Pembelajaran Sejarah Aktif Dengan Model Picture Stories

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Salah satunya dengan menerapkan model Picture Stories ( cerita bergambar ). Apakah model picture stories itu ? model ini menuntut siswa untuk aktif dalam hal mengintepretasikan sebuah gambar yang banyak untuk disusun dalam sebuh urutan yang logis dan bisa terbentuk satu rangkaian cerita yang utuh. Model ini telah penulis laksanakan di kelas X.10 MAN 1 Surakarta pada jam ke 4 tanggal 12 April 2012. Materi yang disampaikan adalah Kehidupan Zaman Prasejarah. Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. Membuka pelajaran dengan salam, kemudian menjelaskan secara singkat kompetensi dasar yang akan dibahas sementara siswa menyimak penjelasan guru
  2. Menjelaskan secara singkat perkembangan kehidupan manusia purba Asia, Afrika dengan menghubungkan teori evolusi, sementara siswa mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting.
  3. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok kecil dengan teman sekitarnya tanpa harus pindah kursi dan meja, jumlah setiap kelompok maksimal 5 siswa, dalam hal ini dibentuk kelompok heterogen.
  4. Siswa mempersiapkan alat tulis dan buku referensi
  5. Setiap siswa diberikan satu lembar kerja (LKS) dan satu format kerja kelompok dengan tugas yang sama.
  6. Sepuluh kelompok yang terbentuk dengan pembagian tugas sama yaitu menganalisis kronologis cerita bergambar masa pra sejarah Indonesia yaitu :
  • kelompok A terdiri 5 siswa: Trio, Dwi, Adi, Ricky Bayu, Ridho.
  • kelompok B terdiri 4 siswa : Inke, Ganes, Sahda,  Rizky
  • kelompok C terdiri 4 siswa : Kurnia, Layly, Fitria, Kartika.
  • kelompok D terdiri 4 siswa : Shlvy, Selvia, Bobby, Stefani,
  • kelompok E terdiri 4 siswa    : Wendi, Dio, Febri, Wahyu.
  • kelompok F terdiri 4 siswa : Hesti, Devita, Lukita, Sukma.
  •  kelompok G terdiri 4 siswa : Ferry, M. Hardi, Bahuddin, Chntya
  • kelompok H terdiri 4 siswa : Gregoria,  Tika, Hesti, Septi,
  • kelompok I terdiri 4 siswa :  Tri, Ricky Indri, Anas dan Ervin
  • kelompok I terdiri 5 siswa : Alita., Nurika, Tatya, Wahyu

Setiap individu dalam kelompok saling bekerjasama untuk menganalisis kronologis gambar pra sejarah, kemudian dibuat rekaan deskriptif menurut kemampuan individu yang selanjutnya diterjemahkan dalam alur cerita bergambar.

  1. Guru mengawasi jalannya kerja kelompok, memonitor setiap pekerjaaan siswa dan memberikan petunjuk apabila ada permasalahan yang ditanyakan siswa
  2. Pada saat presentasi diskusi, setiap kelompok diwakilkan salah satu siswa dengan berdiri untuk memaparkan data temuannya yaitu menjelaskan apa dan bagaimana gambar yang telah mereka analisis kemudian dijadikan cerita yang menarik, sementara siswa lain menyimak anggota kelompok yang menjelaskan.
  3. Dalam menjelaskan hasil temuannya kelompok lain melakukan penelaahan kebenaran data, dengan mengajukan pertanyaan, sanggahan, dan komentar.
  4. Siswa yang memaparkan datanya dilakukan secara random dimulai dari kelompok F yaitu terdiri  Hesti, Devita, Lukita, Sukma
  5. Guru berperan sebagai moderator yang mengarahkankan jalannya diskusi sekaligus sebagai jembatan penghubung permasalahan, menilai aspek afektif setiap individu dalam rangka kerjasama siswa antar dan dalam kelompok
  6. Presentasi hasil kegiatan diskusi berlangsung dalam rangka saling memberikan infomasi kepada kelompok lain dimana setiap gambar cerita diinterpretasikan berbeda-beda, siswa dapat membuat alur cerita sendiri menurut kemampuan dirinya berdasarkan rujukan referensi.
  7. Setiap siswa yang bertanya, menyanggah, memberikan masukan, memecahkan masalah  diberikan penghargaan nilai lebih.
  8. Akhir diskusi setiap kelompok memberikan kesimpulan akhir.

Hasil apa yang bisa diambil dari pembelajaran model Picture Stories ?

  1. Siswa dituntut untuk membuat urutan cerita sejarah berdasarkan kronologis waktu yaitu pada masa paleolithikum, mesolithikum, neolithikum, megalithukum dan jaman logam.
  2. Terjadi debat yang sangat dinamis dan hidup karena siswa bukan berhadapan pada teks buku tetapi berhadapan pada gambar-gambar prasejarah yang harus mereka tata ulang urutan ceritanya menjadi kisah yang menarik. Banyak siswa yang menyampaikan ceritanya dengan berbagai versi serta kemampuan. Tentunya disini pembelajaran sejarah semakin menarik dan tidak membosankan.
  3. Siswa bebas berekspresi dengan cerita bergambar. Hal ini dibuktikan dengan adanya ekspresi cerita, narasi pemikiran dari apa yang mereka lihat. Di dalam format gambar ada benda budaya, manusia purba dan peta, sehingga keragaman materi ini membuat siswa tertantang untuk mendalami materi

Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi rekan-rekan guru yang lain. Maju terus pendidikan Indonesia !!!! Berikut foto kegiatannya :

This slideshow requires JavaScript.

About these ads

Posted on 30 April 2012, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.353 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: