Kapankah Arogansi Israel Berakhir ? (pernyataan keprihatinanku)

Setiap kali kita mendengar berita tentang Israel, maka yang akan kita dengar adalah tentang kearogansian, kesewenang-wenangan, dan semua tindakan tidak beradab lainnya. Kalau saya boleh bicara dengan kalimat yang lebih keras lagi, Israel adalah negara yang tidak punya kepribadian, aturan, dan negara teroris. Karena proses berdirinya negara inipun juga tidak sah (menurut hukum internasional), karena berdiri di atas tanah orang lain yaitu tanah Palestina.

Video  Serangan Israel  ke Gaza, 2008

Kesewenang-wenangan Zionis Israel yang selalu dipertontonkan di muka masyarakat Internasional, seolah-olah sudah menjadi sesuatu yang “biasa” dilakukan dan masyarakat Internasional, bahkan PBB seolah-olah tidak berdaya akan semua itu. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, Israel seharusnya harus mengikuti semua aturan dan tata tertib dunia, tapi kalau dia tidak mau maka masih pantaskah dia berada di dunia ini ???

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebagai negara yang berdaulat merdeka  Palestina memiliki hak untuk mempertahankan kemerdekaannya, seperti juga negara Indonesia saat memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setiap usaha untuk kembali menjajah negara yang telah merdeka adalah bentuk dari Invasi dan penjajahan baru dan menjadi kewajiban warga negara yang merdeka itu untuk mempertahankan kemerdekaannya. Apa yang dilakukan oleh rakyat Palestina selama ini adalah wujud dari mempertahankan kemerdekaannya dari agresi Israel. Namun, kondisi yang kita lihat, rakyat Palestina selama ini mengalami perlakuan yang sungguh tidak berperikemanusiaan dan di luar batas-batas kewajaran. Yang paling akhir adalah serangan Israel terhadap Gaza di penghujung tahun 2008 dan awal 2009. Gaza di serang Isarel dengan senjata-senjata canggih Isarel yang notabene dari AS. Bahkan bubuk fosfor yang

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

dilarang oleh konvesi hukum perang internasional pun, juga digunakan. Dan sampai sekarang, PBB sebagai organisasi internasional yang punya otoritas tinggi untuk menindak hal ini juga belum mengambil langkah konkrit. Selama ini PBB terkesan ” mandul ” pada saat menerapkan sanksi yang keras pada Israel. Hal ini salah satunya dipicu faktor AS, sebagai negara yang memiliki hak veto. Sehingga apabila ada resolusi PBB yang menyangkut Israel dan merugikan kepentingannya, maka AS akan cepat-cepat memvetonya. Jadi menurut saya, perlu kiranya hak Veto dihilangkan karena seringkali dimanfaatkan oleh negara-negara besar untuk kepentingan sendiri.

PERAN NEGARA ARAB

Bagaimana peran negara Arab mensikapi kondisi ini ? Saya sangat menyayangkan bahwa negara-negara di kawasan Timur Tengah terkesan tidak mau peduli atau kalau boleh saya katakan tidak mau tahu tentang apa yang dialami Palestina. Hal ini disebabkan masing-masing negara memiliki kepentingan yang berbeda, terutama mensikapi Israel yang terus melakukan tindakan tidak terpuji pada Palestina. Para pemimpin Arab, walau tidak semuanya, terkesan hanya lip service saja saat menyampaikan tanggapan mengenai palestina, karena memang mereka sudah memiliki komitmen tertentu dengan Israel atau AS.  Kita mengharapkan agar semua bangsa di kawasan Timurv Tengah bisa bersatu dan bahu membahu melawan arogansi Israel, karena dengan persatuan di antara mereka, akan menjadi senjata yang luar biasa yang melebihi senjata nuklir sekalipun. Namun harapan saya ini sepertinya masih jauh dari harapan. dan pada akhirnya kita akan selalu di perlihatkan adegan-adegan yang memilukan saat rakyat Palestina mengalami perlakuan sewenang-wenang dari Israel tanpa bisa berbuat apa-apa sedangkan saudara-saudara juga tidak bisa membantu apa-apa. Lalu pertanyaan saya lagi :  KAPANKAH  AROGANSI  ISRAEL  BERAKHIR?

Berikut Video Lagu “We Will Not Go Down” dari Michael Heart sebagai ungkapan keprihatinan akan nasib rakyat Palestina

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 2 Juni 2010, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. karena kita membiarkan arogansi itu terus berlangsung
    dan hanya kita yang tau kapan akan berakhir

    • kalau menurut saya bukan kita membiarkan namun kita tidak berdaya saja mau mebantunya bagaimana, tapi minimal kita ikut merasakan, mengecam atau yang sejenis denga itu…artinya kita tidak diam mensikap hal itu

  2. Sampai kita mau mengikutinya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: