Budaya asli Indonesia sebelum masuknya Hindu-Budha

Menurut penyelidikan ahli purbakala, Dr. J. L. Brandes, Bangsa Indonesia memiliki 10 unsur budaya asli, yaitu :

Kepandaian bersawah

Awalnya sistem yang dikenal adalah sistem berladang kemudian berkembang ke sistem tegalan dan sistem bersawah. Pada masa purba, teknik pembukaan ladang dikenal dengan teknik SLASH and BURN ( Tebang dan Bakar).

Kemampuan dalam pelayaranDSC01822

Bukti yang mendukung hal ini adalah adanya relief kapal pada Candi Borobudur, yang menunjukkan kegiatan berlayar dengan menggunakan perahu jenis CADIK

( Bersayap).

Mengenal prinsip dasar pertunjukan wayang

imagesBermula dari kepercayaan Animisme. Dimainkan pada m alam hari oleh Dalang menggunakan Boneka sebagai penjelamaan roh nenek moyang. Biasanya berisi petuah, nasihat kepada penonton.


Kemampuan dalam seni gamelan game_eng

Digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang dan juga mengiringi pelaksanaan upacara. Alat yang dipakai misalnya Bonang, Kempul, Saron, Gendang, Gendher, dll

Kepandaian membatikbatik-fabrics

Berupa kepandaian menghias kain dengan menggunakan canthing. Motif biasanya menggambarkan alam sekitar.

Mengerjakan barang dari logam

Ada dua (2) teknik yang digunakan dalam membuat barang dari logam, yaitu :

1. Bivalve, memakai cetakan dari tanah liat yang dibakar,

2. A Cire Perdue, memakai cetakan dari lilin

Menggunakan aturan metrik

Menggunakan alat tukar uang logam

Mengenal sistem perbintangan (astronomi)

Biasanya digunakan dalam kegiatan pelayaran ( terutama malam hari) dan juga untuk kegiatan pertanaian ( penentuan saat cocok tanam dan panen)

Telah terbentuknya susunan masyarakat yang teratur.

Dintandai munculnya masyarakat suku-suku yang dipimpin oleh seorang Kepala Suku ( Primus Interpares)

Mengapa tidak semua budaya luar ditiru begitu saja ? Karena Masyarakat Nusantara telah memiliki “ local genius “, yaitu kemampuan suatu daerah/masyarakat untuk menyaring dan mengolah budaya asing yang masuk dan disesuaikan dengan cita rasa setempat.

  • Bercocok tanam = Cara bercocok tanam yang pertama dilakukan, yaitu dengan sistem berladang. Lama kelamaan sistem ini berubah menjadi bersawah. Cara bercocok tanam dengan bersawah kemudian menjadi bagian dari hidup mereka. Berkenaan dengan hal itu, mereka berusaha mencari tempat tinggal dan tempat bercocok tanam yang terletak disepanjang aliran sungai. Akhirnya, mereka mampu mengatur tata air melalui irigasi sederhana. Mereka juga dapat menentukan jenis tanaman apa yang cocok ditanam pada suatu musim. Hal ini tidak mengherankan karena mereka telah mengenal ilmu perbintangan.
  • Menurut Von Hiene Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan, di Cina Selatan. Semenjak dulu nenek moyang kita telah memiliki kemapuan dalam mengarungi lautan. Ketika memasuki kepulauan Nusantara mereka menggunakan perahu bercadik, yaitu jenis perahu yang di kanan kirinya menggunakan bambu dan kayu supaya perahu tetap seimbang. Pengetahuan arah angin dan astronomi diperoleh melalui pengalaman bertahun – tahun.
  • Seni = Nenek moyang kita telah pandai membuat boneka – boneka untuk kesenian wayang. Alat – alat gamelan pun dibuat untuk memeriahkan seni pertunjukkan tersebut. Selain itu, mereka telah mampu membuat batik, kerajinan logam, dengan beragam bentuk, dan benda – benda dari batu yang besar ( tradisi megalitikum ).
  • Kepercayaan = Nenek moyang kita telah mempercayai adanya kekuatan maha tinggi di luar darinya. Mereka percaya bahwa jika seseorang maningga, hanya jasmaninya saja yang hancur, tetapi rohnya tetap hidup. Roh – Roh itu bertempat tinggal di suatu daerah keramat. Nenek moyang kita lantas memuja roh – roh itu sehingga memunculkan kebiasaan membakar kemenyan, berkenduri, dan membuat sesaji. Animisme adalah kepercayaan kepada roh nenek moyang, Dinamisme kepercayaan kepada benda – benda yang memiliki kekuatan gaib, kesaktian atau tuah, sedangkan Totemisme kepercayaan terhadap hewan – hewan yang dianggap keramat dan membawa berkah.

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 1 Oktober 2009, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. christianto zalukhu

    terima kasih atas beberapa informasi dan penjelasan tentang sejarah di Indonesia

  2. assalamualaikum..
    terima kasih banyak ya mas.! tas materi nya, ini materi yang saya cari N tugas sekolah juga.

  3. KITA TETAP AKAN MEMPERTAHANKAN BUDAYA KITA YAITU BUDAYA INDONESIA

  4. terima kasih ya pak ,karena bapak saya bisa buat tugas. saya akan tunggu karya bapak selanjutnya .

  5. terima kasih atas informationnya?

  6. Materi nya bgus sekali. Kalo da lebih bnyak lagi boleh di kirim tuh ke email saya

  7. makasih yyaaa.
    sangat membantu tugas saya🙂

  8. wah, terimakasih banyak pak. Materinya sangat membantu

  9. makasi pak-nya…
    saia bisa njawab soal dari guru saya deh…

    coba pak-nya ngajar di sekola saia…..

  10. ada gk sjrh yg laen ttpi ttp mnurut dr brandes

  11. Mengapa sampai pertunjukan wayang itu mendatangkan roh nenek moyang?

  12. thanks infonya,
    jdi tau bnyak tentang Indonesia🙂😉

  13. saya pernah dengar dari Bapak Agus Sunyoto, dimana beliau adalah seorang budayawan da penulis buku. Kata beliau agama asli nenek moyang kita itu bukan animisme dinamisme. Tapi agama aslinya adalah agama yang percaya pada satu tuhan dimana untuk di jawa kalau tidak salah dinamakan kapitayan…
    terima kasih untuk infonya di atas.

  14. ehm…, saya mau tanya pak. apakah ada kemunginan indonesia punya mitologi asli yang tercatat sebelum masuknya hindu buddha? sejauh yang saya tau, masyarakat indonesia saat itu mempercayai animisme dan dinasmisme tapi saya tidak menemukan apapun tentang itu. tidak ada catatan tertulis yang saya temukan.

    apa bapak bisa memberi saya sedikit info tentang itu?
    terimakasih sebelumnya pak🙂

    • terima kasih atas atensinya. langsung saja ya saya akan menjawab.memang Indonesia memiliki mitologi dlam bentuk animisme dan dinamisme. bentuknya yang saya tahu adalah adanya makhluk-makhluk mitologi asli indonesia.

      Makhluk dalam legenda merupakan makhluk mitologis dan hidup dalam cerita rakyat (seringkali dikenal sebagai “makhluk ajaib” dalam buku-buku sejarah). Beberapa makhluk, seperti misalnya naga dan griffin, memiliki asal muasal dalam mitologi tradisional mereka, dan dipercaya merupakan makhluk yang benar-benar ada. Keragaman budaya Indonesia dan kekentalan budaya tadisional di dalamnya, membuat Indonesia memiliki banyak kisah mitologi yang diwariskan dari nenek moyang. Meskipun belum terbukti kebenarannya, namun mitologi ini masih hangat dibicarakan di masyarakat modern sekalipun. Mau tau makhluk mitologi Indonesia ? Berikut ini adalah sedikit ceritanya. Berikut 10 profil mahluk mitologi yang populer di masyarakat indonesia.

      1. Lembuswana

      Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat kutai yang hidup sejak zaman Kerajan kutai. Lembuswana menjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kertanegara. Hewan ini memiliki semboyan Tapak Leman Ganggayaksa. Lembuswana dicirikan sebagai berkepala singa, bermahkota (melambangkan keperkasaan seorang raja yang dianggap penguasa dan mahkota adalah tanda kekuasaan raja yang dianggap seperti dewa), berbelalai gajah (melambangkan dewa Ganesha sebagai dewa kecerdasan), bersayap Garuda, dan bersisik ikan. Masih menurut mitos penduduk sekitar sungai Mahakam, Lembuswana adalah penguasa sungai Mahakam yang tinggal dan bernaung di dasar sungai Mahakam.

      2. Orang Pendek

      Orang Pendek adalah hewan kriptid asal Pulau Sumatera dan telah dikenal sejak 100 tahun lalu oleh penghuni hutan, penduduk, kolonis belanda dan ilmuwan. Penelitian menyebutkan bahwa orang pendek adalah primata berjalan yang memiliki sekitar 80 cm dan 150 cm.

      3. Orang Bati

      Orang Bati adalah hewan yang berada di legenda Pulau Seram. Hewan ini memiliki tubuh seperti manusia dan bersayap seperti kelelawar. Diceritakan bahwa ia tinggal di gunung Kairatu dan suka menculik anak kecil untuk disantap.

      4. Naga Besukih

      Naga Besukih adalah naga yang diceritakan dalam asal-usul selat Bali. Dalam cerita, Naga ini dapat dipanggil menggunakan genta pemujaan milik Begawan Sidi Mantra. Juga diceritakan bahwa ia dapat mengeluarkan emas dan permata dari dalam sisiknya.

      5. Garuda

      Garuda adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.

      6. Ahool

      Ahool adalah hewan seperti kelelawar raksasa atau beberapa menyebutkan seekor Pterodactil yang tinggal di hutan di Pulau Jawa. Beberapa informasi mengatakan bahwa Ahool memiliki panjang sayap sekitar 3 meter. Pertama kali dijelaskan bahwa ia terlihat di gunung Salak.
      7. Veo

      Veo adalah hewan kriptid asal pulau Rinca dan digambarkan oleh Carl Shuker dalam buku The Beasts That Hide from Man: Seeking the World’s Last Undiscovered Animals mirip Teringgiling tapi ukurannya sebesar kuda.

      8. Ebu Gogo

      Ebu Gogo adalah makhluk seperti manusia yang muncul pada mitologi penduduk pulau Flores, Indonesia, yang memiliki bentuk yang mirip dengan leprechaun atau peri. “Orang kecil” tersebut dikatakan memiliki tinggi satu meter, ditutupi rambut, periuk-berperut, dan dengan telinga yang menjulur. Mereka berjalan agak kikuk dan sering “berbisik” yang dikatakan sebagai bahasa mereka. Penduduk pulau juga berkata bahwa Ebu Gogo dapat mengulangi apa yang mereka katakan.

      9. Warak Ngendog

      Warak Ngendog adalah hewan mitos yang digambarkan seekor badak membawa telur di punggungnya. Bagian-bagian tubuhnya terdiri dari Naga (Cina), Buraq (Arab) dan Kambing (Jawa). Biasanya dijadikan maskot dalam acara Dugderan yang dilaksanakan beberapa hari sebelum bulan puasa.

      10. Babi Ngepet

      Babi ngepet adalah mahluk dalam legeda masyarakat indonesia yang bercerita tentang siluman babi. Beberapa mitos menceritakan tentang babi ngepet yang merupakan orang yang ingin kaya dengan cara mengambil pesugihan babi. Saat akan “beraksi”, si tuan harus mengenakan jubah hitam untuk menutupi tubuhnya. Dan nanti, secara ajaib, si tuan akan berubah menjadi babi. Orang yang satu lagi harus menjaga lilin agar tidak goyang apinya. Apabila api lilin sudah mulai goyang, artinya orang yang menjadi babi itu mulai dalam bahaya. Tugas si penjaga lilin adalah mematikan lilinnya agar si babi dapat berubah kembali menjadi manusia biasa. Babi ngepet biasanya mengambil uang dengan cara menggesek-gesekkan tubuhnya di pintu lemari, dsb.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: