METODE BERMAIN SAMBIL BEROLAH RAGA DALAM PEMBELAJARAN IPS SEJARAH

Pembelajaran sejarah adalah salah satu pembelajaran yang banyak menekankan aspek kognitif disamping afektif. Dengan kondisi seperti ini, seringkali sejarah dianggap “enteng” oleh siswa karena mereka bersikap kurang acuh dengan sejarah, karena ada yang berpikir “yang penting kan nilaiku bagus!” namun saat pembelajaran oleh guru mereka kurang memperhatikan. Hal ini memunculkan kesan pada siswa bahwa sejarah adalah pelajaran yang membosankan, kurang menarik, bikin ngantuk dan sebagainya. Dengan kata lain minat siswa untuk belajar sejarah sangat rendah.

Berkaitan dengan hal diatas, Lisnawati Simanjuntak ( 1993:58) mengemukakan beberapa syarat yang diperlukan untuk membangkitkan minat belajar anak yaitu :

1)     Belajar harus menarik perhatian.

2)     Obyek atau keadaan yang kekuatanya menarik akan

menimbulkan minat belajar.

3)     Masalahnya berulang-ulang terjadi.

4)     Semua kegiatan  harus kontras.

Sehubungan dengan itu maka guru sejarah dituntut untuk lebih kreatif menyusun metode pembelajaran yang menarik dan tentu saja melibatkan siswa dalam pembelajaran. Dalam kesempatan ini, saya ingin membagi pengalaman tentang penggunaan metode pembelajaran sejarah sambil olah raga. Apaan tuch..!!!

Dalam metode ini siswa kita libatkan secara aktif dalam pembelajaran yang menuntut juga kesiapan fisik tanpa menghilangkan substansi materi sejarah yang disampaikan. Keunggulan  dari pembelajaran metode berolah raga dan bermain terhadap kemampuan akademik siswa, antara lain :

  1. Membantu siswa dalam pembelajaran
  2. Lebih unggul dalam meningkatkan hasil di banding dengan pengalaman individual
  3. Setting kelas memungkinkan siswa lebih banyak belajar dari satu teman ke teman yang lain diantara sesama dari pada belajar dari guru
  4. Ditinjau dari motivasi terletak bagaimana bentuk hadiah atau struktur pencapaian tujuan saat siswa melaksanakan kegiatan
  5. Ditinjau dari teori perkembangan mengasumsi bahwa interaksi antar siswa meningkatkan penguasaan terhadap konsep-konsep yang sulit

Dalam metode bermain sambil berolah raga terdapat tiga jenis permainan yang nantinya dapat dipilih guru untuk diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Adapun tiga permainan tersebut adalah sebagai berikut:

A. SOAL ESTAFET

Dalam permainan soal estafet ini perlengkapan atau perangkat yang dibutuhkan adalah :

a.  Buku materi pelajaran/ LKS

b. Beberapa lembar kertas kosong tergantung dari jumlah

kelompok yg   terbentuk.

c. Alat tulis dan peluit

d. Halaman sekolah  atau lapangan

Pelaksanaan:

Siswa  diberikan tugas untuk mempelajari materi yang sudah ditentukan guru sebelum pertemuan berikutnya yaitu permainan soal estafet. Pada pelaksanaan permainan, siswa diajak untuk keluar kelas dan ditempatkan di halaman ataupun lapangan sekolah. Setelah berkumpul bersama barulah guru memberikan instruksi, bahwa dalam hitungan  3 menit siswa harus mampu membentuk kelompok minimal 3 kelompok dengan anggota yang heterogen. Setiap kelompok terdapat campuran antara laki-laki dan perempuan. Mengapa pembentukan kelompok tidak ditentukan guru bahkan dibatasi waktunya dan juga harus heterogen? Semua itu dilakukan untuk melatih siswa mandir,i tidak terbiasa menggantungkan pada petunjuk guru, sedangkan waktunya dibatasi juga melatih siswa untuk menghargai waktu, cekatan dan disiplin, pembentukan kelompok secara heterogen dengan masuk agar tidak ada diskriminasi atau perbedaan gender.

Setelah kelompok terbentuk diperintahkan untuk berjajar berbaris dari depan ke belakang  menurut kelompoknya masing-masing. Didepan mereka kira-kira jarak 200 m, guru menempatkan selembar kertas kosong dan bolpoin persis di depan masing masing kelompok. Guru memberikan aba-aba jika peluit dibunyikan barisan paling depan berlari untuk menuliskan soal tentang materi yang sudah dipelajari. Setelah itu siswa yang sudah selesai menulis soal lari kepada barisannya kembali dengan memberikan bolpoin  yang sudah disiapkan kepada barisan belakangnya untuk segera juga berlari menulis jawabanya, jika sudah selesai  menjawab meneriakkan kata YESS!!…sambil secepatnya berlari kepada barisan belakangnya untuk memberikan bolpoin dan barisan yang menerima bolpoin segera berlari untuk menuliskan soal. Begitu seterusnya sampai semua mendapat giliran untuk menulis dan menjawab soal yang yang sudah dikerjakan. Ada perbedaan antara pembuat soal dan yang menjawab soal, adapun perbedaannya adalah untuk yang membuat soal hanya membuat soal saja sedangkan yang  menjawab soal setelah selesai menjawab harus meneruskan kata YESS!!…yang menunjukkan semangat keberhasilan.

Setelah semua selesai mendapat giliran, soal dikumpulkan oleh guru dan dibahas bersama sama. Kelompok yang mendapatkan poin terbanyak dialah yang mendapatkan penghargaan sebagai peringkat satu, dua dan seterusnya. Poin dihitung dengan melihat kebenaran dan  bobot soal juga  kebenaran dari  jawaban. Semakin tinggi tingkat kesulitan soal akan semakin berbobot dengan nilai yang  semakin tinggi juga  dan jawaban yang benar juga akan menambah  poin atau nilai dalam kelompok.

Ada dua penilaian dalam permainan ini yaitu penilaian secara kelompok dan penilaian individu. Penilaian ini dilakukan oleh guru setelah permainan ini selesai.

Penilaian kelompok diambil dari bentuk kerjasama, kekompakan, juga seluruh nilai total bobot soal dan kebenaran jawaban. Sedangkan nilai individu diambil dari masing masing tugas yang sudah diberikan, untuk penulis soal adalah bobot soal dan kecepatan menulis soal sedangkan untuk yang menjawab soal diambil dari kebenaran menjawab dan kecepatan menjawab soal.

Permainan ini diakhiri dengan dikumpulkannya siswa ditengah lapangan membentuk lingkaran dan diterangkan kepada siswa apa manfaat atau faedah dalam permainan kali ini. Dari permainan ini akan didapat beberapa manfaat yang diperoleh siswa antara lain :

  1. Anak diharuskan mampu menguasai materi untuk bisa mendapatkan nilai bagus.
  2. Membentuk sikap mandiri, karena  siswa tidak selalu harus mendapat bimbingan guru, salah satunya dalam pembentukan kelompok.
  3. Mampu untuk menghargai  waktu, hal itu dapt dilihat dari terbatasnya waktu dalam pembentukan kelompok dan kecepatan untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok.
  4. Membentuk jiwa sportifitas karena adanya rasa saling menghargai dalam perolehan poin.
  5. Ada rasa  gembira bagi siswa karena belajar diluar kelas dengan adanya pergantian suasana sehingga mengurangi rasa jenuh siswa dalam pembelajaran.
  6. Menambah daya tahan tubuh untuk sehat karena adannya kegiatan fisik yaitu berlari secara estafet.

Manfaat bagi guru sendiri adalah  bahwa guru yang selama ini hanya menjadi sumber belajar tunggal dan sentral dalam pembelajaran mampu untuk menjadi fasilitator bagi siswa.

B. BOLA PANAS

Permainan bola panas ini juga dilaksanakan diluar kelas  dan waktu yang digunakan juga cukup singkat kira kira hanya 1 jam pelajaran ( kurang lebih 45 menit )

Dalam permainan bola panas ini perlengkapan yang perlu disediakan adalah :

  1. Buku materi pelajaran dapat berupa buku diktat , LKS maupun  artikel.
  2. 1 buah bola ( dapat bola volley ataupun bola kaki dari kulit / plastik)
  3. Halaman  maupun lapangan sekolah.

Pelaksanaan

Seperti halnya dalam permainan soal estafet, dalam permainan bola panas inipun materi yang akan dibahas dipelajari dulu oleh siswa dirumah. Pada waktu pelaksanaanya siswa diajak keluar kelas kemudian dibawa kelapangan ataupun halaman sekolah.

Selanjutnya siswa diberikan pengarahan oleh guru tentang pelaksanaan permainan baik hak maupun kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siswa yaitu:

  1. Siswa diminta untuk membentuk sebuah lingkaran besar dengan tatanan boleh diselang seling antara putra kemudian putri ataupun putra sendiri putrid sendiri.
  2. Guru berdiri ditengah tengah sambil membawa sebuah bola.
  3. Setelah ada aba-aba dari guru segera siswa berlari-lari kecil membentuk lingkaran, guru jug berputar sambil membawa bola yang  dipantul pantulkan ditanah dan  secara mendadak guru melempar bola kesiswa.
  4. Siswa yang mendapat lemparan bola segera menangkap bola tersebut, jika bola dapat ditangkap maka siswa segera melempar kembali bola tersebut kepada temannya. Begitu seterusnya permainan  berhenti sampai jika ada siswa yang tidak bisa menangkap bola.
  5. Jika ada siswa yang tidak dapat menangkap bola, maka hak  bagi yang melempar bola untuk memberikan pertanyaan  kepada siswa yang tidak bisa menangkap bola dan ada  kewajiban bagi yang tidak dapat menangkap bola untuk menjawab pertanyaan dengan benar.
  6. Jika ternyata siswa tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari si pelempar bola maka anak tersebut mendapat sanksi dengan adannya hukuman yang diberikan oleh teman temanya satu kelas ( salah satu contoh  bentuk hikuman tersebut adalah siswa disuruh menari diiringi dengan nyanyian dari teman temannya atau juga bisa bentuk hukuman yang lain).
  7. Jika siswa mampu menangkap bola maka permainan tetap dilanjutkan kembali seperti diawal.
  8. Pemainan dihentikan 10 menit menjelang jam pelajaran usai.
  9. Siswa dikumpulkan tetap dengan posisi lingkaran tapi dengan cara duduk, guru tetap berdiri atau bisa juga duduk ditengah tengan siswa sambil memberikan ulasan apa manfaat dari permainan ini.

Adapun manfaat dari permainan Bola Panas ini adalah sebagai berikut:

  1. Siswa mau tidak mau dituntut untuk menguasai materi jika ingin mendapat nilai bagus, karena dalam permainan ini siswa tidak diperkenankan untuk membuka atau bahkan membawa buku atau bahan materi.
  2. Melatih kewaspadaan, kejelian serta ketangkasan  siswa, hal tersebut terlihat dari kecakapan siswa menangkap bola.
  3. Melatih sportifitas serta bentuk tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dengan adanya hukuman yang diterapkan, karena siapa yang bersalah  harus mampu dan sanggup untuk bertanggung jawab. Bentuk tanggung jawab tersebut adalah kesanggupan siswa untuk menerima dan menjalankan hukuman secara sportif dan konsekuen.
  4. Melatih rasa percaya diri siswa, dimana siswa diharapkan menerima dan melaksanakan hukuman dengan sebaik- baiknya walaupun dilihat dan disaksikan orang lain di luar lapangan.
  5. Suasana menyenangkan karena pembelajaran diluar kelas, dengan situasi yang berbeda ditambah siswa merasa terhibur dengan adanya bermacam macam bentuk hukuman yang kadang kala membuat lucu dan menggelikan. Permainan ini juga menunjang keakraban antara guru dengan siswa, dimana guru selama ini dianggap sosok yang menakutkan.
  6. Menunjang daya tahan tubuh karena adannya kegiatan lari-lari kecil yang membentuk lingkaran yang dilakukan siswa dalam permainan ini.

Manfaat bagi guru sendiri adalah  bahwa guru yang selama ini hanya menjadi sumber belajar tunggal dan sentral dalam pembelajaran mampu untuk menjadi fasilitator bagi siswa. Permainan Bola Panas ini sangat bagus jika dilakukan pada jam-jam awal disaat masih pagi, selain tidak panas juga sekalian untuk berolah raga.

C. YEL-YEL CERIA

Permainan yel-yel ceria ini, adalah permainan yang membawa anak untuk mampu berfikir kreatif dan imanjinatif. Permainan ini juga cukup dilaksanakan dalam 1 jam pelajaran yaitu 45 menit. Adapun persiapan yang perlu untuk diaksanakan adalah:

  1. Buku materi pelajaran dapat berupa buku diktat , LKS maupun  artikel.
  2. Beberapa lembar kertas kosong sesuai dengan jumlah kelompok.

Pelaksanaan :

  1. Sebelum hari pelaksanaan siswa mendapat tugas dari guru untuk mempelajari materi yang sudah ditetapkan, sekaligus siswa diminta untuk membentuk kelompok heterogen yaitu campuran antara siswa laki-laki dan perempuan. Jumlah kelompok maksimal 3 kelompok.
  2. Setiap kelompok juga diberikan tugas untuk membuat yel yel yang nantinya dipakai dalam permainan ini.
  3. Permainan ini cukup dilaksanakan didalam kelas, dengan menyuruh siswa untuk mendesain kelas dengan kursi melingkar menurut kelompoknya masing-masing.
  4. Setelah semua siap dikelompoknya masing-masing, guru memberikan satu lembar kertas kepada masing-masing kelompok dengan tugas setiap kelompok mempunyai kewajiban membuat soal 3 buah, dengan catatan soal yang dibuat tiap kelompok tidak boleh dengan bentuk pertanyaan Siapa, Kapan dan Dimana. Pertanyaan haruslah dalam bentuk analisa dan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari dengan diperkenankan untuk membuka buku materi.
  5. 3 pertanyaan tadi dibatasi waktunya selama 10 menit, setelah selesai menuliskan soal, kemudian soal dikumpulkan dengan diserahkan kepada guru, bagi kelompok yang paling akhir menyerahkan soal maka kelompok itu yang pertama kali untuk memperagakan yel-yel yang sudah dibuat bersama kelompoknya. Sambil guru menyerahkan kertas kosong 1 lembar kepada setiap kelompok.
  6. Satu persatu kelompok maju untuk memperagakan yel-yelnya sesuai dengan giliran masing masing kelompok dangan diiringi tepuk tangan setelah selesai.
  7. Adapun bagi kelompok yang belum mendapat tugas maju mereka mengamati dan menilai peserta kelompok lain yang sedang memperagakan yel-yelnya dengan membuat peringkat pada selembar kertas yang sudah diberikan oleh guru pada masin-masing kelompok.
  8. Poin atau peringkat yang dibuat setiap kelompok diperkenankan untuk menilai kelompoknya sendiri  menjadi peringkat pertama.
  9. Setelah semua selesai memperagakan yel-yelnya maka guru membagikan soal yang sudah dibuat oleh masing-masing kelompok tadi, dengan cara silang antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainya.
  10. Kelompok yang sudah mendapatkan soal dari kelompok yang lain segera mengerjakan, dan guru mengambil buku materi yang dibawa oleh siswa karena siswa mengerjakan soal tanpa buku.
  11. Saat siswa mengerjakan soal guru mengambil lembar kertas yang sudah diisi oleh masing-masing kelompok dalam menuliskan peringkat dan merekap kelompok mana yang mendapat penilaian yang bagus dari masing-masing kelompok .
  12. Siswa mengerjakan soal sampai jam pelajaran selesai, setelah jam pelajaran selesai guru mengambil soal sambil membacakan urutan peringkat masing-masin kelompok diiringi dengan tepuk tangan.
  13. Pada pertemuan berikutnya kelompok yang mendapat peringkat paling akhir mendapat giliran yang pertam untuk mempresentasikan jawaban dari soal-soal yang sudah dibuat dan didiskusikan. Setiap kelompok maju sesuai dengan urutan dan gilirannya.

Dalam permainan yel-yel ceria ini ada beberapa manfaat yang didapat oleh siswa  yaitu antara lain :

a. Anak diharuskan mampu menguasai materi untuk bisa mendapatkan nilai bagus bagi kelompoknya juga dirinya sendiri.

b. Membentuk sikap mandiri, karena  siswa tidak selalu harus mendapat bimbingan guru, salah satunya dalam pembentukan kelompok dan pembuatan yel-yel.

c. Mampu untuk menghargai  waktu, hal itu dapt dilihat dari terbatasnya waktu dalam kecepatan untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok.

d. Membentuk jiwa sportifitas karena adanya rasa saling menghargai dalam perolehan poin dan peringkat

e. Membentuk pemikiran kreatif dan imajinatif  siswa dalam hal ini munculnya ide-ide dalam pembuatan yel-yel dan pembuatan soal dan jawaban.

f. Ada rasa  gembira bagi siswa karena mereka mampu menunjukkan kreatifitas kelompok dan tepuk tangan yang diberikan pada masing-masing kelompok  sehingga mengurangi rasa jenuh siswa dalam pembelajaran.

g. Membentuk kekompakan dan rasa kebersamaan diantara siswa.

h. Melatih siswa untuk mampu bersikap obyektif dalam memecahkan permasalahan yaitu dengan memberikan penilaian atau peringkat terhadap kelompok sendiri maupun kelompok yang lain.

Manfaat bagi guru sendiri adalah  bahwa guru yang selama ini hanya menjadi sumber belajar tunggal dan sentral dalam pembelajaran mampu untuk menjadi fasilitator bagi siswa.

Adapun penilaian  dalam permainan Yel Yel Ceria ini ada dua macam penilaian yaitu penilaian kelompok dan penilaian individu. Penilaian tersebut adalah:

1. Penilaian kelompok :

a.   Terdiri dari kekompakan dan kreatifitas dalam pembuatan dan memperagakan yel-yel.

b. Kekompakan dalam berdiskusi untuk membuat soal dan menjawab soal setiap kelompok.

c. Bobot soal yang dibuat juga kebenaran menjawab soal.

2. Penilaian Individu : Penilaian ini diambil pada saat masing-masing kelompok diskusi membuat soal, guru berkeliling pada setiap kelompok untuk mengamati kegiatan kelompok sambil menilai masing-masing individu dalam keaktifan berdiskusi juga dalam mengeluarkan ide-ide.

D. DRAMATISASI

Dramatisasi merupakan salah satu sarana dan metode yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam melaksanakan pembelajaran sejarah. Pada kegiatan belajar mengajar khususnya pembelajaran sejarah disekolah terdapat komponen diantaranya guru, siswa, tujuan evaluasi, sarana dan prasarana serta metode. Salah satu pembelajaran sejarah agar siswa tidak merasa bosan dan mampu  mengembangkan kreatifitas yang dimiliki adalah dengan menggunakan dramatisasi.

Perlengkapan :

a. Tema yang diberikan  dan ditentukan oleh guru.

b. Skenario yang dibuat oleh siswa sendiri

c. Kostum yang akan dipakai  dan dipersiapkan oleh siswa sendiri.

d. Setting ruangan yang dipersiapkan oleh siswa sendiri

Perencanaan

1. Dalam permainan drama ini waktu perencanaanya kurang lebih dua bulan sebelum pelaksanaan.

2. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat

3. Kelompok maksimal satu kelas 3 kelompok.

4. Setiap kelompok diberikan tugas membuat  skenario drama dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru misalkan tema tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Asing, dalam waktu 1 bulan  sudah harus dikumpulkan.

5. Skenario tersebut cukup sederhana dan tidak terlalu panjang  mencakup 45 menit dari awal sampai akhir.

PELAKSANAAN

  • Dalam seni dramatisasi siswa dituntut untuk mampu membuat skenario
  • Naskah atau skenario ditentukan oleh guru  sesuai dengan Tema yang dipilih, adapun tema yang sudah dipilih adalah tema yang mengandung nilai-nilai sejarah terutama sejarah perjuangan dan kepahlawan ketika menghadapi penjajahan asing.
  • Setelah satu bulan naskah dikumpulkan, guru mengadakan undian giliran untuk menentukan urutan pementasan. Dimana dalam 1 minggu1 kelompok yang akan mementaskan drama sesuai dengan skenario yang dibuatnya.
  • Siswa dalam waktu 10 menit diharapkan sudah mempersiapkn kostum dan setting tempat yang akan dilaksanakan, tempat bisa dipilih didalam kelas, aula ataupun lapangan sekolahan.
  • Dalam waktu 30 menit siswa memantaskan drama yang sudah dipersiapkan dengan tema nilai-nilai perjuangan bangsa.
  • Bagi kelompok yang tidak mendapat giliran, diharuskan melihat sekaligus mengamati jalannya drama yang  nantinya untuk  memberi masukan dan kritikan yang membangun. Bagi kelompok yang pada saat itu pentas.
  • Selain mengamati dan menilai  guru memberikan selembar kertas kecil yang diberikan kepada seluruh siswa kecuali yang pada saat itu sedang pentas. Kertas tersebut nantinya dipakai untuk memilih salah satu dari pemain yang sedang pentas yang dianggap pantas menjadi pemain terbaik didalam kelompoknya.
  • Siswa mengumpulkan lembar penilaian pemain kepada guruyang nantinya pada akhir pementasan akan dibacakan sebagai pemain terbaik.
  • Setelah selesai pementasan, diberikanlah aplaus berupa tepuk tangan, seluruh siswa diharapkan untuk duduk.
  • 5 menit waktu yang tersisa dipakai guru untuk memberi kesempatan kepada teman-teman yang tidak pentas untuk memberikan kritik dan saran.
  • Setelah waktu selesai barulah guru memberikan ulasan sedikit sambil mengumumkan pemain terbaik bagi kelompok yang sedang maju didepan.

Dalam permainan seni drama ini banyak faktor manfaat yang bisa diperoleh oleh siswa, yang antara lain :

a. Siswa diajak untuk belajar membuat karya sastra dan sekaligus menjadi seseorang yang mempunyai jiwa seni yang nantinya diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap seni dan budaya.

b. Siswa diajak untuk dapat bersikap kreatif dan imajinatif dengan cara membuat skenario drama sendiri, mempersiapkan kostum dan seting tempat sendiri. yang mereka miliki untuk menggambarkan situasi, kondisi dan tempat pada waktu peristiwa sejarah tersebut terjadi. Dengan demikian siswa akan paham tentang masa atau waktu, latar belakang dan juga kronologi peristiwa yang akan ditulis dan dipentaskan

c. Berlatih untuk mempunyai sikap mandiri, karena segala sesuatunya dikerjakan oleh siswa sendiri, tapi tidak menutup kemunginan guru berperan sebagai konsultan.

d. Dengan memberikan  tema drama oleh guru,  yang akan  dibuat dan dipentaskan siswa, maka anak akan berusaha untuk belajar kreatif dengan mengembangkan imajinasi yang mereka miliki untuk menggambarkan situasi, kondisi dan tempat pada waktu peristiwa sejarah tersebut terjadi. Dengan demikian siswa akan paham tentang masa atau waktu, latar belakang dan juga kronologi peristiwa yang akan ditulis dan dipentaskan.

e. Bagi siswa yang tidak mendapat giliran untuk mementaskan drama didepan kelas diharapkan untuk bisa menilai sekaligus memberikan masukan kepada kelompok yang mendapat giliran mementaskan drama. Dengan demikian siswa sudah dikatakan belajar sejarah.

Demikian tadi beberapa metode pembelajaran sejarah sambil berolah raga yang semoga bisa lebih menarik minat belajar siswa. Memang metode yang akan diterapkan juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing. Semoga sukses selalu.

 

About these ads

Posted on 6 April 2011, in Tulisanku. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Terima kasih P Rusdi teruskan info pembelajaran kreatif penjenengan karena banyak guru sekarang yang kering dalam pembelajaran shg pembelajaran menjadi tidak bermakna, sy tertarik dan terinspirasi dg model pembelajaran anda, ijin download dan akan ku coba serta kukembangkan di sekolahku, selamat berjuang P. Rusdi. Tugas kita sbg guru semakin berat setelah banyak siswa lebih menyukai Teknologi Internet lewat HP dari pada susah membaca, maka sy setuju klu guru hrs kreatif menginovasi info di internet kemudian mempraktekkan di lapangan, seolah spt internet di dunia nyata.
    tidak sedikit guru sejarah dan yg lain yg menggunakan “ICT” (pbm ISINYA hnya menCATAT TERRUUUS) dan “CTL ( CATAT TINGGAL LUNGO). he he he

    • sama-sama Pak/Ibu Haryu, semoga kita sebagai guru selalu mengikuti perkembangan teknologi dan juga selalu berfikir keras untuk kreatif dalam upaya mendekatkan siswa dengan pelajaran sejarah….selamat berjuang sobat…

  2. matur nuwun blog bapak sangat membantu saya. suwun , suun, matur nuwun

  3. setelah membaca tentang cara belajar sejarah agar menyenangkan, saya benar-benar muncul berbagai ide untuk melakukannya. terima kasih atas pemaparan anda… benar-benar membantu saya untuk semangat mengajar sejarah…..

  4. terima kasih inspiratif dan sangat bermanfaat sekali, tidak membuat bosan siswa….

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.437 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: