Tragedi Kemanusiaan di Perairan Gaza

Kembali kita dikejutkan dengan tragedi kemanusiaan terbesar pada abad ini, kalau boleh bisa dikatakan. Kapal MAVI MARMARA, yang sedang dalam perjalanan ke Gaza untuk sebuah misi kemanusiaan, diserang secara brutal oleh militer Israel. Dikabarkan oleh stasiun tvOne yang selalu mengupdate berita tentang tragedi ini, Paling tidak 10 orang tewas ketika pasukan Israel menyerbu kapal yang membawa para aktivis pro Palestina menuju Gaza, kata televisi Israel dan stasiun-stasiun radio, Senin. Diantara penumpang yang ada di kapal adalah 12 WNI yang ikut serta dalam misi kemanusiaan yang diikuti oleh 50 negara.

Video Live saat penyerangan Mavi Marmara oleh Israel

Menurut stasiun televisi swasta Saluran 10, para komando marinir Israel melepaskan tembakan setelah diserang dengan kampak dan parang oleh sejumlah penumpang di kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan, kata televisi itu tanpa menyebut sumber informasinya. Menurut tvOne lagi, Stasun televisi itu tidak mengatakan apakah mereka yang tewas dan cedera itu adalah para penumpang atau anggota angkatan laut Israel.

Video dari atas Kapal Mavi Marmara ( sebelum penyerangan)

Radio militer Israel memberitakan antara 10 dan 14 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi setelah para penumpang berusaha merebut senjata-sejata para personil angkatan laut yang berusaha menyerang salah satu dari kapal-kapal itu.

Tidak jelas apakah bentrokan itu terjadi di satu dari enam kapal yang merupakan konvoi bantuan itu, dan militer Israel tidak segera memberikan komentar tentang insiden itu. Segera setelah itu milter Israel memberintahkan pemblokiran semua informasi menyangkut korban tewas atau cedera dalam serangan terhadap kapal itu.

Peristiwa seperti bukan yang pertama kali namun sudah yang kesekian kali. Namun sekali lagi, masyarakat Internasional seolah tidak mampu berbuat apa-apa terhadap Israel, seolah-olah negara Zionis itu boleh melakukan sesuatu sesuka hatinya walaupun itu melanggar hukum Internasional. Hal ini tidak lepas dari sikap AS yang selalu membela negara Zionis itu. Namun, apakah dengan adanya tragedi ini, AS masih akan membela Israel karena diantara penumpang kapal Mavi Marmara juga terdapat warga AS yang ikut dalam misi kemanusiaan ini. Semoga kejadian ini mampu membuka mata dunia internasional tentang kearoganan Israel yang seolah-olah ia adalah negara yang “kebal hukum” dan yang paling penting, mampu membuka mata negara-negara di Arab untuk bersatu melawan Israel.

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 1 Juni 2010, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: