Belajar Sejarah Sambil Rekreasi

Pelajaran sejarah adalah pelajaran yang lebih mengedepankan aspek kognitif disamping afektif. Kondisi ini sering menjadikan sejarah dianggap sebagai pelajaran yang “remeh” atau kalau boleh dikatakan “diremehkan” oleh siswa, sehingga menjadi tugas guru-guru sejarah untuk menemukan metoe pembelajaran yang membuat siswa lebih senang belajar sejarah atau paling tidak merasa rugi kalau tidak belajar sejarah.

Salah satu metode belajar sejarah yang bisa diterapkan adalah metode observasi lapangan. Karena sejarah banyak mengkaji peristiwa-peristiwa pada masa lampau, alangkah baiknya jika dalam membahas satu topik sejarah, kita bisa mengajak siswa mengunjungi langsung obyek atau paling tidak berhubungan dengan peristiwa sejarah yang sedang dibahas. Misalnya dengan mengunjungi Museum, Situs-situs purbakala atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya.

Dalam kesempatan ini penulis ingin membagi pengalaman seputar metode belajar sejarah sambil rekreasi. Mengapa menerapkan metode ini ? karena jika belajar sejarah kita hanya berada di dalam kelas maka siswa akan cepat bosan, mengantuk, jenuh dan akhirnya tidak mau mengikuti pelajaran sejarah lagi. Ada dua tujuan yang bisa dicapai dengan menerapkan metode ini :

a. Edukatif, dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah maka siswa bisa lebih mendalami materi yang sedang dipelajari, bahkan bisa mendapat informasi yang lebih daripada hanya membaca buku atau mendengarkan informasi dari guru;

b. Rekreatif, selain mendapat pengetahuan, siswa juga bisa berekreasi melepaskan diri dari kepenatan bahkan bisa lebih mengakrabkan diantara siswa

BAGAIMANA CARA PELAKSANAANNYA ?

Agar tujuan yang mulia tadi bisa efektif maka perlu disusun rencana kegiatan. Menurut  pengalaman penulis, agar siswa merasa terikat dengan kegiatan tersebut dan bukan hanya sekedar bermain-main, maka guru harus menyusun apa-apa yang akan dikerjakan dalam kegiatan tersebut. Yang pernah dilakukan penulis adalah, semua siswa yang mengikuti kegiatan itu harus membuat laporan kunjungan yang telah dilaksanakan dengan memberi rambu-rambu, hal apa saja yang harus dicantumkan dalam laporan tersebut. Seperti misalnya ketika mengunjungi Situs Purbakala Sangiran di Sragen, siswa harus mencantumkan hal-hal yang berhubungan dengan Sangiran, misalnya Sejarah Sangiran, Lapisan-lapisan tanah di Sangiran, Fosil-fosil apa saja yang ditemukan, dll. Bahkan saat kunjungan ke Sangiran, kegiatan juga berkolaborasi dengan pelajaran Geografi, karena ada materi-materi Geografi yang bisa ditemukan di Sangiran. Sehingga juga melibatkan guru Geografi sebagai narasumber.

Atau ketika mengunjungi Kraton Kasunan Surakarta, maka siswa diminta menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan Kraton Kasunanan Surakarta, misalnya Kapan berdirinya, Siapa yang mendirikan, Siapa  raja-rajanya, dll. Setelah kegiatan selesai, semua siswa diwajibkan membuat laporan tertulis ( bisa kelompok / individu) yang harus dipresentasikan di depan kelas. Agar siswa mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, triknya adalah laporan kegiatan akan diperhitungkan dalam nilai raport. Dengan metode ini ternyata siswa sangat senang bahkan mereka meminta untuk selalu diadakan. Sehingga tujuan untuk mendekatkan sejarah kepada siswa bisa tercapai. Namun sebagai suatu metode, pasti ada kelebihan dan kelemahannya. Tapi prinsipnya adalah bagaimana guru sejarah bisa menerapkan metode belajar sejarah yang TIDAK BIASA dan selalu UPDATE, sehingga siswa juga semakin penarasan, metode apalagi yang akan diterapkan guru. Semuanya berpulang pada kreatifitas dari masing-masing guru. Semoga bermanfaat bagi teman-teman guru sejarah. VIVA HISTORIA…..

Berikut album kegiatan yang pernah dilakukan :

Kunjungan ke Kraton Kasunanan Surakarta

Kunjungan ke Situs Purbakala Sangiran

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 5 Mei 2011, in Tulisanku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: