Menggagas Pembelajaran Yang Aktif dan Menyenangkan

Pembelajaran yang aktif dan menyenangkan ? Bagaimana bentuknya ? Bisakah terwujud ? Judul di atas adalah sebuah keinginan yang selalu ada di benak semua guru yang menginginkan pembelajarannya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Menjadi tugas dan kewajiban bagi setiap guru menciptakan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif sekaligus menyenangkan karena tujuan akhir dari pembelajaran adalah adanya evaluasi dalam bentuk tes atau ujian. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu ada  strategi yang tepat.

Semua guru telah  mengenal model-model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam pembelajaran. Namun yang lebih penting adalah bagaimana setelah mengenal, memahami dan mengetahui seluk beluknya, bisa menerapkan dalam pembelajaran. Kecenderungan guru-guru adalah belum bisa menerapkan model-model pembelajaran yang telah diketahui dalam pembelajaran, padahal jika bisa diterapkan ( sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing), akan menciptakan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa.

Salah satu model pembelajaran yang telah saya terapkan adalah model belajar sambil bermain, yang termasuk dalam pembelajaran CTL ( Contextual Teaching Learning). Model belajar sambil bermain mencoba untuk mengubah paradigma pembelajaran selama ini yang menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar (teacher center). Dalam model ini siswa lebih aktif karena mereka subyek dalam pembelajara. Karena dalam pembelajaran yang sebelumnya ( model ceramah), siswa hanya menjadi obyek saja, tidak punya peran dan pasif. Model belajar sambil bermain menuntut siswa lebih aktif dan kreatif sekaligus menempatkan mereka menjadi subyek yang harus diutamakan.

MACAM-MACAM PERMAINANNYA ?

Permainan apa saja yang bisa diterapkan dalam model belajar sambil bermain ini ? Semuanya tergantung pada guru dalam menyusun / memberi permainan apa yang akan diterapkan. Namun prinsipnya siswa lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Dalam hal ini, penulis telah melaksanakan permainan edukatif kepada siswa/siswi di MAN 1 Surakarta antara lain mencari pasangan (make a match), yel-yel ceria, bola panas, dan soal estafet. Bagaimanakah pelaksanaan dari masing-masing permainan tersebut ? Ikutilah penjelasan di bawah ini :

A.  Mencari Pasangan ( Make a Match )

            Permainan dilaksanakan di kelas X-10 MAN 1 Surakarta pada jam pelajaran ke 2. Dalam permainan soal estafet ini perlengkapan atau perangkat yang dibutuhkan adalah :

  1. Buku materi pelajaran / LKS
  2. Kertas karton (sejumlah siswa)
  3. Alat tulis dan peluit
  4. Halaman sekolah  atau lapangan

Pelaksanaan:

            Siswa  diberikan tugas untuk mempelajari materi yang sudah ditentukan guru sebelum pertemuan berikutnya yaitu permainan mencari pasangan. Pada pelaksanaan permainan, siswa diajak keluar kelas dan ditempatkan di halaman ataupun lapangan sekolah. Setelah berkumpul guru memberikan instruksi bahwa masing-masing siswa akan menerima kertas karton kecil  dari guru yang memiliki 2 warna berbeda. Kertas pertama berwarna  biru muda yang berisi konsep/teori dan kertas kedua berwarna kuning yang berisi jawaban konsep/teori. Dalam hitungan  3 menit dan diawali dengan bunyi peluit, siswa harus mampu mencari pasangan dari kertas yang mereka pegang dengan cara mencocokkan antara kertas yang berisi konsep/teori dengan kertas yang berisi jawaban konsep/teori yang dibawa masing-masing siswa.

Gambar 1. Siswa saling mencari pasangan

Siswa yang telah menemukan pasangannya segera memisahkan diri dari siswa lain yang belum menemukan pasangannya. Setelah waktu yang ditentukan telah habis, maka siswa berpasangan dengan siswa lain yang telah benar pasangan antara konsep/teori dengan jawaban konsep/teori. Namun permainan belum selesai karena akan diadakan kegiatan verifikasi jawaban. Masing-masing pasangan membacakan konsep/teori beserta jawabannya. Siswa yang lain menjadi juri dari konsep/teori beserta jawaban yang dibacakan temannya. Apabila ternyata antara konsep/teori beserta jawabannya ternyata salah, maka nilai untuk pasangan itu nol dan ada sangsi yang harus diterima oleh pasangan siswa yang salah. Sangsi diserahkan kepada siswa yang lain dan begitu seterusnya sampai pada pasangan yang terakhir.

