Guest Teacher di Pelajaran Antropologiku…

Tanggal 26 September 2012 yang lalu, di jam pelajaran antropologi yang aku ampu, ada suasana lain yang coba aku berikan kepada siswa kelas XI Bahasa MAN 1 Surakarta. Hari itu aku mengajak seorang “Guest Teacher” atau guru tamu ke kelas. Siswa-siswi XI Bahasa pada heran, ” kenapa pak Rusdi “ menggandeng ” seorang cewek ( mungkin  itu pikiran mereka kali ya.!?) Namun biar rasa penasaran mereka tidak berlarut-larut, aku sampaikan perkenalan kepada mereka. Pagi itu aku mengundang guru tamu ke pelajaran antropologi untuk menyampaikan presentasi/pemaparan atau apalah istilahnya, seputar  budaya di Amerika Serikat khususnya di kalangan remajanya. Pagi itu aku membawa tamu istimewa, kenapa ? karena dia adalah alumni MAN 1 Surakarta tahun 2007. Namanya Elliyina, sering dipanggil Yiyin. Waktu di MAN 1 Surakarta, dia berada di kelas XII IPA dan saat itu kebetulan aku juga mengajar sejarah di kelasnya. Yiyin ini kebetulan pernah mengenyam “bangku kuliah” di negeri Paman Sam, yaitu di Colorado State University. Yiyin aku undang dalam rangka memberikan paparan tentang budaya di Amerika Serikat, khususnya di kalangan remajanya. Oya lupa, antropologi yang aku ampu ini adalah pelajaran yang mengkaji tentang budaya manusia. Nah…kebetula materi yang akan aku sampaikan adalah PENGARUH BUDAYA ASING DI INDONESIA, makanya sebelumnya masuk ke materi aku kasih dulu gambaran tentang budaya di Amerika dengan mengundang Yiyin.

Terus terang ini adalah “kerjasama tanpa sengaja” antara aku dan Yiyin. Ceritanya dulu pas dia PPL di MAN 1 Surakarta ( dia mengambil jurusan bahasa Inggris di IAIN Surakarta- dulu namanya STAIN Surakarta), waktu dia mengabsen ke kelas-kelas, kebetulan aku sedang mengajar di kelas XI Bahasa. Nah…kebetulan lagi ( wah serba kebetulan ya…), materi yang sedang aku sampaikan adalah tentang PENGARUH BUDAYA ASING DI INDONESIA, aku panggil saja dia untuk sharing tentang pengalamannya selama kuliah di Amerika. Siswa sangat senang dengan model pembelajaran ini. Kenapa ? Karena mereka akan mendapat gambaran langsung tentang budaya masyarakat Amerika dari orang yang pernah kuliah di sana. Banyak pertanyaan meluncur dari siswa-siswaku, seperti misalnya :” Bagaimana model pembelajaran di sana ?, ” Apakah pembelajarannya seperti di Indonesia ? bahkan ada juga yang bertanya semakin”dalam” yaitu “apakah benar remaja-remaja di Amerika pergaulannya sangat “Bebas” ??? Pertanyaan-pertanyaan yang menurutku menunjukkan bahwa mereka sangat haus “informasi” tentang hal ini. Semoga dengan pembelajaran seperti ini bisa meningkatkan semangat belajar siswa-siswaku, khususnya dalam pelajaran Antropologi. Yang jelas semua dilakukan agar kualitas pembelajaran semakin meningkat. Sukses buat siswa-siswaku XI Bahasa MAN 1 Surakarta.Berikut ini foto-fotonya:

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya, lolos lomba multimedia…

Penantianku akhirnya terjawab sudah. Setelah menunggu hampir dua bulan akhirnya aku dinyatakan lolos dalam lomba pembuatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) yang diselenggarakan oleh BPTIKP ( Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Namaku masuk diantara 23 peserta lomba untuk jenjang SMA/MA. Suatu kebanggan tentunya buatku. Namun ini belum akhir karena “pertarungan” sesungguhnya baru akan dimulai. Menurut jadwal yang disusun oleh panitia, babak final lomba MPI jenjang SMA/MA akan diselenggarakan pada tanggal 4 – 5 Oktober 2012 bertempat di BPTIKP Dinas Pendidikan Jawa Tengah Jl. Prof Dr. Hamka No. 15, Ngaliyan Raya Semarang. Sejak semula aku tidak memasang target lolos final, namun sekarang karena sudah masuk babak final rasanya beralasan jika aku berharap bisa menjadi salah satu pemenang. Namun yang terpenting adalah pengalaman. Pengalaman mengikuti perlombaan seperti ini terus terang bagu pertama kali buatku dan saat ini kesempatan itu tiba. Tidak akan kusia-siakan kesempatan ini, karena mungkin tidak akan datang lagi kesempatan kedua. Semoga harapanku bisa menjadi kenyataan. Mohon do’a dari semuanya.Untuk nama-nama peserta  bisa dilihat di sini.

Belajar Sejarah Dengan Konsep Environmental Education

Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN - Tbilisi, Georgia - USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].

Pendidikan tentang lingkungan (enviromental-education) saat ini telah mulai diterapkan di segala bidang. Apa inti dari konsep ini ? Pendidikan diharapkan tidak hanya menekankan pada tiga aspek yang selama ini kita kenal, afektif, kognitif, dan psikomotor, namun juga mulai merambah pada aspek lingkungan. Idenya adalah bagaimana dalam pembelajaran kita bisa menyisipkan pesan-pesan tentang peduli lingkungan kepada siswa,  agar mereka nanti tidak hanya cerdas secara pengetahuan namun juga cerdas secara sikap, khususnya terhadap lingkungan.

Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.

Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup

ENVIRONMENTAL-EDUCATION UNTUK SEJARAH ?

Bagaimanakah penerapan konsep enviromental-education dalam pelajaran sejarah ? Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi pengalaman tentang pembelajaran sejarah yang dikombinasikan dengan pendidikan lingkungan dalam bentuk yang sederhana. Konsepnya adalah bagaimana siswa bisa memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekolah untuk bisa diolah dan dibuat menjadi media belajar sejarah yang murah, meriah, inovatif, dan edukatif. Dalam kesempatan ini, saya memberikan tugas kepada siswa untuk membuat PAPAN DISPLAY SEJARAH yang memuat info/materi sejarah, dalam hal ini materi KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA kelas XI IPA Semester gasal, dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang banyak terdapat di sekolah. Kelas yang saya libatkan dalam kegiatan ini adalah Kelas XI IPA 2 Program Boarding School MAN 1 Surakarta.

Tugas dikerjakan secara berkelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 orang ( atau menyesuaikan). Mereka wajib membuat model atau konsep PAPAN DISPLAY dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang telah di dapatkan. Pada akhir kegiatan, semua hasil kegiatan akan di DISPLAY/ DIPAMERKAN di halaman sekolah. Kenapa di halaman sekolah ? Saya mengharapkan agar siswa semakain sadar bahwa tidak selamanya sampah-sampah yang ada di lingkungan, yang selama ini hanya sekedar dibuang atau dibakar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Selain itu untuk lebih menambah antusiasme siswa terhadap pelajaran sejarah yang selama ini identik dengan pelajaran hafalan dan membosankan.

Monumen Pahlawan di Klaten

1. MONUMEN MBKD

Letaknya di Dk. Pecokan Rt. 07 Rw. 11 Ds. Kepurun Kec. Manisrenggo, diresmikan pada tanggal 19 Desember 1982 oleh Adam Malik. Monumen MBKD merupakan tugu peringatan rakyat semesta untuk memperingati keberhasilan perang Permesta dalam menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Di belakang tugu MBKD ini terdapat prasasti yang berisi perintah kilat dengan tulisan:

  • Kita telah diserang
  • Pada tanggal 19-12-1948 angkatan perang Belanda menyerang kotaYogyakarta dan lapangan terbang Maguwo
  • Pemerintah Belanda telah membatalkan persetetujuan gencatan senjata.
  • Semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda., dikeluarkan di tempat tgl. 19-12-1948 jam 08.00 Panglima Besar Angkatan perang Letnan Djendral Soedirman
  • 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan RI
  • 19 Desember 1948 Perang rakyat semesta berencana dengan penuh kesadaran Nasional mulai digerakkan diseluruh Nusantara untuk mengusir kolonialis Belanda yang mau menjajah kembali Indonesia dan menduduki ibu kota RI Yogyakarta.
  • 1 Maret 1949 serangan umum dilancarkan terhadap kolonialisme Belanda di ibu kota RI Yogyakarta pada siang hari dan tentara Nasional Indonesia menguasai Ibu Kota RI selama 6 jam.
  • 29 Juni 1949 Perang rakyat semesta memaksa Kolonialis Belanda meninggalkan Indonesia secara berangsur-angsurdimulai dari Ibu kota RI Yogyakarta.
  • 1 Mei 1963 Irian Barat kembali ke pangkuan Republik Indonesia dan RI bersih dari Kolonialis Belanda.

Berhasilah perang Rakyat Semesta dalam menegakkan kedaulatan dan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tugu peringatan perang rakyat semesta ini dibangun atas prakarsa Yayasan 13-12-1948 untuk memperingati keberhasilan rakyat semesta dalam menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga saat ini setiap tahun diadakan napak tilas jalan Klaten – Kepurun sekitar 25 Km dengan start dari Pemda Klaten dan finish di Monumen MBKD Manisrenggo.

 

Gambar  Monumen MKBD Manisrenggo

2. TUGU PERWARI 17-12-1945
Letaknya di jalan Pemuda ( Pojok Dinas Pendidikan kab. Klaten, Ds. Tegalyoso, Kec. Klaten Selatan diresmikan oleh Prof Dr. Emil Salim ( Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup ) pada tanggal 27 Desember 1986. Monumen/ Tugu Perwari merupakan tugu peringatan bagi Persatuan Wanita Republik Indonesia dalam keikutsertaannya dalam Perang kemerdekaan RI 1945.

 

Gambar Tugu Perwari

3. MONUMEN JUANG 45 KLATEN
letaknya di jl. Pemuda (GOR Gelar Sena Klaten ), desa. Jonggrangan, kec. Klaten Utara, diresmikan oleh Soepardjo Roestam pada tgl. 20 Mei 1976. Monumen Juang 45 merupakan monumen yang mengabadikan perjuangan bangsa Indonesia khusunya rakyat Klaten, mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan, membangkitkan keyakinan dan kesadaran masyarakat tentang perjuangan fisik bangsa Indonesia. mewariskan nilai-nilai persatuan dan kesatuan tekad jiwa dan semangat juang tahun 1945.

 

Gambar Monumen Juang 45

4. TUGU PELURU WONOSARI
letaknya di jl . Wonosari – Solo, desa. Padasan, kec. Wonosari, diresmikan oleh Bupati Klaten pada tanggal November 1983. Monumen Tugu peluru merupakan tugu peringatan bahwa di Wonosari tepatnya di Desa Padasan, tanggal 14 Juli 1949 telah terjadi pertempuran antara Laskar Gerilya Arjuna Rayon IV dengan tentara Belanda.

Gambar Tugu Peluru Wonosari

5. MONUMEN KESAKSIAN WONOSARI
Letaknya di desa. Bentangan, kec. Wonosari dibangun tahun 1988, diresmikan : oleh Camat Wonosari Amir Alwan, BA, pada tanggal  10 November 1989. monumen Tugu Kesaksian merupakan tugu peringatan bagi Tentara Pelajar Detasemen II Brig 17 Umum dan Khusus Kelompok regu sebagai relawan peristiwa Wonosari Kamis Pon 14 Juli 1943. Di kanan kiri monumen terdapat prasasti dengan tulisan :

Telah dipugar oleh kawan-kawan seperjuangan bersama masyarakat desa Pandanan dan desa Bentangan pada hari Sabtu legi 9-8-1997

Atas nama rakyat desa Pandanan dan desa Bentangan kecamatan wonosari dan para kepala tentara pelajar detasemen 017 sebagai pelopor peristiwa Wonosari, kamis Pon 14 Juli 1949 telah mendirikan tonggak monumen kepada pahlawan pejuang perang yang telah gugur pada peristiwa Wonosari sebagai pandu Proklamasi.

 

Gambar Monumen Kesaksian Wonosari

6. MONUMEN / TUGU OBOR
Letaknya di jl . Pramuka ( Depan Stasiun Klaten ) desa . Klaten, kec. Klaten Tengahm dibangun 10 November 1947, diresmikan oleh Bupati Klaten. Monumen/ Tugu Obor merupakan tugu peringatan Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950 dengan bertuliskan Granggang Makarti Ngusir Penjajah 1945 Tetep Dadi Trus Merdika 1946 Budi Daya Arjaning Jana Pada.

 

 Gambar Monumen Tugu Obor

7. TUGU WASESO
Letaknya di dukuh. Pandanan RT. 05 RW. 02, desa. Soropaten, kec. Karanganom, dibangun diatas tanah seluas 20 x 20 m dan satu kompleks dengan makam Kyai Karsorejo, dibangun 10 November 1947,Monumen/ Tugu Waseso merupakan tugu peringatan bagi pahlawan dari desa Pandanan yang bernama Kyai Karsorejo, bahwa pada tahun 1935 sampai dengan tahun 1945 Kyai Karsorejo bertemu dengan mantan presiden RI Bung Karno bermusyawarah tentang keberadaan penjajahan Belanda dan saat tahun tersebut, Kyai Karsorejo ditahan oleh penjajah Belanda karena mengibarkan bendera Merah Putih. dan sebagai peringatan dibangunlah prasasti dengan membangun menara setinggi 12,5 m dengan dinamai Tugu Waseso yang pada masa itu berfungsi untuk mengintai musuh, pada saat ini setiap bulan Syura diadakan ritual jamas keris dengan disertai kirab dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada setiap malam Jum’at Pon dan setiap bulan Suro masih tetap dilestarikan hingga saat ini dengan mengambil ceritera wayang Bharata Yuda Joyobinangun. Ritual wayang ini sudah sejak tahun 1946 dilaksanakan hingga saati ini

 Gambar Tugu Waseso

8. TUGU PELURU KLATEN UTARA
letaknya di jalan Pemuda (Depan Kantor Pertanahan Klaten ), klaurahan Barenglor, Kec. Klaten Utara dibangun 10 November 1947, diresmikan oleh Bupati Klaten, Monumen Tugu peluru merupakan tugu peringatan SERSAN SADIKIN DAN KOPRAL SAYEM karena di tempat dibangunnya tugu ini gugurnya pahlawan sersan sadikin dan Kopral Sayem dalam pertempuran antara Tentara kita TNI melawan dua pesawat Terbang Belanda ( Cocor Merah ) pada Perang Kemerdekaan I bulan Juli 1947.

 

Gambar Tugu Peluru Klaten Utara

 9. TUGU SLAMET RIYADI

Letaknya di dukuh.sidorejo, desa. Sidorejo.kec. Polanharjo, dibangun diatas tanah seluas 10 m x 12 m, pada tahun 1998, diresmikan oleh Bupati Klaten, Monumen Tugu Slamet Riyadi merupakan tugu peringatan Letkol IGN Slamet Riyadi dalam perjuangannya melawan peninn yang dilakukan Belanda di Surakarta menimbulkan perlawanan besar-besaran dibawah pimpinan Letkol Ignatius Slamet Riyadi, peristiwa tersebut dikenal dengan Serangan Umum 4 hari Solo dan pada saat singgah di Desa Sidorejo Kec. Polanharjo bersama-sama dengan rakyat desa Sidorejo pada masa Serangan Umum di Solo dalam melawan Belanda /penjajahan, maka dibangunlah Monumen Slamet Riyadi.

 

Gambar Tugu Slamet Riyadi

10, MONUMEN PATUNG KEMERDEKAAN SOEKARNO
Letaknya didukuh . Jonggo desa. Karangasem, Kec. Cawas, dibangun, tahun 2002, diiresmikan oleh H.Muhamad Pranada tgl 6 Juni 2002, monumen Patung kemerdekaan Soekarno merupakan tugu peringatan untuk mengabadikan perjuangan Soekarno dan para pejuang Dukuh Jonggo :

– Syamsi Mangun Dimejo dibuang ke Digul tahun 1933 s.d 1937 bersama Soekarno,

– Syayat Prawiro Dinomo dan Wakiman Ponco Mulyono dibuang ke Pondok Waluh Jember tahun 1933 s.d. 1935

Monumen ini  untuk mengenang bahwa Bung Karno pernah singgah di Dukuh Jonggo Desa Karangasem di rumah Syamsul Mangun Dimejo, yang datang pada jam 08.00 WIB pada bulan Februari 1927 s.d. 1929 untuk menggalang semangat rakyat untuk mengusir semangan penjajahan. Adapun semua pejuang tadi telah menerima penghargaan dari Pemerintah dan mendapat SK Perintis Kemerdekaan dari Presiden. Asal mula gagasan pendirian patung Bung Karno ini dari Kades Karangasem Sdr. Sugiyanto yang juga sebagai keluarga para pejuang. Makam dari para pejuang tadi dibangun oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk biaya pembuatan patung dari H.Muhamad Pradana anak Ibu Mega dengan Taufik Kiemas.

 

 Gambar Monumen Patung Sukarno

FAKTA ILMIAH ADANYA PERANG MAHABHARATA (PERANG NUKLIR ZAMAN PRASEJARAH?)

Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ±5000 tahun yang silam.

Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.434 pengikut lainnya.