Materi Sejarah X

Garis Besar Materi Pelajaran Sejarah Kelas X semester I

BAB I APA ITU ILMU SEJARAH

A. Pengertian Sejarah

B. Hakekat dan ruang lingkup Sejarah

C. Periodisasi, Kronologi, Kronik, dan Historiografi

D. Jenis-jenis sejarah

E. Manfaat belajar sejarah


BAB II TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA DI MASA PRASEJARAH DAN MASA SEJARAH

A. Tradisi sejarah masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan

B. Jejak-jejak sejarah Indonesia

C.Tradisi sejarah masyarakat Indonesia setelah mengenal tulisan


BAB III PRINSIP_PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH

A. Dasar-dasar penelitian sejarah

B. Prinsip dasar dalam penelitian sejarah lisan

c. Jejak masa lampau


BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH

1. PENGERTIAN SEJARAH

Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.

Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :

1. JV. Briche, sejarah adalah : “ It is the record of what man has thought,said and done “.

2. Patrick Gardiner, mengatakan : “ History is the study of what human beings have done“.

3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa : sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

4. Koentowidjojo : Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia

5. Sartono Kartidirdjo : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau
Sejarah adalah berbagai b

6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

Kesimpulan : Sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah mengenal tulisan.

2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI

Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali. Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli. Sementara sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.

3. PERIODISASI DAN KRONOLOGI

Periodisasi adalah penentuan pemenggalan kurun waktu yang akan diteliti dan didasarkan pada alasan-alasan tertentu yang rasionall dan ilmiah yang erat kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti. Periodisasi Sejarah Indonesia yang lazim dipakai adalah : 1. Jaman Prasejarah, membicarakan kehidupan manusia purba sebelum adanya tulisan. 2. Jaman Kuno, membicarakan masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha. 3. Jaman modern, yang berlangsung sejak masa perkembangan islam di Indonesia hingga kini. Kronologi merupakan urutan waktu yang tersusun sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

4. KEGUNAAN SEJARAH

Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu :

1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.

2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.

3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan ( pengajaran ) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.

4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain : a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.

BAB II DASAR-DASAR PENELITIAN SEJARAH

1. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH

1. Heuristik Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah yang sesuai dengan tujuan dari penelitian.

2. Verifikasi Dalam hal ini, peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. Setelah data tersebut telah teruji kebenarannya maka akan dinilai apakah data-data tersebut relevan/sesuai dengan permasalahan yang hendak ditulis. Data yang telah teruji kebenarannya akan menjadi fakta sejarah.

3. Interpretasi Adalah proses penafsiran dan merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti dan menjadi dasar argumentasi/pendapat dari penulis sejarah.

4. Historiografi Yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji kebenarannya.

2. SUMBER, BUKTI DAN FAKTA SEJARAH

1. SUMBER SEJARAH

Louis Gotschalk membagi sumber sejarah menjadi dua bagian yaitu sumber Primer merupakan kesaksian dari seorang saksi dengan mata dan kepalanya sendiri. Dan Sumber Sekunder merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi pandangan mata atau yang tidak melihat secara langsung kejadian tersebut.

Sementara itu Nugroho Notosusanto membagi sumber sejarah dalam 3 kategori yaitu : a. Sumber Tertulis merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan tertulis seperti : Prasasti, Babad, Kronik, Dokumen, Arsip, Naskah dan Rekaman b. Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. c. Sumber benda merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan purbakala seperti : candi, alat-alat, senjata, keraton, gua-gua dsb.

2. BUKTI SEJARAH

Merupakan segala peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di masa lampau yang mungkin saja peninggalan itu masih dipergunakan oleh manusia pada masa kini. Contoh, istana kepresidenan dan teks proklamasi.

3. FAKTA SEJARAH

Merupakan data sejarah yang sudah diverifikasi dan diinterpretasikan oleh sejarawan kemudian dijadikan dalil, argumentasi atau dasar pemikiran untuk menulis sejarah.

3. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN

1. SUMBER BERITA DARI PELAKU SEJARAH

Pelaku sejarah merupakan tokoh yang secara langsung mengalami suatu peristiwa yang terjadi namun perlu diingat bahwa keterangan para pelaku kadang bersifat subyektif karena keterangan tersebut benar menurut pelaku sendiri.

2. SUMBER BERITA DARI SAKSI SEJARAH

Saksi sejarah merupakan orang yang pernah melihat atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa dan bukan pelaku sejarah.

3. TEMPAT PERISTIWA SEJARAH

Untuk menentukan tempat atau lokasi peristiwa yang terjadi pada masa lampau diperlukan penafsiran-penafsiran yang matang, misalnya menentukan pusat pemerintahan Kerajaan Bima.

4. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERISTIWA SEJARAH

Latar belakang terjadinya suatu peristiwa menjadi penentu utama munculnya suatu peristiwa sejarah. Tanpa adanya latar belakang tidak mungkin terjadi peristiwa sejarah. Misalnya, terbunuhnya pangeran Frans Ferdinand menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia I.

5. PENGARUH DAN AKIBAT DARI PERISTIWA SEJARAH

Suatu peristiwa sejarah akan memberikan pengaruh dan akibat yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat jika peristiwa itu memang dicita-citakan oleh masyarakat yang bersangkutan, misalnya Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peristiwa jatuh bangunnnya kabinet di Indonesia.

BAB III TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA

A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA

1. CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALUNYA

Dua cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ( Pra aksara ) yaitu :

a. Melalui keluarga Keluarga memiliki peranan yang penting dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam keluarga lebih besar sehingga memudahkan orang tua menanamkan ide-ide dan menyampaikan informasi mengenai tatacara berprilaku dan adat istiadat serta kebiasaan keluarga yang benar pada anak.

b. Melalui Masyarakat Masyarakat secara langsung atau tidak langsung memiliki cara tersendiri dalam mewariskan masa lalunya yaitu, yaitu melalui adat istiadat, pertunjukan hiburan dan kepercayaan masyarakat.

2. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN

a. Sistem kepercayaan b. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial c. Sistem mata pencaharian d. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup ( teknologi ) e. Sistem Bahasa f. Sistem kesenian g. Ilmu Pengetahuan

3. JEJAK SEJARAH INDONESIA

a. Folklore

Folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun dan tidak dibukukan. Folklore Lisan : bahasa rakyat, teka-teki, puisi, cerita rakyat, Nyanyian rakyat. Folklore bukan lisan : Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian, obat-obatan tradisional, perhiasan dsb.

b. Mitologi Ilmu Kesusasteraan tentang dongeng kehidupan para dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan juga menceritakan tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkap secara ghaib.

c. Legenda Merupakan cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.

d. Upacara Merupakan rangkaian kegiatan yang terikat oleh aturan tertentu berdasarkan adat istiadat dan agama ( kepercayaan ).

e. Lagu daerah Merupakan lagu yang menggunakan bahasa daerah.

B. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA

1. PERKEMBANGAN SEJARAH INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN a. Bidang politik ( Pemerintahan )

Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha sistem pemerintahan di Indonesia di pegang oleh kepala suku yang memerintah kelompok sukunya. Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha maka pemerintahan kepala suku diubah menjadi pemerintahan yang berbentuk kerajaan yang dipegang oleh raja secara turun temurun.

b. Bidang sosial

Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Budha masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong.

c. Bidang Budaya

Sebelum orang-orang India datang ke Indonesia, masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi ( kebudayaan asli ) dan terus berkembang secara terus menerus. Setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti : 1. Tulisan Pallawa dan bahasa Sanskerta 2. Seni bangunan 3. Seni Rupa/lukis 4. Seni sastra 5. Kalender d. Bidang Keagamaan Kepercayaan asli bangsa kita yaitu pemujaan terhadap Roh-roh leluhur/nenek moyang ( Animisme ) dan benda-benda ( Dinamisme ). Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha maka masyarakat kitapun mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

2. REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH

a. Prasasti

Merupakan rekaman tertulis yang menceritakan masa lampau yang pembuatannya berdasarkan perintah raja.

b. Kitab

Merupakan karya sastra para pujangga yang dijadikan petunjuk untuk menyingkap sebuah peristiwa sejarah yang muncul pada jaman Hindu Budha maupun Islam.

c. Dokumen

Merupakan surat berharga yang ditulis atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan.

3. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA

a. Masa Hindu – Budha dan islam

Penulisan sejarah pada masa ini bersifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja. Tujuannya agar generasi penerus mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting pada masa itu.

b. Masa Kolonial

Penulisan sejarah pada masa ini bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia dengan menyatakan bahwa status sosial mereka lebih tinggi dan setiap perlawanan rakyat Indonesia terhadap mereka dianggap sebagai pemberontak.

c. Masa pergerakan Nasional

Penulisan sejarah Pada masa ini bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah d. Masa Kemerdekaan Penulisan pada masa ini berorientasi pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Semester Genap BAB I KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

1. TEORI KEHIDUPAN AWAL

Menurut Ilmu Falak terjadinya bumi telah berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu dan terbagi atas beberapa jaman antara lain :

1. Jaman Arkaikum / Azoikum Pada jaman ini keadaan bumi masih sangat panas dan belum ada tanda-tanda kehidupan.

2. Jaman Palaeozoikum / Primer Pada masa ini sudah ada kehidupan yang ditandai dengan munculnya binatang kecil, amphibi dan reptil.

3. Jaman Mesosoikum Pada masa ini muncul binatang reptil besar seperti Dinosaurus, Atlantosaurus dsb.

4. Jaman Neozoikum / Kainozoikum atau disebut juga jaman hidup baru. Jaman ini terbagi atas dua bagian yaitu :

a. Jaman Tersier Pada jaman ini binatang reptil sudah mulai lenyap dan berkembang binatang menyusui.

b. Jaman Kuarter, terbagi atas dua yaitu : 1) Jaman Dilluvium/jaman Es/Interglasial. Pada masa ini Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara tertutup oleh es yang sangat luas. Bagian Barat Indonesia menyatu dengan Asia sedangkan bagian Timur menyatu dengan Australia. 2) Jaman Alluvium / Holosen Pada jaman inilah berkembangnya kehidupan manusia jenis Homo Sapiens seperti manusia sekarang ini.

2. KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA DAN KEPERCAYAAN MANUSIA PURBA INDONESIA

1. MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN

a. Kehidupan Sosial ·

Mereka telah berkelompok antara 10 – 15 orang · Selalu berpindah-pindah · Mengenal system pembagian tugas

b. Kehidupan ekonomi ·

Berburu · Bergantung pada alam

c. Kehidupan Budaya ·

Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Pithecanthropus, Meganthropus dan Homo dengan kebudayaan Palaeolitik. · Hasil kebudayaannya berupa : Kapak genggam / kapak perimbas, alat serpih dan alat tulang / tanduk.

d. Kepercayaan ·

Mereka telah mengenal penguburan mayat.

2. Masa bercocok tanam

a. Kehidupan Sosial ·

Sudah menetap · Bergotongroyong · Mengangkat kepala suku

b. Kehidupan ekonomi ·

Bercocok tanam · Beternak · Perdagangan barter

c. Kehidupan Budaya ·

Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Ras Mongoloid dan Austro melanesoid · Hasil kebudayaannya berupa : Beliung persegi (untuk upacara), Kapak Lonjong (untuk bercocok tanam), mata panah, gerabah dan perhiasan. Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca

d. Kepercayaan

Pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang / leluhur yang ditandai dengan peninggalan kebudayaan Megalitik seperti : Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur peti batu, Punden berundak, waruga dan Arca.

3. Masa teknologi / perundagian

a. Kehidupan Sosial ·

Mengenal pembagian kerja · Telah berhubungan dengan dunia luar

b. Kehidupan ekonomi ·

Berdagang barang-barang magis · Bertani

c. Kehidupan Budaya ·

Pendukung kehidupan pada masa ini adalah jenis manusia Proto dan Deutro Melayu. · Hasil kebudayaannya berupa : Nekara Perunggu, Bejana Perunggu, Ujung Tombak, Kapak Perunggu, Gelang-gelang / manik-manik perunggu dan Arca Perunggu d. Kepercayaan · Mereka telah mengenal penguburan mayat dengan membawa bekal · Kepercayaan terhadap roh-roh nenek moyang, Animisme, dinamisme dan Monoisme.

BAB II PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI INDONESIA YANG BERPENGARUH TERHADAP PERADABAN INDONESIA

1. PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS.

Berdasarkan hasil penggalian yang dilakukan oleh RD Bannerji dan Sir Jhon Marshall tahun 1922 di kota Mohenjodaro dan Harappa ditemukan antara lain 1. Dua buah patung yang coraknya berbeda yaitu : · Patung laki-laki sebatas dada · Patung seorang penari 2. Terdapat bekas bangunan rumah bertingkat yang sudah beberapa kali mengalami kehancuran ( 6 – 7 lapis ) 3. Ditemukan meterai yang berfungsi sebagai hiasan keagamaan dan dianggap mempunyai kesaktian 4. Ditemukan patung Dewi Ibu / Dewi Kesuburan 5. Bangsa yang mendiami daerah tersebut adalah suku DRAVIDA yang pada tahun 1500 SM diserbu oleh suku bangsa ARYA ( Indo German ) sehingga suku asli terdesak ke Selatan yaitu dataran tinggi Dekhan 6. Mengenal ajaran Karma Samsara

2. PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING ( HOANGHO )

Kepercayaan masyarakatnya adalah Polytheisme ( Percaya pada banyak Dewa ) seperti : Dewa Angin, Dewa Hujan, Dewa Langit, dewa Bumi, Dewa sungai dsb. Kehidupan masyarakatnya bercocok tanam dengan memanfaatkan aliran sungai Kuning seperti ; gandum, padi, jagung, Teh dan kedelai. Karena daerahnya yang subur menjadi pusat perhatian bangsa Asia Tengah ( Mongol ) sehingga berlaku hokum tantangan dan jawaban. Tantangannya yaitu : Bangsa-bangsa ganas di asia Tengah selalu memusatkan perhatiannya pada lembah sungai Kuning yang subur. Jawabannya : Karena serangan yang terus menerus maka kaisar China membangun tembok besar ( The Great Wall Of china ) panjangnya : 2000 mil, Lebar : 5 meter, dan tingginya : 11 meter. Pada masa pemerintahan Dinasti Chou hubungan antara daerah satu sama lain belum lancer sehingga tugas pengawasan di daerah diserahkan pada para bangsawan rendahan ( Vazal ). Untuk membalas kebaikan mereka maka kaisar memberikan pinjaman tanah yang pada akhirnya melahirkan system Feodal. Selain itu terdapat ajaran filsafat Kong Hu Chu yang pada prinsipnya adalah pembinaan kehidupan yang selaras dengan alam, keluarga dan leluhur. Ajaran ini lahir karena terjadi pertentangan antara para vazal dan manusia terlena dengan urusan keduaniaan. Juga lahir ajaran Taoisme oleh Laotze yang mengatakan bahwa ada kekuatan gaib yang mengatur keadilan dan ketertiban di alam semesta yang disebut TAO. Keadilan dan ketenteraman akan tercapai apabila orang akan tunduk pada ajaran TAO.

3. PERADABAN LEMBAH SUNGAI TIGRIS DAN EUFRAT ( MESOPOTAMIA )

Wilayahnya sangat subur karena diapit oleh dua sungai besar yaitu Tigris dan Eufrat. Mata pencaharian penduduknay adalah pertanian ( Enjelai dan jewawut ), Peternakan ( domba, lembu dsb ) dan perdagangan ( antara Laut tengah, India, Asia Tengah, Teluk Persia dan laut Merah ). Kepercayaan masyarakatnya Polytheisme, seperti : Dewa Air ( Enki ), Dewa langit ( Anu ), Dewa Bumi ( Enlil ), dewa Api dan dewa Kesuburan ( Marduk ). Khusus untuk dewa Marduk dibuatkan patung wanita yang menggambarkan dewi kesuburan dan dibuatkan Ziggurat ( bangunan dari tanah liat yang dibangun di atas gundukan tanah ). Dalam bidang lain mereka mengenal : · Tulisan Paku pada lempengan batu tentang UU Hammurabbi yang berisi 280 pasal · Dalam bidang astronomi mengenal khatulistiwa dibagi menjadi 3600 mengenal bintang dan planit · Mengenal system kalender berdasarkan perhitungan bulan · Mengenal pembagian waktu ( jam, menit, detik ) dan menghitung dengan satuan 60-an ( sixagesimal ) Bangsa yang mendiami daerah ini adalah bangsa Sumeria lalu di kalahkan oleh suku Amoria dari Indo German dan mendirikan kerajaan Babylonia I dengan raja Hammurabbi. Tahun 750 SM dikalahkan oleh bangsa Assyria dengan raja Ashurbanipal. Tahun 612 SM bangsa Assyria dikalahkan oleh bangsa Kaldea yang membangun kerajaan Babylonia II dengan raja Nebukadnezar. Tahun 536 SM menjadi rebutan bangsa Media dan Persia yang dimenangkan oleh Persia. Persia memerintah di atas wilayah Mesopotamia yang subur dengan raja I R Cyrus ( 550 SM ) dilanjutkan oleh Darius Agung 521-485 SM ).

4. PERADABAN LEMBAH SUNGAI NIL

Corak kehidupan masyarakatnya agraris dengan hasil utamanya adalah gandum dan kapas. Kepercayaan masyarakatnya adalah Polytheisme seperti Dewa RA ( matahari ), dewa Bulan ( Amon ) lalu disatukan menjadi dewa AMONRA. Untuk memuja dewa ini dibuatkan Obelisk ( Tugu batu runcing berbentuk segitiga yang dihiasi dengan tulisan gambar ) juga percaya pada dewa Thot ( pengetahuan ), dewa Anubis( kematian ), Osiris ( pengadilan ), Issis ( dewa Sungai Nil ), Dewa Apis berbentuk sapi, Dewa Ibis berbentuk burung. Mereka juga percaya pada roh-roh leluhur yang akan mengubah bentuk pemakaman menjadi pengawetan mayat ( MUMMIA ) yang disimpan dalam Pyramida. Dalam Pyramida terdapat patung singa berkepala manusia ( Sphinx ). Dalam bidang lain , selain pengawetan mayat juga mengenal penguburan mayat dengan cara jongkok, mengenal tulisan gambar, mengenal ilmu perbintangan dan system kalender. Dalam bidang pemerintahan dipimpin oleh Fir’aun ( Pharaos ) yang dipuja sebagai Tuhan. Rakyat harus taat dalam membayar pajak dan wajib kerja untuk pengabdian terhadap Fir’aun. Namun pada akhirnya Fir’aun dianggap sebagai manusia biasa dan kepercayaan mereka monotheisme dengan dewa Matahari sebagai dewa yang tunggal.

5. PERADABAN BACSON HOABINH

Hasil Kebudayaan Bacson Hoabinh ditemukan hampir di seluruh wilayah Asia Tenggara. Menurut CF Gorman bahwa penemuan alat darii batu banyak ditemukan di Vietnam bagian Utara yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh. Juga ditemukan alat serpih, batu giling dari berbagai ukuran, sedangkan di gua Xom Trai ditemukan alat dari batu yang sudah diasah pada sisi yang tajam. Di Indonesia alat-alat batu dari kebudayaan Bacson Hoabinh banyak ditemukan di Sumatera ( Lhokseumawe dan Medan ), Jawa Tengah ( Lembah Bengawan Solo ), Sulawesi Selatan ( Cabbenge ), Semenanjung Minahasa, Flores Maluku Utara dsb.

F . KEBUDAYAAN DONGSON

Kebudayaan ini berasal dari Vietnam Utara, hasil kebudayaannya adalah alat-alat dari logam ( jenis Perunggu ), misalnya Nekara buatan Indonesia tapi bergaya Dongson (Nekara jenis Heger I memiliki banyak kesamaan dengan Nekara yang paling bagus dan paling tua dii Vietnam). Sementara itu hasil kebudayaan yang banyak ditemukan didaerah Dongson berupa alat-alat rumah tangga, miniatur nekara, genta, kapak corong, cangkul bercorong, mata panah dan mata tombak bertangkai/bercorong.

BAB III ASAL USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI KEPULAUAN INDONESIA

A. PENDAPAT PARA AHLI MENGENAI ASAL USUL MANUSIA DI KEPULAUAN INDONESIA

1. Prof. Dr. H. Kern dengan Teori Imigrasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia (Campa, Kochin China dan Kamboja ) . Hal ini didukung oleh adanya perbandingan bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia yang akar bahasanya adalah bahasa Austronesia.

2. Van Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Pendapat ini didkukung oleh adanya artefak-artefak yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak persamaan dengan yang ada di daratan Asia.

3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Indonesia. Dia melihat bahwa banyak penemuan artefak maupun fosil tertua di Indonesia dalam jumlah yang besar.

4. Drs. Moh Ali, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan.

5. NJ. Krom, berpendapat bahwa asal usul bangsa Indoensia berasal dari daerah Cina Tengah.

6. Dr. Brandes, mengatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa pada daerah yang terbentang dari sebelah Utara Formosa, sebelah Barat Madagaskar, sebelah Selatan Pulau Jawa- Bali, sebelah Timursampai tepi Barat Amerika melalui perbandingan bahasa.

7. Pendapat beberapa ahli, mengatakan bahwa masyarakat yang menempati wilayah wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Nenek moyang bangsa Indonesia datang melalui dua gelombang yaitu : a. Proto Melayu ( Melayu Tua ), merupakan orang Austronesia yang pertamakali datang ke Indonesia sekitar tahun 1500 SM melalui jalur Barat ( Malaysia-Sumatera ) dan jalur Timur( Philipina- Sulawesi ) dengan membawa kebudayaan kapak persegi (Jalur Barat) dan kapak lonjong (jalur Timur) Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Proto Melayu adalah : Suku Dayak, Toraja, Batak, Papua dsb. b. Deutro Melayu ( Melayu Muda ), masuk ke wilyah Indonesia sekitar 400-300 SM melalui jalur Barat, dengan membawa kebudayaan Logam, seperti : Nekara ( Moko ), Kapak corong, juga mengembangkan kebudayaan Megalitik. Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Deutro Melayu adalah : Jawa, Melayu dan Bugis.

B. PERKEMBANGAN KEHIDUPAN DAN HASIL BUDAYA MANUSIA PURBA DI INDONESIA

1. Jenis Manusia Purba di Indonesia

a. Meganthropus Palaeojavanicus Merupakan jenis manusia besar tertua di Pulau Jawa. Ditemukan di daerah Sangiran pada tahun 1941 oleh Van Koenigswald. Hasil temuannya berupa rahang atas dan bawah.

b. Pithecanthropus 1). Mojokertensis ( Robustus ) 2). Erectus

c. Homo Sapiens

1). Homo Soloensis

2). Homo Wajakensis.

2. Hasil Budaya manusia purba

a. Kebudayaan Material ( Kebendaan )

Berupa alat-alat yang dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil kebudayaan mereka pada masa berburu dan mengumpulkan makanan seperti : Kapak genggam,alat serpih dan alat tulang/tanduk. Sedangkan pada masa bercocok tanam berupa Kapak genggam Sumatra ( Pabble ), Kapak Pendek ( Bache Courte ), flakes, dsb. Dan pada masa Perundagian berupa alat-alat dari logam seperti : Kapak corong ( Kapak sepatu ), Nekara, Bejana Perunggu, perhiasan dan manik-manik dari perunggu.

b. Kebudayaan Immaterial ( Rohani )

Munculnya sistem kepercayaan dalam kehidupan manusia berlangsung sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan melalui penemuan penghormatan terakhir pada orang yang sudah meninggal, kemudian berubah menjadi pemujaan terhadap roh-roh leluhur pada masa bercocok tanam ( Animisme dan dinamisme ), terlihat dengan adanya hasil kebudayaan megalitik. Dalam perkembangan selanjutnya manusia menyadari dan merasakan adanya kekuatan yang maha besar di luar diri manusia yaitu kekuatan Tuhan( Monoisme ).

28 Tanggapan leave one →
  1. 15 Oktober 2009
    misha permalink

    makasiihh banyaaakk ..
    ^_^

  2. 16 Oktober 2009

    makasih byk….telah membantu sy dlm mengajar. semoga diberikan kemudahan dlm mencapai tujuan hidup. materi utk IPAnya di tunggu….

    • 17 Oktober 2009
      Rusdi permalink

      materi untuk IPA sudah ada, pilih ” materi XI IPA”, thanks sudah mau mampir di blog saya

  3. 22 Oktober 2009

    Tolong tuliskan BAGAIMAN CARA MASYARAKAT INNDONESIA ZAMAN PRAAKSARA MEWARISKAN MASA LAULUNYA,TOLONG DI JAWAB ATAU HUBUNGI ALAMAT EMAIL ATAU FECEBOOK SAYA,KARENA TUGASKU MAU DI PRIKSA OLEH GURU SAYA!!!!!

    • 23 Oktober 2009
      Rusdi permalink

      Cara masyarakat masa Pra aksara mewariskan masa lalunya bisa dilakukan dengan cara :
      1. Membuat lukisan, terutama lukisan di dinding-dinding goa ( misal goa leang-leang yang ditemukan gambar telapak tangan )
      2. Folklore ( cerita rakyat), yang terdiri dari 3 bentuk yaitu : legenda, mite, dongeng
      3. Folksong ( lagu rakyat), misal lagu-lagu daerah ( misal Gundhul pacul, cublak-cublak suweng)

  4. 22 Oktober 2009
    Randy permalink

    wah.. keren nih. Thx ya. tugas jadi ga susah-susah nyari nya . ^_^

  5. 30 Oktober 2009
    yofie permalink

    saya nyari tentang bagaimana budaya politik suku dayak ?
    tapi belom nemu….?
    tolong bantuin dong…/

  6. 30 Oktober 2009
    santo permalink

    Bener bwanget… ozzz q jga sama lauu cari tugas gak sah nyari lama22

  7. 5 November 2009
    Avni permalink

    Wah…sangat memuaskan hati saya….makasih banyak ya??

  8. 11 November 2009
    enjel permalink

    hal2 ap sjakah yg di wariskan keluarga kpada anakny…????
    tlg ksih tw y,,,,
    emang sech,, aku udh tw sbagian jawabny,,, pie aq mw tw lbih bnyk,, please….
    tq…

  9. 14 November 2009
    afina permalink

    ass……………………
    saya mau tanya,boleh tidak saya minta materi JEJAK-JEJAK MASA LAMPAU? Cos di internet gak lengkap materinya

  10. 20 November 2009
    Dina Miranti Putri permalink

    saya mencari pengertian teka teki menurut folklore……????????
    dan contohnya….

    • 21 November 2009
      Rusdi permalink

      Menurut Jan Harold Brunvand, Folklore dibagi 3 yaitu :
      Folkore Lisan → Folklore yang bentuknya lisan
      yang masuk dalam kategori ini adalah logat, julukan, titel kebangsawanan, pertanyaan tradisional ( misal teka-teki, puisi rakyat). Contoh Teka-teki adalah : ” kasebut opo barang sing papane ono ing antarane kempole wong lanang lan asring di elus-elus kanthi tenogo sing kuwat ? jawabane : rem becak

      Foklore sebagian lisan → campuran unsur lisan dan bukan lisan

      Folklore Bukan Lisan → bentuknya bukan lisan tapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan

  11. 21 November 2009

    eh ehh… akk mau nanya
    mengidentifikasikan cara masyarakat pada masa aksara mewariskan masa lalunya melalui tutur?????

    • 23 November 2009
      Rusdi permalink

      caranya melalui tradisi lisan melalui cerita rakyat (folklore) yang bentuknya ada tiga yaitu :
      1. Dongeng
      2. Mite
      3. Legenda

  12. 24 November 2009

    tolong bantu saya mencari gambar ARCA PERUNGGU,tapi saya belum nemuin tolong bantu saya menemukannya.please………….

  13. 6 Desember 2009
    A_yoU permalink

    MakasiH. . .ya. .c0z skRng sy bsa jwb c0z uLngn. .^_^

  14. 7 Desember 2009

    Like This. :)

  15. 22 Desember 2009
    icha permalink

    makasih baNyak yahh .. oya mohon bantu saya tentang peradaban sungai kuning ( huang he ) saya sedang cari bahannya untuk skripsi .. THX

    • 29 Desember 2009

      PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING

      Sejarah tertua di Cina dimulai dari lembah sungai Hoang Ho sekitar tahun 4000 SM. Sungai Hoang Ho merupakan sungai terpanjang di Cina yaitu 5.464 kilometer dan merupakan sungai terpanjang nomor dua di dunia.

      Tahukah Anda sungai manakah yang terpanjang di dunia? Sungai yang terpanjang di dunia adalah sungai Nil yang panjangnya lebih dari 6000 Km. Sungai Hoang Ho mengalir dari dataran tinggi Tibet lalu ke arah Timur dan bermuara ke Teluk Tsii Li di Laut Kuning. Sungai Hoang Ho melewati lima propinsi yaitu Tsing Hai, Kansu, Shansi, Honan dan Shantung.

      Di Selatan sungai Hoang Ho mengalirlah sungai Yang Tze Kiang yang berhulu di pegunungan Kwen Lun di Tibet dan bermuara di Laut Cina Timur. Sungai Hoang Ho disebut juga sungai Kuning dan paling berlumpur di dunia.

      Anda tentu bertanya “mengapa sungai itu di sebut sungai kuning?”. Berdasarkan penelitian para ahli maka lumpur yang mengendap di lembah sungai itu berasal dari tanah loss Gurun Gobi yang diterbangkan angin sampai ke lembah sungai Hoang Ho dan berwarna kuning. Akibatnya air sungai Hoang Ho kekuning-kuningan dan lembah sepanjang alirannya menjadi subur.

      Siapakah yang mendiami lembah sungai Hoang Ho dan dari manakah asal usul mereka? Bangsa Cina tergolong ras Sinid, suatu cabang dari ras Mongol. Ciri-ciri ragawinya adalah ada lipatan pelupuk mata, rambut hitam, tubuh yang tidak banyak berbulu, muka datar dengan tulang pipi yang menonjol, hidung pipih dan tinggi badan sedang.

      Bangsa Cina yang asli yakni orang-orang Han, semula berasal dari daerah pegunungan yang bertanah Loss di propinsi Shensi dan Shansi. Kemudian mereka bercampur dengan pendatang dari Cina Barat Laut dan Timur Laut lalu menyebar ke lembah sungai Hoang Ho di Cina Utara dan ada yang ke Selatan.

      Mereka hidup berkelompok dan saling tolong menolong. Itulah sebabnya mereka disebut “keluarga seratus”. Sebutan tersebut untuk mengungkapkan banyaknya, bukan dalam arti jumlah yang tepat.

      Kehidupan sehari-hari bangsa Cina adalah mengusahakan pertanian dengan hasil utama padi. Selain itu ditanam pala, gandum, jagung dan cantel (biji-bijian sebesar lada jika ditanak legit dan gurih). Masyarakat juga mengembangkan perkebunan, yang menghasilkan kapas, tebu, teh dan pohon murbei untuk memelihara ulat sutera. Selain pertanian bangsa Cina juga mengembangkan perdagangan sampai ke manca negara yang melalui jalur perdagangan kala itu dengan sebutan jalan sutera.

      Sistem Pemerintahan Dinasti di Cina

      Berdasarkan peninggalan budaya pemerintahan di Cina telah ada sejarah sekitar tahun 4000 SM. Permulaan pemerintahan di Cina disebut jaman dongeng yang berlangsung hingga sekitar tahun 1800 SM.

      Pada jaman dongeng sebagian besar sumber sejarahnya berupa benda. Contoh ditemukan keramik dari jaman perunggu. Memasuki jaman dinasti telah ditemukan sumber-sumber tertulis.

      Pusat kelahiran dinasti/pemerintahan di Cina berada di daerah pertemuan lembah sungai Hoang Ho dan lembah sungai Yang Tze Kiang. Secara geografis pusat pemerintahan dinasti terletak di Cina Utara.

      Perjalanan kekaisaran Cina ditandai oleh pemerintahan dinasti yang silih berganti dalam kurun waktu tertentu. Banyak dinasti yang memerintah namun dinasti-dinasti yang besar memerintah di Cina sampai awal masehi secara berurutan adalah sebagai berikut: Hsia Shang (Yin), Chou, Chin dan Han.

      Setelah dinasti Han berkuasa, Cina pernah pula dikuasai oleh bangsa asing yaitu bangsa Tartar, bangsa Mongol dan bangsa Mansyu. Pemerintahan dinasti berakhir tahun 1912 yang ditandai dengan terjadinya revolusi nasional di Cina yang melahirkan bentuk pemerintahan Republik.

      A. Dinasti Shang (Pertengahan abad ke-16 sampai abad ke-11 SM)
      Dinasti Shang dianggap dinasti yang mengawali sejarah Cina karena baru pertama kali dilakukan penulisan sejarah oleh Suma Chien. Catatan itu dituliskan di atas bejana perunggu, tempurung kura-kura dan tulang binatang.Pada masa dinasti Shang sedikitnya telah dikenal sejumlah kurang lebih 2000 huruf gambar.
      Kebudayaan yang berkembang pada jaman dinasti Shang disebut kebudayaan Lung-Shan. Peninggalan budaya jaman dinasti Shang antara lain bejana perunggu, persenjataan, kereta kuda dan sistem penulisan. Setelah runtuhnya dinasti Shang, Cina kemudian diperintah oleh dinasti Chou seperti dapat Anda baca pada uraian di bawah ini.

      B. Dinasti Chou (Zhou, 1222 SM – 249 SM)
      Pendiri dinasti Chou adalah Chou Wen Wang, pusat pemerintahannya di Chang – An Dinasti Chou (Zhou) meletakkan dasar sistem pemerintahan feodalisme dan pola kebudayaan Cina. Kerajaan dibagi menjadi negara-negara bagian yang diperintah oleh raja bagian atau raja Vazal. Raja Vazal memerintah atas nama kaisar dan tunduk kepada kaisar. Kesetiaan raja vazal diwujudkan melalui penyerahan upeti secara teratur dan mengirimkan tentara yang dibutuhkan pada saat negara menghadapi ancaman.

      Pada masa dinasti Chou hiduplah para filosof yang terkenal yaitu Lao Tze, Kung Fu Tze dan Meng Tze. Ajaran Kung Fu Tze mengenai kesusilaan menjadi dasar perkembangan kebudayaan Cina. Ajaran Kung Fu Tze lahir sebagai reaksi atas keadaan negara waktu itu yaitu banyaknya korupsi serta merosotnya akhlak bangsa dan para pemimpinnya .

      Runtuhnya Dinasti Chou disebabkan oleh beberapa faktor antara lain tidak ada raja-raja pengganti yang cakap, kerajaan terpecah menjadi dua yaitu Chou Barat dan Chou Timur, banyak raja vazal yang melepaskan diri. Raja vazal yang kuat menyerang raja pusat dan menggantikannya.

      C. Dinasti Chin (Qin, 221 SM – 207 SM)
      Setelah dinasti Chou, Cina diperintah oleh dinasti Chin (Qin). Konon nama Cina diambil dari nama dinasti Chin ini. Dinasti Chin memerintah dengan sistem sentralisasi dan meninggalkan sistem feodalisme (desentralisasi). Timbul pertanyaan, mengapa dinasti Chin meninggalkan sistem feodalisme dan melaksanakan sentralisasi dengan kekuasaan sebesar-besarnya ditangan pemerintah pusat? Kebijakan sentralisasi dilakukan oleh dinasti Chin sebab kekacauan yang terjadi di Cina pada akhir pemerintahan dinasti Chou tidak cukup hanya di atas oleh sikap raja-raja yang baik dan saleh saja. Namun dibutuhkan adanya kekuasaan raja yang kuat dan nyata serta hukum yang dijalankan dengan adil sehingga tercipta ketertiban dan ketentraman diseluruh negeri Cina.
      Untuk maksud di atas kaisar Shih Huang Ti dari dinasti Chin yang memerintah di Chang An mengambil beberapa tindakan sebagai berikut:

      1.melarang ajaran Kung Fu Tze karena mendukung feodalisme.
      2. membagi kerajaan menjadi 36 propinsi, setiap propinsi diperintah oleh gubernur selaku kepala pemerintahan yang bertanggung jawab kepada kaisar.
      3. menetapkan standardisasi ( pembakuan) tulisan, satuan ukuran misalnya timbangan, ukuran roda, alat-alat pertanian.
      4.membangun tembok besar Cina sepanjang 2.250 Km, untuk membendung masuknya suku-suku pengembara (nomaden) dari Utara (uraian lebih lanjut bacalah halaman 23 )

      Setelah Shih Huang Ti wafat pada tahun 210 SM, para gubernur dari tiap-tiap propinsi berupaya untuk merebut kekuasaan tertinggi di Cina. Dalam keadaan kacau tersebut tampillah tokoh Liu Pang dan pasukannya yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan kemudian menduduki tahta, Liu Pang mendirikan dinasti baru bernama dinasti Han.

      D. Dinasti Han (207 SM – 221 M)
      Pendiri dinasti Han ialah Liu Pang. Pemerintahan dinasti Han kembali menjalankan sistem feodalisme dan mengijinkan kembali filsafat konfusianisme. Bahkan ajaran konfusianisme menjadi salah satu mata ujian bagi calon penghuni negeri. Masa pemerintahan dinasti Han mencapai puncak kejayaan di bawah kaisar Han Wuti. Wilayah kekaisaran Cina mencapai Asia Tengah (Turkistan), Korea, Mansyuria Selatan, Anam, dan Sinkiaing (daerah utara Tibet). Selain wilayahnya yang luas kaisar Cina juga menjalin hubungan dengan mancanegara. Jalur perdagangan ke Barat sampai Roma di kenal dengan sebutan “Jalan Sutera”. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan jalan Sutera?
      Jalan sutera adalah jalur perdagangan dari daratan Cina melalui jalan darat melewati padang rumput di Asia Tengah secara berantai sampai ke Roma. Karena komoditi dagangan dari Cina terutama adalah sutera maka jalur perdagangan itu disebut jalan sutera.

      Setelah kaisar Han Wu Ti meninggal, dinasti Han mengalami kemunduran dan runtuh tahun 221 M. Negeri Cina mengalami kekacauan bahkan pernah dikuasai oleh bangsa Tar-Tar, sehingga masa ini disebut masa kegelapan. Pada abad 7 muncul dinasti baru di Cina yaitu dinasti Tang dari tahun 618 – 906. Sejak dinasti Tang terjalinlah hubungan dagang antara negeri Cina dengan kerajaan-kerajaan Nusantara. Hal ini ditandai dengan kunjungan para musafir dari Cina misalnya I Tsing di Sriwijaya. Laksamana Cheng Ho dan Ma Huan berkunjung ke Majapahit.

      Filsafat Cina

      Ketiga pemikir yang akan dibahas berikut ini sama-sama hidup di zaman dinasti Chou (Zhou). Ajaran mereka muncul sebagai reaksi terhadap pemerintahan yang korup serta akhlak masyarakat yang merosot.
      A. Lao Tse 605 – 531 SM.
      Ajaran Lao Tse dituangkan dalam buku berjudul “ Tao Te ching “. Ia percaya adanya semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi yang bernama Tao. Ajaran Lao Tse disebut Taoisme. Ia mengajarkan agar orang harus menyesuaikan dengan kodrat alam untuk meraih hidup sejati.

      Selanjutnya Taoisme juga mengajarkan bahwa di atas alam terdapat kerajaan Langit yang diperintah oleh dewa langit atau Hoo Tsien. Di bumi ada kerajaan bumi yang diperintah oleh Huang Ti. Bila raja yang memerintah tidak baik maka Dewa Langit akan menegur dan memberi hukuman melalui bencana alam atau pemberontakan. Jadi setiap orang harus menghormati Dewa Langit, raja dan arwah nenek moyang, karena nenek moyanglah yang menurunkan mereka.
      Setelah Lao Tse berikut ini dapat Anda pelajari ajaran Kung Fu Tse.

      B. Kung Fu Tse 551 – 479 SM.
      Sosok pribadi Kung Fu Tse yang selama ini diketahui dapat Anda lihat pada gambar di samping. Dibandingkan dengan Lao Tse, ajaran Kung Fu Tse jauh lebih banyak penganutnya bahkan tersebar meluas. Ajaran Kung Fu Tse menekankan bahwa akhlak yang bobrok dapat diperbaiki dengan membangun kembali keselarasan dalam masyarakat sebagaimana telah dialami oleh leluhur. Keselarasan meliputi semua pihak artinya pemerintah maupun rakyat, tua maupun muda.

      Masyarakat terdiri atas keluarga. Dalam keluarga bapaklah yang menjadi pusatnya. Seorang bapak harus mengurus anak-anaknya dengan baik. Sebaliknya anak-anak harus hormat dan patuh terhadap orang tuanya. Negara dipandang sebagai keluarga besar dengan raja sebagai bapaknya. Oleh karena itu raja harus memerintah rakyatnya dengan baik dan bijaksana. Sebaliknya rakyat harus hormat dan taat kepada rajanya seperti anak kepada bapaknya. Filsuf ketiga yang akan Anda pelajari adalah Meng Tse.

      C. Meng Tse 372 – 280 SM.

      Melengkapi ajaran Kung Fu Tse manusia itu pada dasarnya baik. Kebaikan baru tampak jika terdapat keselarasan masyarakat. Karena itu pendidikan amat perlu. Seandainya pemerintah tidak beres rakyat punya hak untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan.

      Oleh karena pendapatnya tersebut, ia dianggap sebagai peletak dasar ajaran demokrasi bagi masyarakat Cina. Jika raja memerintah dengan sewenang-wenang, maka para menteri berkewajiban untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikan peringatan tersebut maka para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

      Kepercayaan Cina

      Masyarakat lembah sungai kuning menganut polytheisme. Mereka memuja dewa-dewi yang mempunyai kekuatan alam. Dewa yang mereka sembah antara lain: Feng Pa (dewa angin ), Lei -Shih (dewa angin topan yang digambarkan sebagai naga besar), Tai Shan (dewa yang menguasai bukit suci ), Ho Po (dewa penguasa sungai Hoang-Ho). Untuk memuja Ho Po setiap tahun diadakan upacara yang dipimpin oleh para pendeta perempuan dengan memberi sesaji berupa gadis tercantik di Cina yang diterjunkan di sungai Hoang Ho tersebut.

      Dewa langit adalah dewa yang mendapat pemujaan tertinggi. Masyarakat Cina memuja dewa langit yang disebut Syang, karena langit adalah pemberi hujan dan panas matahari. Sedangkan bumi sebagai lahan yang menerima sinar matahari dan hujan dari langit. Sehingga masyarakat juga memuja dewi bumi. Selain pemujaan kepada dewa-dewa masyarkat Cina juga memuja arwah leluhur. Upacara pemujaan dilakukan oleh anak laki-laki tertua.

      Pada masyarakat Cina di Indonesia sampai saat ini tradisi tersebut terus dilestarikan. Sebagai contoh: adanya meja abu di tiap rumahnya.

      Peninggalan Budaya Cina

      Hasil-hasil peninggalan peradaban masyarakat lembah sungai kuning (Hoang Ho) yang terkenal dapat Anda ketahui sebagai berikut:

      A. Seni Bangunan.
      Salah satu peninggalan bangunan yang termasuk bagian dari tujuh keajaiban dunia adalah tembok besar. tembok besar ini dibangun sejak masa pemerintahan dinasti Chin untuk membendung masuknya bangsa pengembara dari utara misalnya suku Hsiung Nu ke daratan Cina. Pembangunan tembok tersebut di lanjutkan oleh dinasti-dinasti berikutnya sampai dinasti Ming 1364-1644. Sehingga panjangnya semula 2.250 Km lalu mencapai 7000 Km, tinggi tembok Cina adalah 16 meter dan lebar 8 meter.

      B. Keramik
      Keramik merupakan salah satu peninggalan budaya bangsa Cina yang bermutu tinggi. Keramik yang berglasur (diberi lapisan keras yang berkilap) serta porselin Cina yang indah dibuat dengan teknik yang tinggi. Mangkuk, cawan dan piring-piring keramik Cina dikenal di Eropa juga di Indonesia. Tiap-tiap dinasti di Cina meninggalkan jenis keramiknya masing-masing.

      C.

      Penemuan Kertas dan Alat Cetak. (Kalau ada sisipkan gambar/foto mesin cetak temuan pertama Cina)
      Pada jaman dinasti Han, bangsa Cina telah menemukan kertas sekitar tahun 150 M, serta tinta, sehingga dikenal adanya istilah “tinta Cina”. Bangsa Cina juga menemukan tik gerak (movable type) yaitu blok-blok kayu dengan huruf-huruf yang dicungkil ke luar. Dengan penemuan kertas dan alat cetak tersebut memungkinkan adanya penerbitan buku-buku dalam jumlah yang besar dan dengan harga murah. Bangsa Cina termasuk bangsa yang sangat memperhatikan tulisan. Penemuan kertas dan alat cetak juga membantu penyebaran karya sastra di Cina. Para pujangga Cina yang terkenal antara lain:

      * Szema Tzien yang hidup pada masa dinasti Han. Ia menulis buku sejarah berjudul “ Shi – Ji “ yang meliputi jaman purba sampai masa pemerintahan Han Wuti.
      * Li Tai Po, seorang penyair yang hidup pada jaman dinasti Tang.

      Dari uraian tersebut tentu timbul pertanyaan dalam diri Anda, apakah betul bangsa Cina itu penemu alat cetak yang pertama di dunia?

      Jawabannya adalah ya, sebagai perbandingan, bangsa Eropa baru menemukan alat cetak buku tahun 1440 di Haarlem (Belanda) oleh Laurens Janszoon Coster. Penemu yang lain ialah Johann Gutenberg dari Jerman tahun 1457.

      D. Astronomi.
      Ilmu pengetahuan yang telah berkembang sejak jaman dongeng antara lain astronomi atau ilmu perbintangan. Ilmu astronomi digunakan untuk:

      1. menentukan penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan;
      2. meramal masa depan manusia dan masa depan negara khususnya saat memasuki tahun baru imlek;
      3. mengetahui saat terjadinya gerhana matahari dan bulan; dan
      4. mengetahui perputaran atau pergantian musim yang erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian dan pelayaran.

      demikian materi singkat tentang peradaban lembah sungai Kuning yang saya ambil dari e-dukasi.net. mungkin masih banyak kurangnya, tapi semoga bisa sedikit membantu ya.

  16. 22 Desember 2009
    icha permalink

    maff boleh saya tahu sumber buku / artikel tentang kepercayaan masyarakat lembah sungai kuning ..

  17. 3 Februari 2010
    andre permalink

    tolong bantu saya mengetahui seluk beluk peradaban babilonia lama dan babilonia baru

    • 3 Februari 2010

      Sumeria (± 3000 SM)
      Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.
      1. Bagaimanakah kehidupan masyarakat Sumeria?
      Bangsa Sumeria mengembangkan kehidupannya dengan mengusahakan pertanian. Untuk mengairi tanah pertaniannya dibuatlah saluran air dari kedua sungai itu. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak menggunakan tenaga hewan yaitu keledai dan lembu. Untuk mengangkut hasil panen dan keperluan yang lain mereka membuat kereta atau gerobak yang diberi roda. Hasil utama pertanian ini adalah gandum kemudian jemawut dan jelai. Konon bangsa Sumeria adalah bangsa yang mengenal roda dan gandum yang pertama kali di dunia.
      2. Sistem pemerintahan
      Bangsa Sumeria mengembangkan pemerintahan yang berpusat di kota Ur dekat muara sungai Eufrat. Para penguasa memiliki kekuasaan yang sangat besar. Selain sebagai kepala pemerintahan, Raja juga sebagai kepala agama sehingga raja disebut Patesi (Pendeta Raja). Raja bertanggungjawab terhadap kehidupan masyarakat baik lahir maupun batin. Raja harus mampu mengatur kehidupan ekonomi, keamanan atau ketentraman, hukum dan peradilan serta kehidupan keagamaan.
      Salah seorang patesi bernama Ur Nanshe. Ia adalah Raja yang membangun kota Lagash sekitar tahun 2500 SM. Tindakan Ur Nanshe diikuti oleh Patesi (Raja) Gudea yang memerintah kira-kira tahun 2400 SM. Dialah yang menjadikan kota Lagash jadi kota yang paling berarti di Sumeria.

      Jika disebutkan raja adalah juga sebagai kepala agama lalu bagaimanakah sistem kepercayaan bangsa Sumeria? Simaklah uraian berikut ini.
      3. Sistem kepercayaan
      Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme. Mereka percaya dan menyembah banyak dewa. Salah satu dewa utama adalah Marduk. Selain itu ada dewa-dewa yang menguasai alam, yang mereka sembah yakni Enlil (Dewa bumi), Ea (Dewa air), Anu (Dewa langit), Sin (Dewa bulan), Samas (Dewa matahari) dan Ereskigal (Dewa kematian).
      Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia.
      Setelah membaca sistem kepercayaan bangsa Sumeria, Anda dapat mempelajari peninggalan budayanya dari uraian di bawah ini.
      Peradaban bangsa Sumeria yang telah tinggi dapat diketahui melalui peninggalan budayanya sebagai berikut.
      a. Bangunan
      Pada umumnya ditemukan kuil untuk pemujaan yang disebut ziggurat.
      Ziggurat berasal dari kata zagaru yang artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin lama makin kecil (perhatikan gambar 15).

      Gambar 15. Ziggurat
      Bahan bangunan di Mesopotamia pada umumnya terbuat dari tanah liat yang dijemur. Dengan memperhatikan ziggurat, ingatkah Anda akan bangunan megalith di Indonesia yang berfungsi sebagai tempat pemujaan? Tentu Anda ingat, bangunan itu adalah punden berundak.
      b. Tulisan
      Tulisan bangsa Sumeria disebut tulisan paku (cunei form). Mereka menggunakan ± 350 tanda gambar dan setiap gambar merupakan satu suku kata.
      Huruf-huruf itu dituliskan pada papan tanah liat yang digoresi/ditulisi menggunakan karang yang keras dan berujung tajam. Mengapa tulisan itu disebut tulisan paku? Disebut demikian karena huruf itu berbentuk seperti paku atau baji (perhatikan gambar 16).

      Gambar 16. Tulisan Paku.
      Huruf paku sudah dikenal sejak tahun 3000 SM digunakan untuk mencatat hasil panen, harta benda serta urusan perdagangan.

      Huruf paku disebarkan oleh bangsa Funisia di sekitar Laut Tengah. Bangsa Yunani mengambil dan mengembangkan menjadi huruf Alfa, Beta dan Gama. Kemudian bangsa Romawi mengembangkan menjadi huruf Latin.
      c. Pengetahuan
      Bangsa Sumeria memberikan sumbangan yang penting bagi dunia dalam bidang matematika. Mereka mengembangkan hitungan dengan dasar 60 (disebut sixagesimal) Penemuan mereka tentang hitungan lingkaran adalah 360o, satu jam adalah 60 menit, 1 menit adalah 60 detik masih kita gunakan sampai sekarang.
      Pengetahuan di atas menjadi dasar untuk penghitungan waktu untuk satu hari adalah 24 jam, satu bulan adalah 30 hari, satu tahun adalah 12 bulan. Penghitungan waktu disebut dengan sistem penanggalan yang nanti dikembangkan oleh bangsa Babilonia. Penghitungan kalender Babilonia berdasarkan pada peredaran Bulan (disebut sistem lunar atau kalender Komariah).

      Sebagai kesimpulan mengenai peradaban Sumeria, berikut ini akan disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
      Tabel 6. Peradaban Sumeria.

      Akkadia (± 2350 SM)
      Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasilmengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon yang dapat Anda lihat gambar patung di bawah ini.

      Gambar 17. Patung Raja Akkadia
      Mereka memilih Agade sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit.
      Babilonia (±1900 SM)
      Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Bagdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan.

      Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (1948-1905 SM).
      Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Seperti nampak pada gambar 3.17 di samping. Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi.

      Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan pencurian”. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai karena ketaatan pada hukum.

      Gambar 18. Patung Hammurabi.
      Assyria (±1200 SM)
      Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Anda dapat melihat pada gambar peta di muka.

      Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Apa sebab muncul gelar tersebut? Karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
      Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
      Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah.

      Apakah di daerah Anda ada perpustakaan umum? Atau apakah di sekolah penyelenggara ada perpustakaan? Pernahkah Anda berkunjung ke perpustakaan tersebut? Tema-tema bacaan apa yang Anda minati? Ingat, buku adalah jendela ilmu pengetahuan.
      Setelah mengalami masa kejayaan kurang lebih 6 abad, kerajaan Assyria hancur. Apa sebab demikian? Selama masa pemerintahan bangsa Assyria, bangsa-bangsa yang ditaklukkan mencoba menyusun kekuatan untuk mengalahkannya sehingga pada tahun 612 SM bangsa Khaldea dapat menghancurkan Niniveh.
      Babilonia Baru
      Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia.
      Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya.
      Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial).

      Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 539 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia

  18. 18 Februari 2010

    Assalamualaikum…salam kenal pak….bagus sekali blognya pak…apa boleh saya link ke blog saya? kebetulan saya juga mengajar sejarah…jgn lupa kunjungi blog saya jg….
    terimakasih banyak pak…
    Wassalam

    • 24 Februari 2010

      Sama-sama pak Mustaqim, salam HISTORIA selalu, silahkan di Link, saya sangat senang bisa ketemu sama-sama guru sejarah…matur nuwun

  19. 28 Februari 2010
    feny permalink

    pak bisa menemukan “peta persebaran manusia purba indonesia” ga? makasih.

    • 3 Maret 2010

      sudah saya muat di artikel tenatang Manusia Purba, coba di lihat lagi ya, memang bukan berwarna tp sedikit banyak bisa membantu, maaf lho sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS

  • THANKS FOR :

    Google.

    Yahoo.
    Gmail

    Wordpress.
    Photobucket.
    Okezone