Gambar 2. Siswa yang telah menemukan pasangannya

            Permainan ini diakhiri dengan dikumpulkannya siswa di tengah lapangan membentuk lingkaran dan diterangkan kepada siswa apa manfaat atau faedah dalam permainan kali ini. Dari permainan ini akan didapat beberapa manfaat yang diperoleh siswa antara lain :

a)  Siswa diharuskan mampu menguasai materi untuk bisa mendapatkan nilai bagus.

b)  Membentuk sikap mandiri, karena  siswa tidak selalu harus mendapat bimbingan guru, salah satunya dalam pembentukan kelompok.

c)  Mampu untuk menghargai  waktu, hal itu dapt dilihat dari terbatasnya waktu dalam mencari pasangan dan kecepatan untuk menyelesaikan tugas.

d)  Membentuk jiwa sportivitas karena adanya rasa saling menghargai dalam perolehan poin.

e)  Ada rasa  gembira bagi siswa karena belajar di luar kelas, yaitu adanya pergantian suasana sehingga mengurangi rasa jenuh siswa dalam pembelajaran.

f)   Manfaat bagi guru sendiri adalah  bahwa guru yang selama ini hanya menjadi sumber belajar tunggal dan sentral dalam pembelajaran mampu menjadi fasilitator bagi siswa.

B.  YEL-YEL CERIA

       Dilaksanakan di kelas X-2 MAN 1 Surakarta jam pelajaran ke 1. Permainan yel-yel ceria  adalah permainan yang membawa anak untuk mampu berfikir kreatif dan imanjinatif. Permainan ini juga cukup dilaksanakan dalam 1 jam pelajaran yaitu 45 menit. Adapun persiapan yang perlu untuk diaksanakan adalah:

  1.  Buku materi pelajaran dapat berupa buku diktat , LKS maupun  artikel.
  2.  Beberapa lembar kertas kosong sesuai dengan jumlah kelompok.

Pelaksanaan :

a)  Sebelum hari pelaksanaan siswa mendapat tugas dari guru untuk mempelajari materi yang sudah ditetapkan, sekaligus siswa diminta untuk membentuk kelompok heterogen yaitu campuran antara siswa laki-laki dan perempuan. Jumlah kelompok maksimal 3 kelompok.

b)  Setiap kelompok juga diberikan tugas untuk membuat yel yel yang nantinya dipakai dalam permainan ini.

c)  Permainan ini bisa dilaksanakan di dalam maupun di luar kelas, namun dalam kesempatan ini dilaksanakan di luar kelas.

d)  Setelah semua siap dikelompoknya masing-masing, guru memberikan satu lembar kertas kepada masing-masing kelompok dengan tugas setiap kelompok mempunyai kewajiban

Gambar 3. Siswa membuat soal kelompok

membuat soal 3 buah, dengan catatan soal yang dibuat tiap kelompok tidak boleh dengan bentuk pertanyaan Siapa, Kapan dan Dimana. Pertanyaan haruslah dalam bentuk analisa dan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari dengan diperkenankan untuk membuka buku materi. 3 pertanyaan tadi dibatasi waktunya selama 10 menit, setelah selesai  menuliskan soal, kemudian soal dikumpulkan dengan diserahkan kepada guru, bagi kelompok yang paling akhir menyerahkan soal maka kelompok itu yang pertama kali untuk memperagakan yel-yel yang sudah dibuat bersama kelompoknya sambil guru menyerahkan kertas kosong 1 lembar kepada setiap kelompok.

e)  Satu persatu kelompok maju untuk memperagakan yel-yelnya sesuai dengan giliran masing masing kelompok dangan diiringi tepik tangan setelah selesai.

Gambar 4. Masing-masing kelompok menampilkan yel-yel

f)  Adapun bagi kelompok yang belum mendapat tugas maju mereka mengamati dan menilai peserta kelompok lain yang sedang memperagakan yel-yelnya dengan membuat peringkat pada selembar kertas yang sudah diberikan oleh guru pada masin-masing kelompok.

g)  Poin atau peringkat yang dibuat setiap kelompok diperkenankan untuk menilai kelompoknya sendiri  menjadi peringkat pertama.

h)  Setelah semua selesai memperagakan yel-yelnya maka guru membagikan soal yang sudah dibuat oleh masing-masing kelompok tadi, dengan cara silang antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainya.

i)    Kelompok yang sudah mendapatkan soal dari kelompok yang lain segera mengerjakan, dan guru mengambil buku materi yang dibawa oleh siswa karena siswa mengerjakan soal tanpa buku.

j)    Saat siswa mengerjakan soal guru mengambil lembar kertas yang sudah diisi oleh masing-masing kelompok dalam menuliskan peringkat dan merekap kelompok mana yang mendapat penilaian yang bagus dari masing-masing kelompok .

k)  Siswa mengerjakan soal sampai jam pelajaran selesai, setelah jam pelajaran selesai guru mengambil soal sambil membacakan urutan peringkat masing-masing kelompok diiringi dengan tepuk tangan.

l)  Pada pertemuan berikutnya kelompok yang mendapat peringkat paling akhir mendapat giliran yang pertam untuk mempresentasikan jawaban dari soal-soal yang sudah dibuat dan di diskusikan. Setiap kelompok maju sesuai dengan urutan dan gilirannya.

           Dalam permainan yel-yel ceria ini ada beberapa manfaat yang didapat oleh siswa  yaitu antara lain :

  1. Anak diharuskan mampu menguasai materi untuk bisa mendapatkan nilai bagus bagi kelompoknya juga dirinya sendiri.
  2. Membentuk sikap mandiri, karena  siswa tidak selalu harus mendapat bimbingan guru, salah satunya dalam pembentukan kelompok dan pembuatan yel-yel.
  3.  Mampu untuk menghargai  waktu, hal itu dapt dilihat dari terbatasnya waktu dalam kecepatan untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok.
  4. Membentuk jiwa sportivitas karena adanya rasa saling menghargai dalam perolehan poin dan peringkat.
  5. Membentuk pemikiran kreatif dan imajinatif  siswa dalam hal ini munculnya ide-ide dalam pembuatan yel-yel dan pembuatan soal dan jawaban.
  6. Ada rasa  gembira bagi siswa karena mereka mampu menunjukkan kreativitas kelompok dan tepuk tangan yang diberikan pada masing-masing kelompok  sehingga mengurangi rasa jenuh siswa dalam pembelajaran.
  7. Membentuk kekompakan dan rasa kebersamaan diantara siswa.
  8. Melatih siswa untuk mampu bersikap obyektif dalam memecahkan permasalahan yaitu dengan memberikan penilaian atau peringkat terhadap kelompok sendiri maupun kelompok yang lain.
  9. Manfaat bagi guru sendiri adalah  bahwa guru yang selama ini hanya menjadi sumber belajar tunggal dan sentral dalam pembelajaran mampu menjadi fasilitator bagi siswa.

      Adapun penilaian  dalam permainan Yel Yel Ceria ini ada dua macam penilaian yaitu penilaian kelompok dan penilaian individu. Penilaian tersebut adalah:

1. Penilaian kelompok, antara lain:

Gambar 5. Penampilan yel-yel dari kelompok

a. Kekompakan dan kreativitas dalam pembuatan dan memperagakan yel-yel.

b. Kekompakan dalam berdiskusi untuk membuat soal   dan menjawab soal setiap kelompok.

c. Bobot soal yang dibuat juga kebenaran menjawab soal.

 2.   Penilaian Individu

    Penilaian ini diambil pada saat masing-masing kelompok diskusi membuat soal, guru berkeliling pada setiap kelompok untuk mengamati kegiatan kelompok sambil menilai masing-masing individu dalam keaktifan berdiskusi juga dalam mengeluarkan ide-ide.

Gambar 5. Diskusi menyusun soal kelompok

Demikian tadi beberapa permainan yang Insya Allah bisa memberikan inspirasi dalam menyusun pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Maju terus pendidikan Indonesia.

Iklan

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 6 April 2012, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hamdalah ini sungguh inspiratif. trims pak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: