KONTROVERSI SUPRIYADI

Misteri Supriyadi


gb

Yogyakarta – Misteri hilangnya Supriyadi, pahlawan PETA, masih belum terpecahkan. Sejarawan Baskara T Wardaya yang sebelumnya menyebut Andaryoko Wisnu Prabu (88) sebagai Supriyadi, menilai bahwa Andaryoko adalah Supriyadi dari Jawa Tengah.

Bagi Baskara, ada dua ‘Supriyadi’ saat ini, yaitu Supriyadi yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah, dan Supriyadi yang berasal dari Blitar, Jawa Timur. Supriyadi dari Semarang alias Andaryoko tidak memiliki garis keturunan dengan keluarga Darmadi di Blitar.

“Memang ada dua versi Supriyadi. Yang satu Supriyadi dari Jawa Timur dan Andaryoko dari Jawa Tengah yang mengaku sebagai Supriyadi,” kata Baskara, sejarawan sekaligus penulis buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (13/8/2008).

Baskara menjelaskan, ada dua tokoh Supriyadi yang muncul, sebagai pelaku peristiwa pemberontakan tentara PETA di Blitar 14 Februari 1945 silam. Keduanya sama-sama tentara PETA.

Tokoh Supriyadi dari Jawa Timur yang disebut sebagai adik tiri dari Oetomo Darmadi adalah anak seorang wedana di Goranggareng, Madiun Jawa Timur. Istri pertama Wedana tersebut melahirkan dua orang anak, yakni Supriyadi dan Wiyono yang keduanya telah meninggal. Dia punya adik tiri salah satunya Oetomo Darmadi yang punya 11 saudara.

“Satunya lagi Supriyadi yang kini bernama Andaryoko berasal dari Jawa Tengah. Ya memang beda Supriyadi-nya dan berasal dari keluarga yang berbeda pula,” tegas Baskara.

Baskara mengaku awalnya kaget saat Andaryoko mengaku sebagai Supriyadi. Dia sebenarnya tidak percaya Supriyadi masih hidup. Namun dia kemudian berinisiatif menulis pengakuan Andaryoko dengan berbagai catatan kaki dan tokoh-tokoh pembandingnya.

“Itu kemudian saya tulis dengan berbagai catatan. Ini adalah bentuk tulisan sejarah lisan. Bukan mononarasi, tapi multinarasi,” kata dia.

Tes DNA Tidak Bisa Dilakukan

Baskara juga mengomentari soal usulan tes DNA untuk membuktikan Andaryoko adalah Supriyadi. Menurut dia, hal tersebut tidak bisa dilakukan jika DNA pembandingnya adalah keluarga Darmadi. Sebab asal-usul keduanya berbeda.

“Ini DNA siapa dengan siapa. Jelas keduanya berbeda dan tidak ada hubunganya. Supriyadi dengan nama Andaryoko dari Semarang Jawa Tengah dan Supriyadi dari Blitar itu jelas tidak ada hubungan apa-apa. Andaryoko itu orang lain lagi,” pungkas dia.

Penelusuran detikcom, Andaryoko dan Supriyadi memiliki tanggal lahir yang berbeda. Andaryoko mengaku lahir di 22 Maret 1920. Sementara Supriyadi, menurut keluarga Darmadi, lahir di Blitar 13 April 1923.

Menurut Soeroto Darmadi, salah seorang keluarga Darmadi, dari tanggal lahir saja, sudah ketahuan bahwa Andaryoko bukanlah Supriyadi. Selain itu, kata Soeroto, wajah Andaryoko sangat berbeda dengan Supriyadi. (djo/asy)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/08/13/133752/987882/10/baskara-andaryoko-wisnu-prabu-supriyadi-dari-jawa-tengah

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 27 Agustus 2008, in BERITA SEJARAH. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: