai di Sukowati dengan seluruh pengikutnya. Bersama-sama dengan Raden Mas Said yang kemudian bergelar Pangeran Adipati Mangkunagara (yang merupakan keponakan sekaligus menantunya) dan diikuti oleh Martapura (bupati daerah Grobogan), Ario Mangkubumi melawan Susuhunan Paku Buwono II dan kompeni.

Perang saudara yang berkepanjangan ini akhirnya dapat diakhiri berkat usaha kompeni, sehingga tercapai perdamaian berdasarkan suatu perjanjian, yang dinamakan Perjanjian Gianti. Perjanjian Gianti adalah perjanjian kesepakatan antara VOC (diwakili oleh Gubernur Nicholas Hartingh atas nama Gubernur Jendral Jacob Mossel), pihak Mataram (diwakili oleh Susuhunan Paku Buwono III) dan pihak pemberontak dari kelompok Pangeran Mangkubumi. Perjanjain ini terjadi pada tanggal 13 Pebruari 1755, disuatu desa kecil Gianti. Nama Gianti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Gianti (ejaan Belanda, sekarang tempat itu berlokasi di Desa Janti) di tenggara kota Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebenarnya pada waktu itu antara Ario Mangkubumi dan Mas Said mengalami pertikaian yang agak hebat, sehingga perdamaian tersebut hanya dapat berlangsung antara, pertama: pihak kompeni dengan Paku Buwono III dan kedua: pihak Ario Mangkubumi sendiri saja, sedang Mas Said meneruskan peperangannya. Baru pada tahun 1757 Mas Said mengadakan perdamaian (melalui Perjanjian Salatiga). Perundingan dan penandatanganan Perjanjian Gianti dilakukan dibawah pohon beringin yang sampai sekarang masih dapat disaksikan.

Berdasarkan perjanjian ini, wilayah Mataram dibagi dua:

1. Wilayah di sebelah timur Kali Opak (melintasi daerah Prambanan sekarang) dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Paku Buwono III) dan tetap berkedudukan di Surakarta;

2. Wilayah di sebelah barat (daerah Mataram yang asli) diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi, sekaligus dinobatkan menjadi Sultan Hamengku Buwono I dengan gelar, Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurrahman Sayidin Panotogomo Khaliffatullah berkedudukan di Yogyakarta.

Namun kedua raja itu diikatkan dengan perjanjian dengan kompeni, dimana antara lain ditetapkan bahwa jika salah satu raja bertindak diluar perjanjian, raja dapat digantikan oleh orang lain atas tunjukan kompeni.

Setelah selesai penandatanganan Perjanjian Gianti, daerah Mataram yang ada dalam kekuasaan Pangeran Ario Mangkubumi diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat yang beribukota di Ngayogyakarta (Kota Yogyakarta). Nama Ngayogyakarta Hadiningrat ditetapkan pada tanggal 13 Maret 1755. Ibukota yang dipilih ini terletak di Hutan Beringin di sebuah desa kecil Pachetokan. Di desa Pachetokan terdapat pesanggrahan yang pernah dibangun Susuhunan Paku Buwono II yang disebut Garjitowati. Nama pesanggrahan ini kemudian diganti dengan nama Ayodya yang kemudian menjadi lokasi dibangunnya Keraton Ngayongyakarta.

Sebulan setelah perjanjian Gianti ditandatangani, 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwono I mengumumkan nama Ngajogjakarta Hadiningrat sebagai kerajaan Mataram yang baru dan dipilih nama Ngajogjakarta sebagai ibukota. Pembangunan ibukota dimulai dengan membangun keraton. Selama keraton dibangun, Hamengku Buwono I tinggal sementara di pesangrahan Ambarketawang yang terletak di Gamping, kurang lebih 5 km sebelah barat keraton yang sedang dibangun. Hamengku Buwono I mulai memasuki keraton pada 7 Oktober 1756. Tangggal dan tahun ini akhirnya disepakati sebagai hari jadi Kota yogyakarta.

Walaupun demikian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah “ahli waris” dari Kerajaan Mataram.

Sumber:

· Soekanto, “Sekitar Jogjakarta 1755-1825″. (Perdjandjian Gianti – Perang Dipanagara), 1952, Penerbit: Mahabarata Djakarta, Amsterdam.

About these ads

Posted on 12 Desember 2009, in Peristiwa Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.437 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: