Once Upon a Time In Banyumanik….

Kisah ini bermula saat aku mendapat surat dari Sekolah untuk mengikuti Diklat Guru Sejarah di Balai Diklat Semarang. Langsung bayanganku menerawang pada suatu kegiatan yang ” boring “, ” ngantuk ( memang sich kadang ngantuk he–he..)  ” dan semua hal yang nggak enak-enak lainnya. Tapi aku pikir ini adalah kesempatan langka, apalagi aku pengin banget nambah pengetahuan dan pengalaman karena selama ini cara mengajar dan metode pembelajaranku sudah OK, tapi siapa tahu di kegiatan ini aku akan dapat lebih banyak lagi pengetahuan….dan yang lebih pening….SAUDARA BARU!.

Dan saat itu pun tiba juga, aku sampai di sebuh gedung megah di kawasan Banyumanik, gedung yang menampakkan kekokohannya seolah-olah menyambut kedatanganku. Setelah mengurus administrasi dan lainnya, aku tiba di Gedung E, gedung yang slama 10 hari ( 9 – 18 Nopember) di Semarang akan menjadi ” rumah sementaraku”. Aku merasa seperti di rumah sendiri karena bertemu dengan teman-teman guru sejarah dari DIY dan Jawa Tengah. Rasanya semua mimpi sebelumnya yang gak enak-enak itu sirna sudah…aku temui sebuah suasana yang akrab, menyenangkan dan yang penting banyak inspirasi aku dapat dari SAHABAT-SAHABAT baruku. aku bisa tahu karakter mereka semua walau gak sepenuhnya. Aku juga bisa sharing tentang pengalaman mengajar di sekolah masing-masing.

Hari demi hari aku lalui dengan penuh semangat, karena setelah aku ikuti kegiatan demi kegiatan yang di jadwal panitia, aku merasa masih banyak kekurangan dalam mengajar dan Alhamdulillah aku bisa mendapat banyak pengetahuan yan gakan aku terapkan nantinya di sekolah….

SATU KATA…KEKELUARGAAN

satu hal lagi yang aku rasakan selama di Balai Diklat ini adalah KEKELUARGAAN…kebetulan aku satu kamar sama teman-teman dari MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta ( PAK MArjono ama Rusdiyanto), tapi aku juga bisa lebih mengenal sama teman-temen dari lain daerah seperti sama pak Pras ( MAN 1 Yogyakarta), yang sangat enerjik serta visinya sangat luas, Pak Singgih ( MAN Sabdodadi Bantul), dengan sikap kebapakannya, Pak Prono ( MAN Wn. Sari) dan masih banyak lainnya yang tidak bisa aku sebutin di sini.Saat yang ndak bisa aku lupakan adalah saat makan, rasanya kita seperti satu keluarga banget…saat makan adalah saat dimana kita kadang ngobrol masalah keluarga, sekolah atau bahkan hal-hal yang pribadi lainnya. Aku sangat merasakan sekali kebersamaan itu, rasa kekeluargaan itu, dan rasanya tak ingin semuanya berakhir.

Semua memang ingin agar lebih baik dari hari ke hari, begitu juga kau dan teman-teman. Setelah kegiatan DIKLAT ini, aku pengin sekali menjadi pengajar Sejarah yang profesional serta mampu menjadi inspirasi bagi orang lain. di DIKLAT inipun aku banyak mendapat inspirasi dari temen-temen lainya.

VIVA HISTORIA…

Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. begitu juga aku dan SAHABAT-SAHABAT baruku. setelah hampir 10 hari mengikuti diklat tibalah saat perpisahan itu. Karena kami harus kembali lagi ke medan tugas di sekolah masing-masing. Aku sich penginnya gak mau pisah ama teman-teman tapi bagaimana lagi, apalagi rasa kangen sama Istri dan Anakku SHABRINA HANUM SALSABILA juga sudah tidak bisa dibendung. Tapi satu hal, kami semua setelah dari “kawah Diklat” ini akan berusaha untuk lebih baik lagi, lebih baik dalam semua hal. Teman-temanku semua, thanks ya atas semua pengalaman kita selama di Diklat Guru Sejarah, kalian LUARRR BIASA ! semoga kita menjadi guru sejarah yang LUARRR BIASA!!! agar siswa-siswa kita menjadi siswa yang LUARRR BIASA sehingga akan mencapai prestasi yang LUARR BIASA!!! Thanks atas semua inspirasi, pengalaman dan everything…aku gak bisa sebutkan satu per satu…aku berharap kita tetap bisa bersilaturahmi karena itulah yang paling penting SILATURAHMI, dan semoga kita tetap SETIA ( seperti lagu yang aku nyanyikan saat di kelas itu) pada SEJARAH !!! apapun yang terjadi SEJARAH is MY LIE ( ihh segitunya sich). Last but not least…aku minta maaf jika ada sikap, kata-kata, perbuatanku yang tidak berkenan di hati kalian. See You on DIKLAT Berikutnya…Insya Allah…..

VIVA…VIVA…VIVA..HISTORIA…..

Solo, 19 Nopember 2009

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 18 November 2009, in Tulisanku. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. soepras MAN 1 Yogyakarta

    betapa bergetarnya hati ini membaca tulisan anda,semoga kita dipertemukan kembali pd diklat-diklat yang akan datang.Selamat bertugas sahabat,semoga kita selalu menjadi orang yang sukses.

  2. tulisan ini mengingatkanku betapa berharganya pengalaman meskipun awalnya tidak kita kehendaki. biarpun saya bukan dari sejarah, saya sangat menghargai sejarah. karena semua hal pasti ada sejarahnya. dengan belajar dari sejarah kita akan lebih arif terhadap kehidupan ini.

    • Yuuup…setuju bu, karena dari SEJARAH kita bisa belajar tentang peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu yang nantinya kan kita jadikan pegangan di masa depanso, kita bisa lebih BIJAKSANA melihat sesuatu…thanks sudah mau mampir di Blog saya ditunggu lagi kunjungan selanjutnya..VIVA HISTORIA!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: