Resolusi tahun baru 2012, saatnya menjadi guru yang lebih baik bagi siswa kita

Berhentilah mereka yang berprofesi sebagai guru jika mereka kurang suka belajar. Kata-kata tadi memang benar adanya. Jika gurunya saja tidak mau belajar maka siap-siap saja, siswanya pun akan malas untuk belajar.

Pergantian tahun bagi sistem pendidikan di Indonesia berarti ganti semester. Keduanya saat yang tepat untuk kembali merenung merancang hal apa yang jadi tujuan di tahun atau semester berikutnya.

Di tahun ajaran ini saya kembali mengajar  di kelas XII, sebuah tingkatan tertinggi bagi siswa menengah atas yang kerja sehariannya adalah menguatkan karakter yang sudah diterima siswa selama ini agar tidak hilang sejak SD dan SMP.  Dengan tugas saya di kelas tersebut maka resolusi saya pun tidak jauh dari semua hal yang membuat saya bisa sukses sebagai guru yang mengajar murid-murid abad 21.

Saya akan mulai dengan hal pertama, anda juga boleh memberi komentar bahkan memberikan link resolusi yang anda buat di blog anda.

1. Saya berusaha untuk menjadi guru yang mudah diajak kerja sama. Kerja sama berarti kerja tim atau berarti bekerja dengan berkolaborasi. Dengan berkolaborasi akan banyak peluang muncul. Peluang yang saya maksud bisa berupa cara mengajar saya yang lebih baik, karena saya terbuka terhadap kolaborasi ide dari sesama guru.

2. Saya ingin lebih banyak menggunakan jenis dan metode penilaian kepada siswa. Mudah-mudahan anda merasakan juga bahwa saat menilai siswa adalah saat dimana sebagai guru kita dalam posisi yang sakral seperti layaknya seorang hakim. Terlalu tinggi memang pengandaian saya, namun inti dari penilaian siswa adalah mencari informasi yang obyektif mengenai perkembangan siswa yang kita ajar dikelas. Agar lebih mudah bagi kita untuk mengajar dengan lebih baik bagi siswa yang masih belum memenuhi standar. Terngiang di telinga saya istilah assessment for learning’ dan ‘assessment to learning‘.

3. Berpikir dan berjiwa besar. Sebuah hal yang menantang untuk diperbuat. Banyak tugas yang terkadang membuat saya berhitung, apakah ini tugas saya? Mengapa saya yang mesti mengerjakan, mengapa bukan guru lain? Dan sederet pertanyaan lainnya yang membuat tugas tersebut menjadi kurang maksimal dikerjakan karena terpaksa. Hal yang tidak diketahui dari sebuah tugas yang kita kerjakan adalah sebenarnya ia menjadi batu loncatan untuk kita naik kelas alias bertambah ilmu dan bertambah pengalaman.

4. Mengefektifkan teknologi dari yang mungkin dan paling mudah. Hampir semua siswa saya membawa hand phone bahkan banyak dari mereka membawa smart phone. Di tahun 2012 saya ingin mencari bentuk pembelajaran yang pas yang bisa menggunakan teknologi dari dekat dan yang pasti siswa saya miliki.

Itulah diantara resolusi saya di tahun 2012 dalam hal pendidikan dan kesemuanya bermuara pada tujuan yang paling utama yaitu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa aset di masa depan.

Inspired by : Agus Sampurno @ gurukreatif.wordpress.com

Iklan

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 4 Januari 2012, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: