Wong Fei Hung: Si Tendangan Tanpa Bayangan

Wong Fei Hung adalah seorang ahli ilmu bela diri, seorang tabib pengobatan tradisional China, Akupunturis dan seorang pejuang revolusi yang menjadi pahlawan rakyat di China. Kehidupannya banyak diadaptasi ke dalam karya film dan serial televisi. Dia dikenal sebagai seorang ahli bela diri dengan gaya Hung Gar, yaitu gaya seni bela diri yang berasal dari China daerah selatan. Keluarga Wong Fei Hung, mulai dari leluhurnya sampai ke keturunannya kemudian dikenal sebagai sosok2 yang ahli dalam bela diri ini.

Sebagai seorang tabib, Wong mempraktekkan dan mengajarkan teknik pengobatan Akupuntur di kliniknya yang terkenal, yaitu Po Ci Lam, terletak di Foshan, Guangdong, China. Karena kegiatannya tersebut, di Foshan didirikan sebuah museum untuk mengabadikan beberapa peninggalan dari Wong Fei Hung. Banyak murid-murid dari Wong yang sangat terkenal, seperti Wong Hon-hei (anaknya), Lam Sai-wing, Leung Foon, Tang Fung, Wong Sai-wing dan Ling Wan-kai.Wong lahir di Gunung Xiqiao, Foshan, propinsi Guangdong pada tanggal 9 Juli 1847, pada masa pemerintahan kaisar Qing Daoguang. Pada umur 5 tahun dia sudah belajar ilmu beladiri Hung Gar dari ayahnya, Wong Kei Ying, seorang dari 10 pendekar yang dijuluki 10 harimau Kanton. Pada umur 13 tahun dia belajar jurus ‘Tinju dan Ayunan Kawat Besi’ dari Lam Fuk Sik, seorang murid dari pendekar yang berjuluk ‘3 Jembatan Besi’ Leung Kwan (yang termasuk juga ke dalam 10 harimau kanton). Wong bertemu dengan Lam ketika sedang mengikuti pertunjukkan ilmu bela diri jalanan. Setelah berguru dengan Lam, Wong berguru kepada seorang pendekar yang bernama Sun Fai Tong. Sun inilah yang mengajarkan jurus yang kemudian dikenal sebagai jurus ‘tendangan tanpa bayangan‘. Di tahun 1863, saat usianya baru menginjak 17 tahun, Wong sudah mendirikan perguruan silat sendiri di daerah Shuijiao. Dan pada tahun 1886, Wong mendirikan Po Ci Lam di Ren’an.

Wong meninggal dunia karena sakit pada tanggal 24 Mei 1924 di Rumah Sakit Chengxie Fangbian, Guangdong. Dia dimakamkan di kaki gunung Baiyun. Setelah kematian Wong, istrinya Mok Kwai Lan bersama kedua anaknya mengikuti 2 muridnya yaitu Lam Sai-wing dan Tang Sai-king pindah ke Hong Kong, dan di sana mereka mendirikan perguruan silat yang baru.

Dalam beberapa cerita, Wong dikatakan pernah bergabung ke dalam Pasukan Bendera Hitam pimpinan Liu Yong Fu, sebuah pasukan independent yang bertempur melawan invasi pasukan Jepang. Di dalam pasukan itu, Wong dikatakan bertindak sebagai staff medis dan pelatih ilmu bela diri. Wong juga pernah melatih para anggota milisi lokal di Guangdong.

Selama kehidupannya, Wong menikah sebanyak 4 kali. Istri pertama sampai ke tiga semuanya meninggal. Istri keempatnya, Mok Kwai Lan, meninggal di Hong Kong pada tanggal 14 Maret 1982. Wong mempunyai 4 anak laki-laki.

Dalam dunia ilmu bela diri China, Wong dikenal sebagai maha guru dalam bela diri gaya Hung Har, yang sering disebut juga dengan Tinju Hung. Dia menciptakan jurus-jurus Hung Gar yang baru, diantaranya yang terkenal adalah jurus pukulan sepasang harimau-bangau dan 10 pukulan khusus. Selain itu juga dia terkenal dengan jurusnya yang bernama tendangan tanpa bayangan, yang selalu dia teriakkan nama jurusnya ketika dia menggunakannya saat sedang bertanding.

Wong juga tercatat sangat ahli dalam menggunakan senjata tongkat. Keahliannya ini begitu melegenda ketika dalam satu pertempuran di pelabuhan Guangdong dia dengan bersenjatakan tongkat berhasil mengalahkan 30 orang anggota gank yang bersenjata pedang.

Karena kemampuannya dalam ilmu bela diri itu, Wong sering dianggap sebagai salah satu dari 10 pendekar yang tergabung dalam 10 harimau Kanton, padahal yang menjadi anggota 10 harimau Kanton adalah ayahnya, Wong Kei Ying. Di masa China dalam cengkeraman negara asing, termasuk Inggris dan Perancis, Wong dijuluki sebagai ‘tiger after ten tigers’ karena tindakan dan pembelaannya terhadap Harga diri bangsa serta rakyat China.

Sumber:
Hung Gar: History and Practice. Publisher: CreateSpace

Iklan

About Pak RM

Guru sejarah dan Antropologi di MAN 1 Surakarta. Blogger di kompasiana dan berikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia

Posted on 2 Juli 2012, in Info Terbaru. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: