Author Archives: Pak RM

Lokakarya Kepenulisan Seluruh Soloraya

Budaya menulis sangat sedikit peminatnya dibandingkan budaya yang lain. Hal ini dikarenakan dibutuhkan keterampilan saat menulis seperti mengolah kata, memilih kata serta keterampilan dalam mengaitkan kalimat yang satu dengan yang lain. Wajar apabila tak sedikit guru yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan karya pengembangan diri, misalnya membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Dalam pelaksanaannya membuat PTK tidak semudah yang diperkirakan. Banyak guru yang mengalami kendala dan hambatan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan profesi guru yang satu ini. Secara umum, permasalahan melaksanakan kegiatan PTK sering berawal dari keterbatasan yaitu pertama, terbatasnya waktu.

Keterbatasan waktu dikaitkan dengan beban mengajar per minggu dan tugas lainnya. Guru sertifikasi mempunyai beban mengajar tatap muka 24 jam per minggu. Belum lagi tugas tambahan lain di sekolah, tugas administratif dan bimbingan. keterbatasan saat mengikuti prosedur kenaikan pangkat. Kedua, kemampuan menulis laporan. Kegiatan ini berhubungan dengan kemampuan guru menyampaikan gagasan kepada orang lain melalui karya tulis dalam bentuk makalah, diktat, hand out, tulisan ilmiah populer, dan lain sebagainya. Guru dituntut bisa membuat karya tulis ilmiah dan mempublikasikannya.

Sebagai seorang guru sudah seharusnya mampu memberi contoh kepada peserta didik untuk menulis. Ada banyak manfaat yang bisa diambil dari menulis seperti tambahan penghasilan dan wawasan. Kata kuncinya adalah jangan berhenti belajar. Haram hukumnya jika guru sampai berhenti belajar karena mereka harus mengajar. Apa jadinya jika seorang guru malas atau berhenti belajar. Ilmu yang disampaikan pasti tidak berkualitas. Maka jika guru sudah malas belajar, guru tersebut harus bersiap meninggalkan pekerjaannya.

Di negara maju menulis telah menjadi gaya hidup masyarakatnya. Aktivitas menulis biasanya berbanding lurus dengan aktivitas membaca. Dengan kata lain budaya literasi masyarakatnya sudah tinggi. Membudayakan membaca dan menulis perlu proses jika dalam suatu masyarakat kebiasaan tersebut belum terbentuk.

Menurut data statistik UNESCO 2012, menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Angka UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen saja. Sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen.

Pasal 1 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Secara sederhana dapat digambarkan bahwa tugas guru adalah mengajar dan mendidik. Sebagai seorang pengajar, guru mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) kepada para siswa. Hal ini berkaitan dengan penguasaan pada ranah kognitif dan membekali keterampilan pada ranah psikomotorik, sedangkan tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan sejumah nilai, moral, normal (transformation of value) kepada siswa agar menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur. Dengan kata lain, mendidik bergerak pada ranah afektif, dan hal ini menjadi fondasi terhadap ranah kognitif dan psikomotor.

William Arthur Ward menyampaikan bahwa guru biasa hanya memberitahu, guru baik menjelaskan, guru yang sangat baik menunjukkan, guru hebat menginspirasi. Kalimat inspiratif tersebut sudah sangat sering dikutip atau disampaikan baik melalui buku, poster, atau pada saat pelatihan. Tujuannya untuk memotivasi guru agar jangan hanya jadi guru biasa-biasa saja, tapi meraih level yang paling tinggi yaitu guru yang hebat.

Salah satu karakter guru sebagai pendidik yang hebat adalah mampu mengembangkan profesionalismenya dan salah satu bentuknya adalah menulis. Berdasarkan Permenegpan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, seorang guru wajib menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk dapat naik pangkat.

Dengan kata lain, menulis dapat menunjang untuk pengembangan karir guru. Guru yang rajin atau terampil menulis adalah guru yang istimewa, karena tidak setiap guru mampu melakukannya. Berkaca dari hal tersebut, kemarin senin (30 / 4 / 2018), penulis mengikuti acara “Lokakarya Kepenulisan dan Sayembara Literasi se Soloraya” yang dihelat oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Acara dikemas dalam bentuk Bimtek menulis artikel yang kemudian diperlombakan. Kegiatan puncak akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018, dengan agenda penyerahan penghargaan bagi para juara. Selain penyerahan penghargaan bagi para juara, juga akan diadakan penganugerahan penghargaan bagi guru yang memiliki komitmen dalam hal mengembangkan literasi. Hal ini sebagai motivasi agar para guru semangat dalam mengembangkan budaya literasi. Karena bagaimana mungkin siswa bisa memiliki ketrampilan literasi jika guru tidak memiliki ketrampilan literasi.

Artikel ini juga ditayangkan di kompasiana.com

 https://www.kompasiana.com/rusdihistory/5ae92b72f133441d855fa4c4/nyari-ilmu-lagi-trus-menulis-lagi

Iklan

Kado Manis di Hardiknas

Momen hari pendidikan nasional (Hardiknas) tahun ini begitu istimewa, terutama buatku. Kenapa ? Ya seperti peringatan Hardiknas tahun-tahun sebelumnya, madrasah mengadakan upacara bendera beserta rangkaiannya. Namun, pagi ini, 2 Mei 2018, semua terasa beda ketika mendapat paket kiriman dari JNE, setelah upacara bendera. Sebuah tas warna coklat dengan ornamen batik terlihat di ruang kantor  Tata Usaha (TU). Di dalamnya ada dua buah majalah bertuliskan “Cahaya Hati”. Kenapa majalah ini di kirimkan padaku ? pasti bertanya-tanya khan hehee…

Jadi ceritanya itu dulu sempat di wawancara oleh wartawan majalah ini seputar pembelajaran sejarah yang aktif dan kreatif.

Sedikit cerita ya..

Jadi aku adalah guru sejarah di MAN 1 Surakarta, mengajar sejak tahun 2003. Sejak pertama kali masuk hingga sekarang, image bahwa sejarah adalah pembelajaran yang membosankan itu tidak (pernah) hilang. Dalam pandangan siswa, sejarah itu bikin mengantuk, tidak asyik, hanya ceramah dan kesan yang tidak enak lainnya. Iniah yang “menantang” aku untuk mengubah image itu. Bahwa sejarah tidak se “boring” yang mereka duga. Sejarah bisa lho di kemas dalam suasana yang asyik dan menyenangkan. Makanya aku banyak belajar sama sesama sejawat guru sejarah tentang model-model pembelajaran sejarah yang kreatif, aktif dan menyenangkan. Selain berdiskusi dengan sesama guru sejarah, aku juga mencoba mengembangkan sendiri  model-model pembelajaran sejarah yang menarik. Nah, di artikel inilah aku berbagi pengalaman seputar hal tersebut. Pengin tahu isi lengkapnya ? Buruan di beli ya hehee…

Selamat hari pendidikan nasional 2018

“Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”

Jadi Guru Baru di Era Digital

IMG_20180125_084640_500Zaman now ?? Apa sih sebenarnya ??

Istilah ini sangat viral akhir-akhir ini  dan menyusup hampir di semua lapisan, termasuk di dunia pendidikan. Guru Zaman Now. Inilah yang saat ini juga menjadi thrending topik. Bagaimana guru bisa disebut “Guru Zaman Now ?”

Kalau bagi saya terminologi “Zaman Now” itu adalah bisa mengikuti perkembangan yang ada, bergerakan bersama dengan kemajuan terkini. “Zaman now” menuntut semua orang untuk selalu menambah kompetensi dirinya, di bidang apa pun, profesi apa pun, termasuk guru.

Guru zaman now adalah guru yang mampu mengikuti perkembangan zaman, artinya dia bisa melihat dan tentu saja mengikuti, perkembangan terbaru apa yang sedang trending di dunia pendidikan. Bisa tentang metode mengajar, teknik penilaian, dan sebagainya. Salah satu tuntutan yang harus diikuti perkembangannya oleh guru-guru zaman now adalah perkembangan Teknologi dan Informasi ( TI ).

Tidak dapat dipungkiri, TI menjadi kebutuhan dan keharusan bagi guru zaman now. Pola pengajaran di era sekarang sudah semakin maju, melintasi batas ruang serta waktu. Kalau di masa saya yang lahir di era 1970-an, pelajaran tersekat oleh ruang kelas, namun saat ini, pembelajaran sudah tidak terbatas di ruang kelas.

pembelajaran sudah berkembang di ruang-ruang maya, contohnya dengan mengakses situs-situs belajar online, latihan soal online dan sebagainya. Sehingga apabila guru tidak mengikuti perkembangan zaman ini, maka dia akan “tertinggal” dengan siswanya yang sudah selangkah di depan. Bagi saya, guru jangan sampai tertinggal dengan siswanya dalam pemanfaatan TI.

BAGAIMANA CARANYA ?

Pertanyaan klasik yang sering muncul di benak rekan-rekan guru zaman doeloe adalah bagaimana mereka bisa “meng-upgrade” kemampuan TI ? Jawaban yang paling jelas adalah : BERGABUNG DOGMIT !!

APA YANG DITAWARKAN DOGMIT ?

Saya mulai bergabung dengan Dogmit sejak tahun 2014 terutama di angkatan ke 6. Alasan saya sederhana saat itu yaitu saya ingin menjadi guru yang “tidak biasa”. Oya saya adalah guru sejarah di MAN 1 Surakarta. Tahu sendirilah bagaimana kalau siswa diberi pelajaran sejarah. “Pelajaran yang bikin ngantuk, banyak hafalannya, kayak mendengar dongeng dan lain-lain…”itulah barangkali tanggapan siswa saya ketika menerima pelajaran. Saat mengajar saya memang sudah memakai presentasi dengan powerpoint namun dengan tampilan yang apa adanya. Hal inilah barangkali yang membuat siswa saya menjadi merasa bosan. Tidak ada sesuatu yang “beda” dari media yang saya buat.

Lalu ketemulah saya dengan Dogmit yang menawarkan diklat IT dengan materi diklat yang sangat dibutuhkan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran. Materinya sangat aplikatif dan bisa diikuti dengan seksama karena pak Sukani selalu membekali peserta diklat dengan video tutorial dan materi diklat dalam bentuk PDF yang bisa disaksikan dan dipelajari.

Hal inilah yang kemudian membuat saya memutuskan untuk mengikuti lagi dogmit di angkatan-angkatan selanjutnya. Saat ini saya masih dalam proses mengikuti Training Online angkatan 2  dengan materi Edugame PowerPoint.

Salah satu keunggulan Dogmit nya pak Sukani adalah menawarkan materi diklat yang belum banyak diketahui orang atau kalau sudah ada sebelumnya, pasti ada hal-hal baru yang kita dapatkan. Misalnya materi Dogmit yang telah saya dapatkan sebelumnya yaitu membuat media berupa Digital Book atau juga materi membuat Video Scribe.

Materi-materi ini belum banyak diketahui guru ( kalau pun ada mungkin belum banyak), sehingga sangat berguna bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Atau juga pak Sukani memberikan materi membuat Video Pembelajaran. Seperti yang pernah saya praktikkan di Dogmit sebelumnya. Ternyata membuatnya mudah namun karena belum tahu caranya, hal mudah itu terasa berat hehe..

Salah satau manfaat yang saya rasakan setelah bergabung dengan Dogmit adalah mampu mengembangkan lebih lanjut kemampuan di bidang IT. Karena prinsip yang harus kita miliki adalah terus berkembang dan semakin berkembang. Berikut diantara pengembangan kemampuan IT dalam bidang pendidikan yang terus saya kembangkan.

Video Tutorial Membuat CrossWord (Teka-teki Silang)

Video Membuat QR Code

Jadi kalau ingin jadi guru zaman now, Dogmit adalah referensi yang jitu serta harus di ikuti agar guru-guru di Indonesia berkembang lebih maju dalam penguasaan TI serta selangkah lebih depan menyongsong kemajuan pendidikan Indonesia.

Terima kasih Dogmit

Salam pendidikan Indonesia Maju  !!!

Rusdi Mustapa, S.Pd

MAN 1 Surakarta

Peserta Training Online angkatan 2 : Edugame PowerPoint

Buat Flip Book Sejarah Yuuuk…

” Anak-anak, pernahkah kalian mendengar istilah e-book ?”

Itulah kalimat yang kuucapkan di awal pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 pagi itu.

Serempak  mereka menjawab “Sudah pak…!”

“Coba, siapa yang bisa menjelaskan apa itu e-book ?

“Buku elektronik pak,” jawab Siti, yang duduk di meja depan meja guru. “Iya benar”.

“Siapa lagi yang mau menjawab ?”  tanyaku menantang.

e- book itu  adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar,” jawab Dewi, siswiku yang terkenal jika menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sistematis.

” Luarrr biasa! ” jawabku.

“Coba, siapa yang pernah membuat e-book ?” tanyaku kemudian. Seketika terlihat wajah-wajah yang sebelumnya riuh, tiba-tiba diam. Gelengan kepala mereka  adalah pemandangan yang kemudian kusaksikan.

” Belum pernah membuat ya,” tanyaku seolah menggelitik rasa penasaran mereka.

“Belum paaak..!” jawab mereka serentak.

“Nah, bapak akan memberikan pengalaman baru buat kalian. Jika tadi bapak bertanya apakah ada yang pernah membuat e-book, ternyata hampir semua menjawab belum. Tapi kalau memanfaatkan e-book, rata-rata dari kalian pasti pernah, betul ?” tanyaku menirukan gaya bicara seorang da’i kondang sejuta umat.

“Betul paaaak..!” serempak mereka menjawab.

————————————–

Itulah sekilas perbincanganku bersama siswi kelas XI IPS 1 tentang pengalaman menggunakan e-book. Namun sebenarnya pertanyaan tadi kuajukan sebagai pancingan kepada siswa tentang pemahaman mereka seputar e-book dan ternyata rata-rata mereka sudah sangat familiar. Nah…barulah aku mulai menyampaikan kepada mereka bahwa selain e-book ada juga flip book daaaan….mereka akan kuajak  membuat sendiri, ingat lho…MEMBUAT SENDIRI, bukan hanya menggunakan saja.

Apa beda e-book dan flip book ?

E – book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Sedangkan Flip Book adalah  buku dengan serangkaian gambar yang bervariasi secara bertahap dari satu halaman ke halaman berikutnya, sehingga ketika halamannya diputar dengan cepat, gambar-gambar itu tampak bernyawa dengan simulasi gerakan atau perubahan lainnya. Buku flip sering di ilustrasikan buku untuk anak-anak, tapi mungkin juga disesuaikan dengan orang dewasa danmenggunakan serangkaian foto dan bukan gambar. Buku flip tidak selalu merupakan buku terpisah, tapi mungkin muncul sebagai fitur tambahan di buku atau majalah biasa, seringkali di sudut halaman.

Gimana ? Bingung ya ..?

Simpelnya begini, Flip Book adalah buku elektronik seperti e-book, namun kelebihannya flip book bisa di buka lembar demi lembar. Kalau e-book sangat statis sifatnya ( tidak bisa di buka lembar demi lembar ). Jadi lebih dinamis dan menarik. Apalagi  flip book juga bisa di beri gambar, animasi, musik, video dan lain-lain. Sehingga tentu sangat menarik buat siswa. Bersama sejarah, aku akan mengajak mereka menjalani  proses bersama membuat flip book sejarah.

Langkah awal yang kulakukan adalah menginstall sofware yang digunakan membuat flip book. Banyak memang software yang bisa dipakai dan itu semua bisa dicari di internet. Ada yang berbayar, trial bahkan free. Nah, biar lebih praktis dan tidak menyulitkan, maka sengaja kupilihkan software yang portable. Pilihan akhirnya jatuh pada software Kvisof Flipbook Maker Pro 4.3.3.0 Portable Full. Mengapa memilih Kvisof Flip Book Maker Portable ? Alasan yang paling mendasar adalah tidak memerlukan proses instalasi dalam pengunaannya. Selain itu Kvisoft Flip Book Maker adalah salah satu aplikasi flip book yang cukup terkenal saat ini.

flipbook3

Aplikasi ini diciptakan khusus untuk membuat dan mendesain halaman, brosur, katalog, dalam bentuk flash dan HTML 5 sehingga terlihat lebih dinamis dan elegan. Kita dapat membuat flip book dari berbagai dokumen seperti PDF, Word, Excel, Power Point, Gambar, dan banyak lagi. Selain itu kita juga bisa memasukkan berbagai macam unsur media seperti teks, link, gambar, galeri, youtube, dan bentuk lainnya, yang tentunya akan membuat flip book kita tampil lebih menarik, dinamis, dan elegan serta dapat digunakan untuk beragam keperluan. Hasilnya bisa dijalankan dengan baik pada komputer yang telah terinstall aplikasi ini serta pada iPad, iPhone, Android, dan lainnya.

flipbook3

Proses menginstall kulakukan bersama-sama dan step by step. Karena tidak jarang mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Berkat kesungguhan dan keseriusan siswa akhirnya langkah ini bisa dilalui dengan baik. Setelah menginstall software Kvisoft Flip Book Maker, langkah berikutnya adalah mempersiapkan naskah yang akan dibuat flip book. Oya lupa, untuk tugas membuat flip book sejarah ini sengaja kususun dalam bentuk kerja kelompok karena bagiku lebih efektif dan efisien. Siswa bisa saling membantu diantara teman sehingga pembelajaran kolaboratif ( collaborative learning) akan tercipta. Siswa saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

03-sway3

Aku mengarahkan siswa agar naskah di buat dulu dalam format Word dan selanjutnya di convert dalam format PDF. Tujuannya agar lebih mudah saat ingin meng-edit atau mensetting tampilan. Terlihat mereka mengerjakan dengan penuh antusias.

07-sway7

Setelah membuat draft flip book, langkah berikutnya siswa mulai membuat flip book sejarahnya. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah membuka software Kvisoft Flip Book Maker yang sudah mereka install sebelumnya. Kuberikan instruksi melalui layar LCD sehingga semua siswa bisa melihat. Langkah demi langkah dijalani dan jika ada masalah bisa langsung ditanyakan. 02-sway2

Selanjutnya siswa mulai berkreasi membuat flip book. Ada yang menambahkan video, memberi suara latar, gambar, dan sebagainya. Prinsipnya siswa kuberikan keleluasaan untuk berkreasi membuat flip book sejarah mereka. Dalam tugas ini kusampaikan kriteria penilaian yang meliputi tiga hal yaitu :

1. Content ( Isi ) Materi.

2. Performance ( Penampilan ) Flip Book

3. Artistic ( Memiliki nilai seni )

Tugas dikerjakan dalam waktu 2 minggu dan sebagai salah satu syarat mendapatkan kisi-kisi ujian kenaikan kelas (UKK). Artinya bagi kelompok yang tidak atau belum selesai flip book sejarahnya maka tidak akan mendapat kisi-kisi UKK sejarah. Sehingga mau tidak mau siswa akan mengerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Namun alhamdulillah, mereka memperlihatkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang kuberikan. Bahkan mereka sangat tertantang untuk menampilkan flip book sejarah yang terbaik. Seperti yang disampaikan Daryani Fatimah Putri. Baginya tugas membuat flip book sejarah ini adalah pengalaman yang baru, makanya dia tertantang untuk bisa mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Beda lagi dengan Giovani  Saputri. Baginya tugas ini memberinya kecakapan hidup (life skill) baru, terutama cara membuat flip book, sesuatu yang baru pertama dilakukannya. Ternyata mengasyikkan dan memberi pengalaman baru sehingga suatu saat jika diminta membuat (lagi), tentu tidak akan mengalami kesulitan.

Inilah tujuan sebenarnya dari yang kutugaskan  pada mereka. Memberikan pengalaman baru, terutama memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, dengan menghasilkan sesuatu yang semoga berkesan bagi siswa. Life skill, inilah kata kuncinya. Bagaimana menanamkan pemahaman pada siswa bahwa kita bisa menghasilkan sesuatu dengan usaha sendiri dan sungguh-sungguh. Semoga pengalaman ini berguna bagi mereka di waktu yang akan datang.

Ingin lihat sebagian hasil flip book sejarah buatan siswaku ? Ini dia ……

Maju terus pendidikan Indonesia …!!!

————————————————————

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

bisa juga dilihat di sini

http://guraru.org/guru-berbagi/buat-flipbook-sejarah-yuuuk/

Pengembangan Media Ajar Sejarah Berbasis Android

Pesatnya  perkembangan  teknologi  pada  saat  ini  sangat  cepat  dan hampir  menyeluruh  di semua  kalangan  dan  semua  bidang.  Salah  satu  bidang yang  tidak  dapat  terlepas  dari  teknologi  adalah  bidang  pendidikan. Dengan adanya  perkembangan  teknologi  di  bidang  pendidikan  akan  menjadikan pendidikan  pada  saat  ini  bisa  lebih  maju  dan  berkembang  sehingga masyarakat  bisa  hidup  lebih  kreatif  dan  berpendidikan.  Akan  tetapi permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada disekitar kita untuk menunjang pendidikan yang ada.

Telepon  genggam  atau  bisa  disebut  dengan  handphone  merupan salah  suatu  teknologi  yang  tidak  dapat  terlepas  dari  kehidupan  sehari-hari. Selain mudah di dapat, telepon genggam juga mudah digunakan kapan saja, di mana saja dan hampir semua kalangan masyarakat pada saat ini sudah bisa mengoperasikan  telepon  genggam. Pada  saat  ini,  banyak  sekali  telepon genggam  yang  berteknologi  canggih  yang  beredar  pada  masyarakat,  mulai dari  yang  berbasis  java,  Symbian,  Blackberry,  Windows phone,  Iphone  dan yang paling populer adalah Android.  Maka  dari  itu,  telepon  genggam  merupakan  media  pembelajaran yang sangat efektif bagi masyarakat saat ini.

Media  pembelajaran  yang  memanfaatkan  teknologi  telepon genggam  disebut  dengan  mobile  learning  (m-learning).  Mobile  learning merupakan  salah  satu  alternatif  pengembangan  media  pembelajaran, Smartphone  merupakan  sebuah  device  yang  memungkinkan  untuk melakukan  komunikasi  (seperti  menelpon  atau  sms)  juga  di  dalamnya terdapat  fungsi  PDA  (Personal  Digital  Assistant)  dan  berkemampuan  seperti layaknya  komputer.  

Selain  itu,  suatu  telepon  genggam  dapat  dikatakan smartphone  juga  harus  memiliki  sistem  operasi  di  dalamnya.  Sistem  operasi pada  saat  ini  yang  sangat  popular  adalah  sistem  operasi  Android.  Banyak sekali  vendor  atau  perusahaan-perusahaan  elektronik,  khususnya  dalam bidang telepon genggam yang  membenamkan sistem android pada produk-produk yang dikeluarkannya. 

Kebanyakan siswa sekarang ini sudah memiliki perangkat mobile yang bersistem operasi Android dan menggunakannya setiap saat kapan pun dimana pun untuk mengakses media informasi dan sebagainya. Oleh  karena  itu,  sebagai guru sejarah penulis termotivasi untuk mengembangkan media ajar sejarah berbasis android. Pembelajaran melalui media telepon genggam akan  lebih mudah  dilakukan  di  mana  saja  dan  kapan  saja  sehingga  dapat  memotivasi pengguna  untuk  selalu  giat  belajar.  Dengan  adanya  aplikasi  ini,  diharapkan agar pengguna akan lebih terpacu dan bersemangat untuk belajar. 

Sebagai guru sejarah, penulis selalu berusaha untuk selalu mengembangkan kompetensi dalam pembelajaran sejarah. Perkembangan teknologi informasi saat ini juga menjadi salah satu hal yang harus diikuti. Salah satunya adalah menyajikan media ajar sejarah berbasis android. Karena seperti telah menjadi kesan umum di kalangan siswa, sejarah dianggap pelajaran yang kurang menarik, membosankan, bahkan dianggap tidak penting.

 Hal ini salah satunya di sebabkan oleh penyajian pembelajaran yang dianggap ketinggalan jaman. Sejarah identik dengan ceramah, mencatat dan cerita. Hal inilah yang membuat siswa menjadi kurang antusias mengikuti pembelajaran. Karena itu perlu ditempuh langkah yang revolusioner agar siswa bisa antusias dalam belajar sejarah.  Untuk mewujudkan media ajar sejarah berbasis android maka satu-satunya cara adalah dengan membuat. Ya…membuat sendiri ! Lalu bagaimana caranya ? Padahal penulis tidak memliki pengetahuan tentang cara membuat media ajar berbasis android. Hal inilah yang kemudian membuat penulis kemudian mencari informasi seputar cara membuat media ajar berbasis android.

Setelah sekian lama mencari info tersebut, akhirnya muncullah satu nama yang kemudian menjadi solusi bagi penulis untuk bisa membuat media ajar berbasis android.  SAGUSANOV, ya inilah solusinya…SAGUSANOV kepanjangan dari Satu Guru Satu Inovasi, sebuah gerakan yang bertujuan memberikan motivasi bagi guru untuk bisa menghasilkan inovasi berupa media ajar berbasis android melalui pelatihan. Gerakan ini di inisiasi oleh bapak Abdul Kholiq ( sering di panggil dengan nama Kholiq Sagusanov ), yang memberikan pelatihan daring melalui aplikasi telegram.  Harapannya agar guru-guru Indonesia mau dan mampu membuat media ajar berbasis android. Dalam pelatihan ini peserta akan dibimbing secara intensif, mulai dari mempersiapkan rancangan media ajar berbasis android, membuat script HTML, memasukkan teks-teks, gambar hingga suara. Bimbingan dilakukan secara daring dengan berbekal modul yang sangat aplikatif serta mudah dipahami oleh semua peserta. 

Lalu, apa yang penulis dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini ? Wah…banyak sekali, yang jelas pengetahuan serta pengalaman bisa membuat dan menghasilkan media ajar berbasis android yang nantinya bisa di upload ke play store. Keren khan…!! Untuk membuat media ajar berbasis android ini, menggunakan XDK Intel dan Bracket. Nah…di sini akan penulis paparkan proses pembuatan media ajar sejarah berbasis android yang telah penulis lakukan.

LANGKAH 1. MEMBUAT RANCANGAN MEDIA AJAR

Dalam kesempatan ini penulis mengangkat materi “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” kelas XI semester genap. Langkah awal adalah membuat rancangan media. Bahan ajar yang digunakan yaitu smartphone. Mengapa ? karena handphone memiliki keterbatasan pada ukuran layar yamg digunakan, untuk mensiasati kekurangan tersebut tampilan pada media mobile learning didesain sedemikian rupa untuk memanfaatkan space layar secara efisien. Adapun rancangan tampilan bahan ajar sejarah berbasis Android disajikan sebagai berikut :

rancangan

LANGKAH 2. MEMBUAT  TAMPILAN HALAMAN UTAMA

Halaman utama merupakan jendela bagi siswa yang akan memberikan gambaran tentang materi yang akan dipelajari. Berdasar pada rancangan media ajar yang telah dibuat, maka selanjutnya adalah membuat script html untuk halaman utama yang terdiri dari :

1. Judul Aplikasi

2. Menu sub bab yang terdiri dari 3 yaitu Masa Penjajahan Jepang, Akhir Penjajahan Jepang, dan Proses Proklamasi. Di masing-masing menu sub bab juga dilengkapi dengan soal latihan

3. Menu Soal Latihan

4. Menu Daftar Pustaka

5. Menu Profil

Berikut ini adalah  tampilan di halaman utama

tampilan-terkini

LANGKAH 3. MEMBUAT TAMPILAN MENU SUB BAB

Setelah selesai membuat tampilan halaman utama, saatnya membuat sub bab materi yang terdiri dari :

1. Sub bab materi 1 : Masa Penjajahan Jepang beserta soal latihan

2. Sub bab materi 2 : Akhir Penjajahan Jepang beserta soal latihan

3. Sub bab materi 3 : Proses Proklamasi beserta soal latihan

Sama di langkah sebelumnya, maka kita perlu membuat script html dari masing-masing sub bab, sebagai berikut :

A. Sub Bab Materi 1. Masa Penjajahan Jepang 

script html sub bab materi 1 dan tampilannya :

bab-1

cover-media2

Script html untuk soal latihan sub bab 1 dan tampilannya  

script-soal7

cantik-tulisan2

B. Sub Bab Materi 2 : Akhir Kekuasaan Jepang

script html sub bab materi 2 dan tampilannya:

bab-2

cover-media5

Script html untuk soal latihan sub bab 2 dan tampilannya  

soal-bab-2

cantik-tulisan3

B. Sub Bab Materi 3 : Proses Proklamasi

script html sub bab materi 3 dan tampilannya adalah sebagai berikut:

bab-3

cover-media10

 Script html untuk soal latihan sub bab 3 dan tampilannya

soal-bab-3

cantik-tulisan4

LANGKAH 4. MEMBUAT TAMPILAN SOAL LATIHAN

Soal latihan dibuat dalam bentuk TTS (Teka-teki sejarah) yang dibuat dengan software Eclipsecrossword selanjutnya disimpan dalam format html. Berikut adalah script html untuk soal latihan dalam bentuk TTS. 

tilik tts-sejarah

LANGKAH 5. MEMBUAT TAMPILAN DAFTAR PUSTAKA

Script html yang dibuat dan hasilnya adalah sebagai berikut 

daftar-pustaka2 cantik-tulisan5

LANGKAH 6. MEMBUAT TAMPILAN PROFIL

script html untuk profil dan hasilnya sebagai berikut

profil4

profil

Saatnya Tampil Beda

Media ajar sejarah berbasis android ini bisa di upload ke google play dengan sebelumnya harus memiliki akun terlebih dahulu di google play. Berikut tampilan media sejarah sejarah di google play

google-play

Juga bisa dilihat di youtube

Bagaimana pemanfaatannya ?

Dalam pembelajaran di kelas media ajar sejarah berbasis android ini bisa digunakan sebagai media ajar pendamping. Siswa bisa memanfaatkan untuk lebih mendalami materi yang telah disampaikan guru.  Bisa juga guru menjadikan media ajar ini sebagai referensi bagi siswa untuk menjawab pertanyaan.

dscf6848dscf6849

dscf6853 dscf6857

Yang saya lakukan agar ada semacam “ikatan” antara media ajar yang telah dibuat dengan siswa adalah memberikan ulangan harian yang sumbernya dari media ajar sejarah berbasis android, sehingga mau tidak mau siswa akan memanfaatkan. Namun apapun caranya kesemuanya sebagai upaya untuk lebih menyukai belajar sejarah.  Semuanya sebagai bagian dari ikhtiar agar prestasi belajar siswa bisa meningkat. Semoga bisa menjadi salah satu kontribusi untuk meningkatkan pendidikan Indonesia.

————————————–

Artikel juga bisa dilihat di sini:

http://guraru.org/guru-berbagi/pengembangan-aplikasi-belajar-sejarah-berbasis-android/