AMBALAT, HARGA MATI BAGI INDONESIA

VIDEO KAPAL MALAYSIA MASUK WILAYAH AMBALAT

Hubungan Indonesia-Malaysia kembali “memanas”  yang dipicu oleh masuknya kapal-kapal Malaysia ke perairan Ambalat yang berada di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Nunukan.

kdbaunglanggar

Kapal-kapal Malaysia sering masuk wilayah Indonesia

Klaim kedua negara terhadap blok Ambalat konon dipicu oleh penelitian perusahaan minyak Malaysia PETRONAS yang menyatakan bahwa terdapat sumber minyak yang sangat besar di blok Ambalat yang diikuti dengan pembuatan peta baru versi Malaysia dengan memasukkan blok Ambalat dalam peta baru tersebut. Konflik yang paling besar terjadi tahun 2005, saat kapal perang Malaysia menangkapi pelaut Indonesia yang mencari ikan di perairan Ambalat. Kemudian terjadi “gesekan” antara kapal perang Indonesia dan Malaysia. Sebenarnya, bagaimana posisi Ambalat itu ?

GOOGLE EARTH SAJA MENGAKUI AMBALAT BAGIAN INDONESIA

Blok Ambalat tidak sekedar bagian dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif), melainkan benar-benar bagian dari wilayah teritorial Indonesia. Ini dapat dibuktikan dengan software peta bumi & foto satelit yang dilansir oleh Google, yakni Google Earth. Terlihat jelas pada gambar di bawah ini bahwa Blok Ambalat berada di selatan daripada batas wilayah Indonesia-Malaysia (di Google Earth, sejak awal batas negara ini ditandai dengan garis kuning tebal).

Jatuhnya Pulau Sipadan & Ligitan ke tangan Malaysia atas keputusan Mahkamah Internasional beberapa tahun lalu pun semata-mata bukan atas dasar bukti-bukti sejarah maupun dokumen legal di masa lampau, melainkan semata-mata atas dasar pertimbangan effective occupation, dimana Malaysia sudah membangun cottage & resort di Pulau Sipadan & Ligitan walaupun pada masa itu kedua pulau ini masih dalam sengketa.

Untuk itu, terhadap Blok Ambalat ini, perlu kiranya Indonesia menerapkan langkah yang serupa, yakni melakukan effective occupation terhadap Ambalat sebagai unjuk kedaulatan kita di sana. Effective occupation ini dapat dilakukan dengan melakukan eksplorasi minyak di sana, maupun dengan aktifnya nelayan kita melaut, tentunya dengan pengawalan ketat TNI untuk menjamin agar mereka tidak mendapat gangguan dari pihak asing manapun yang tidak ingin Ambalat tetap menjadi milik Indonesia

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 8 Juni 2009, in BERITA SEJARAH. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kasi pelajaran tu malaysia.mungkin sekarang blm di rebut blok ambalat.siapa tau 4-20 tahun mendatang,di klaim lagi,syukur2 klo pemimpin tegas,tapi klo pemimpinnya polos yaaaaa lepas lagi bagian tubuh NKRI kaya sipadan dan ligitan.saya orang kalimantan timur (berau)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: