Dari A2DC Sampai AAC, Ada Apa dengan Cinta ?

ada-apa-dengan-cinta.jpg film-ayat_ayat_cinta.jpg

Sesungguhnya tidak ada apa-apa dengan cinta. Ia hanya sebuah kata yang sejak dulu memang sulit untuk didefinisikan apa maknanya. Eksisitensinya hanya dapat dirasakan dalam bentuk tindakan nyata. Rasulullah selama dua puluh tiga tahun menebarkan cintanya untuk membawa manusia dari kekelaman masa jahiliyah menuju peradaban Islam yang penuh dengan cahaya pencerahan.

Karena cintanya kepada rakyat, pada suatu malam Umar bin Khattab rela memanggul sendiri sekarung gandum yang diperuntukkan bagi sebuah keluarga yang tengah kelaparan saat beliau menjadi khalifah. Cinta Ali bin Abi Thalib kepada Allah membawanya pada keadaan tak merasakan pedihnya luka saat beberapa anak panah menancap di punggungnya yang bersamaan dengan itu ia tengah menunaikan shalatnya. Kecintaan Dareen Abu Eesya pada Allah jua yang telah mengantarkan gadis Palestina itu menjadi syahidah dalam aksi bom syahid melawan zionis Israel.

Tidak ada apa-apa dengan cinta. Karena cinta tetap saja menjadi tali pengikat bagi kaum Muslimin untuk senantiasa empati kepada sesamanya. Disebabkan oleh cinta, banyak kaum Muslimin di seluruh dunia yang turut berkorban jiwa dan raga untuk bersama-sama berjihad di tanah Bosnia. Disebabkan oleh cinta, mujahid-mujahid di Iraq tetap eksis, semata-mata untuk mempertahankan kehormatan diri mereka yang dirongrong oleh kebiadaban tak berkesudahan.

Disebabkan oleh cinta, hampir seluruh Muslim di dunia mengutuk kebiadaban dan keangkuhan Israel yang melakukan agresi ke wilayah Palestina. Dan disebabkan oleh cinta, sebagian mereka bersedia untuk diterjunkan ke sana guna membantu perjuangan saudara-saudaranya.

Sungguh, tidak ada apa-apa dengan cinta. Ia masih menjadi energi besar bagi para ibunda untuk mengasuh buah hati mereka sejak bayi hingga dewasa. Dengan cinta yang tiada batas para orang tua ikhlas memeras keringat banting tulang demi kesuksesan masa depan anak-anaknya. Maka patut dipertanyakan kadar cinta seorang ibu yang dengan tega membunuh janin yang dikandungnya hanya untuk menutupi topeng wajahnya yang berlumuran kotoran karena dosa perzinahan. Dan menjadi tanda tanya besar sejauh mana cinta kita saat menitipkan para orang tua ke panti-panti jompo di usia senja mereka. Apakah kita sudah kehilangan rasa cinta?

Cinta merupakan sumber energi besar yang dapat memberikan santapan ruhani, menguatkan dan menyejukkan hati. Lebih dari itu, bahkan ialah kehidupan itu sendiri, yang barangsiapa terhalang darinya maka ia ibarat mayat; ialah cahaya yang barangsiapa terhalang darinya maka ia berada dalam kegelapan yang pekat.

Sesungguhnya tidak ada apa-apa dengan cinta, karena mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia. Kecuali jika hati kita telah dibutakan oleh cinta manusia yang tak kekal adanya. Manganggap cinta manusia adalah segala-galanya dan menduakan cinta tertinggi kepada Allah justru hanya akan menenggelamkan kita pada kedurhakaan yang teramat besar.

Tak ada apa-apa dengan cinta, sebab Yang Maha Mencintai senantiasa bersama para hamba yang mempersembahkan cintanya dengan berkorban harta dan jiwa, yang berjihad dalam berbagai dimensi kehidupan demi tegaknya kemuliaan Islam dan kehormatan harga diri umat Islam. Rasulullah pun telah mengajarkan do’a kepada kita untuk memohon cinta dari-Nya; “Ya Allah, berilah aku cinta-Mu, cintanya orang yang mencintai-Mu, dan cintanya orang yang mendekatkanku pada cinta-Mu. Jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai daripada air yang sejuk.”

Jadi, memang tidak ada apa-apa dengan cinta. So, mengapa kita yang mengaku Muslim maupun –kebanyakan- Muslimah harus menyulitkan diri dengan berdesak-desakan ke gedung pertunjukan film hanya untuk mencari jawaban atas pertanyaan : “Ada Apa dengan Cinta?”

Wallahu a’lam bish shawab.

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 14 Juli 2008, in Tulisanku. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: