Category Archives: Info Terbaru

Buat Flip Book Sejarah Yuuuk…

” Anak-anak, pernahkah kalian mendengar istilah e-book ?”

Itulah kalimat yang kuucapkan di awal pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 pagi itu.

Serempak  mereka menjawab “Sudah pak…!”

“Coba, siapa yang bisa menjelaskan apa itu e-book ?

“Buku elektronik pak,” jawab Siti, yang duduk di meja depan meja guru. “Iya benar”.

“Siapa lagi yang mau menjawab ?”  tanyaku menantang.

e- book itu  adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar,” jawab Dewi, siswiku yang terkenal jika menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sistematis.

” Luarrr biasa! ” jawabku.

“Coba, siapa yang pernah membuat e-book ?” tanyaku kemudian. Seketika terlihat wajah-wajah yang sebelumnya riuh, tiba-tiba diam. Gelengan kepala mereka  adalah pemandangan yang kemudian kusaksikan.

” Belum pernah membuat ya,” tanyaku seolah menggelitik rasa penasaran mereka.

“Belum paaak..!” jawab mereka serentak.

“Nah, bapak akan memberikan pengalaman baru buat kalian. Jika tadi bapak bertanya apakah ada yang pernah membuat e-book, ternyata hampir semua menjawab belum. Tapi kalau memanfaatkan e-book, rata-rata dari kalian pasti pernah, betul ?” tanyaku menirukan gaya bicara seorang da’i kondang sejuta umat.

“Betul paaaak..!” serempak mereka menjawab.

————————————–

Itulah sekilas perbincanganku bersama siswi kelas XI IPS 1 tentang pengalaman menggunakan e-book. Namun sebenarnya pertanyaan tadi kuajukan sebagai pancingan kepada siswa tentang pemahaman mereka seputar e-book dan ternyata rata-rata mereka sudah sangat familiar. Nah…barulah aku mulai menyampaikan kepada mereka bahwa selain e-book ada juga flip book daaaan….mereka akan kuajak  membuat sendiri, ingat lho…MEMBUAT SENDIRI, bukan hanya menggunakan saja.

Apa beda e-book dan flip book ?

E – book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Sedangkan Flip Book adalah  buku dengan serangkaian gambar yang bervariasi secara bertahap dari satu halaman ke halaman berikutnya, sehingga ketika halamannya diputar dengan cepat, gambar-gambar itu tampak bernyawa dengan simulasi gerakan atau perubahan lainnya. Buku flip sering di ilustrasikan buku untuk anak-anak, tapi mungkin juga disesuaikan dengan orang dewasa danmenggunakan serangkaian foto dan bukan gambar. Buku flip tidak selalu merupakan buku terpisah, tapi mungkin muncul sebagai fitur tambahan di buku atau majalah biasa, seringkali di sudut halaman.

Gimana ? Bingung ya ..?

Simpelnya begini, Flip Book adalah buku elektronik seperti e-book, namun kelebihannya flip book bisa di buka lembar demi lembar. Kalau e-book sangat statis sifatnya ( tidak bisa di buka lembar demi lembar ). Jadi lebih dinamis dan menarik. Apalagi  flip book juga bisa di beri gambar, animasi, musik, video dan lain-lain. Sehingga tentu sangat menarik buat siswa. Bersama sejarah, aku akan mengajak mereka menjalani  proses bersama membuat flip book sejarah.

Langkah awal yang kulakukan adalah menginstall sofware yang digunakan membuat flip book. Banyak memang software yang bisa dipakai dan itu semua bisa dicari di internet. Ada yang berbayar, trial bahkan free. Nah, biar lebih praktis dan tidak menyulitkan, maka sengaja kupilihkan software yang portable. Pilihan akhirnya jatuh pada software Kvisof Flipbook Maker Pro 4.3.3.0 Portable Full. Mengapa memilih Kvisof Flip Book Maker Portable ? Alasan yang paling mendasar adalah tidak memerlukan proses instalasi dalam pengunaannya. Selain itu Kvisoft Flip Book Maker adalah salah satu aplikasi flip book yang cukup terkenal saat ini.

flipbook3

Aplikasi ini diciptakan khusus untuk membuat dan mendesain halaman, brosur, katalog, dalam bentuk flash dan HTML 5 sehingga terlihat lebih dinamis dan elegan. Kita dapat membuat flip book dari berbagai dokumen seperti PDF, Word, Excel, Power Point, Gambar, dan banyak lagi. Selain itu kita juga bisa memasukkan berbagai macam unsur media seperti teks, link, gambar, galeri, youtube, dan bentuk lainnya, yang tentunya akan membuat flip book kita tampil lebih menarik, dinamis, dan elegan serta dapat digunakan untuk beragam keperluan. Hasilnya bisa dijalankan dengan baik pada komputer yang telah terinstall aplikasi ini serta pada iPad, iPhone, Android, dan lainnya.

flipbook3

Proses menginstall kulakukan bersama-sama dan step by step. Karena tidak jarang mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Berkat kesungguhan dan keseriusan siswa akhirnya langkah ini bisa dilalui dengan baik. Setelah menginstall software Kvisoft Flip Book Maker, langkah berikutnya adalah mempersiapkan naskah yang akan dibuat flip book. Oya lupa, untuk tugas membuat flip book sejarah ini sengaja kususun dalam bentuk kerja kelompok karena bagiku lebih efektif dan efisien. Siswa bisa saling membantu diantara teman sehingga pembelajaran kolaboratif ( collaborative learning) akan tercipta. Siswa saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

03-sway3

Aku mengarahkan siswa agar naskah di buat dulu dalam format Word dan selanjutnya di convert dalam format PDF. Tujuannya agar lebih mudah saat ingin meng-edit atau mensetting tampilan. Terlihat mereka mengerjakan dengan penuh antusias.

07-sway7

Setelah membuat draft flip book, langkah berikutnya siswa mulai membuat flip book sejarahnya. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah membuka software Kvisoft Flip Book Maker yang sudah mereka install sebelumnya. Kuberikan instruksi melalui layar LCD sehingga semua siswa bisa melihat. Langkah demi langkah dijalani dan jika ada masalah bisa langsung ditanyakan. 02-sway2

Selanjutnya siswa mulai berkreasi membuat flip book. Ada yang menambahkan video, memberi suara latar, gambar, dan sebagainya. Prinsipnya siswa kuberikan keleluasaan untuk berkreasi membuat flip book sejarah mereka. Dalam tugas ini kusampaikan kriteria penilaian yang meliputi tiga hal yaitu :

1. Content ( Isi ) Materi.

2. Performance ( Penampilan ) Flip Book

3. Artistic ( Memiliki nilai seni )

Tugas dikerjakan dalam waktu 2 minggu dan sebagai salah satu syarat mendapatkan kisi-kisi ujian kenaikan kelas (UKK). Artinya bagi kelompok yang tidak atau belum selesai flip book sejarahnya maka tidak akan mendapat kisi-kisi UKK sejarah. Sehingga mau tidak mau siswa akan mengerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Namun alhamdulillah, mereka memperlihatkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang kuberikan. Bahkan mereka sangat tertantang untuk menampilkan flip book sejarah yang terbaik. Seperti yang disampaikan Daryani Fatimah Putri. Baginya tugas membuat flip book sejarah ini adalah pengalaman yang baru, makanya dia tertantang untuk bisa mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Beda lagi dengan Giovani  Saputri. Baginya tugas ini memberinya kecakapan hidup (life skill) baru, terutama cara membuat flip book, sesuatu yang baru pertama dilakukannya. Ternyata mengasyikkan dan memberi pengalaman baru sehingga suatu saat jika diminta membuat (lagi), tentu tidak akan mengalami kesulitan.

Inilah tujuan sebenarnya dari yang kutugaskan  pada mereka. Memberikan pengalaman baru, terutama memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, dengan menghasilkan sesuatu yang semoga berkesan bagi siswa. Life skill, inilah kata kuncinya. Bagaimana menanamkan pemahaman pada siswa bahwa kita bisa menghasilkan sesuatu dengan usaha sendiri dan sungguh-sungguh. Semoga pengalaman ini berguna bagi mereka di waktu yang akan datang.

Ingin lihat sebagian hasil flip book sejarah buatan siswaku ? Ini dia ……

Maju terus pendidikan Indonesia …!!!

————————————————————

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

bisa juga dilihat di sini

http://guraru.org/guru-berbagi/buat-flipbook-sejarah-yuuuk/

Pengembangan Media Ajar Sejarah Berbasis Android

Pesatnya  perkembangan  teknologi  pada  saat  ini  sangat  cepat  dan hampir  menyeluruh  di semua  kalangan  dan  semua  bidang.  Salah  satu  bidang yang  tidak  dapat  terlepas  dari  teknologi  adalah  bidang  pendidikan. Dengan adanya  perkembangan  teknologi  di  bidang  pendidikan  akan  menjadikan pendidikan  pada  saat  ini  bisa  lebih  maju  dan  berkembang  sehingga masyarakat  bisa  hidup  lebih  kreatif  dan  berpendidikan.  Akan  tetapi permasalahan yang sering muncul adalah bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada disekitar kita untuk menunjang pendidikan yang ada.

Telepon  genggam  atau  bisa  disebut  dengan  handphone  merupan salah  suatu  teknologi  yang  tidak  dapat  terlepas  dari  kehidupan  sehari-hari. Selain mudah di dapat, telepon genggam juga mudah digunakan kapan saja, di mana saja dan hampir semua kalangan masyarakat pada saat ini sudah bisa mengoperasikan  telepon  genggam. Pada  saat  ini,  banyak  sekali  telepon genggam  yang  berteknologi  canggih  yang  beredar  pada  masyarakat,  mulai dari  yang  berbasis  java,  Symbian,  Blackberry,  Windows phone,  Iphone  dan yang paling populer adalah Android.  Maka  dari  itu,  telepon  genggam  merupakan  media  pembelajaran yang sangat efektif bagi masyarakat saat ini.

Media  pembelajaran  yang  memanfaatkan  teknologi  telepon genggam  disebut  dengan  mobile  learning  (m-learning).  Mobile  learning merupakan  salah  satu  alternatif  pengembangan  media  pembelajaran, Smartphone  merupakan  sebuah  device  yang  memungkinkan  untuk melakukan  komunikasi  (seperti  menelpon  atau  sms)  juga  di  dalamnya terdapat  fungsi  PDA  (Personal  Digital  Assistant)  dan  berkemampuan  seperti layaknya  komputer.  

Selain  itu,  suatu  telepon  genggam  dapat  dikatakan smartphone  juga  harus  memiliki  sistem  operasi  di  dalamnya.  Sistem  operasi pada  saat  ini  yang  sangat  popular  adalah  sistem  operasi  Android.  Banyak sekali  vendor  atau  perusahaan-perusahaan  elektronik,  khususnya  dalam bidang telepon genggam yang  membenamkan sistem android pada produk-produk yang dikeluarkannya. 

Kebanyakan siswa sekarang ini sudah memiliki perangkat mobile yang bersistem operasi Android dan menggunakannya setiap saat kapan pun dimana pun untuk mengakses media informasi dan sebagainya. Oleh  karena  itu,  sebagai guru sejarah penulis termotivasi untuk mengembangkan media ajar sejarah berbasis android. Pembelajaran melalui media telepon genggam akan  lebih mudah  dilakukan  di  mana  saja  dan  kapan  saja  sehingga  dapat  memotivasi pengguna  untuk  selalu  giat  belajar.  Dengan  adanya  aplikasi  ini,  diharapkan agar pengguna akan lebih terpacu dan bersemangat untuk belajar. 

Sebagai guru sejarah, penulis selalu berusaha untuk selalu mengembangkan kompetensi dalam pembelajaran sejarah. Perkembangan teknologi informasi saat ini juga menjadi salah satu hal yang harus diikuti. Salah satunya adalah menyajikan media ajar sejarah berbasis android. Karena seperti telah menjadi kesan umum di kalangan siswa, sejarah dianggap pelajaran yang kurang menarik, membosankan, bahkan dianggap tidak penting.

 Hal ini salah satunya di sebabkan oleh penyajian pembelajaran yang dianggap ketinggalan jaman. Sejarah identik dengan ceramah, mencatat dan cerita. Hal inilah yang membuat siswa menjadi kurang antusias mengikuti pembelajaran. Karena itu perlu ditempuh langkah yang revolusioner agar siswa bisa antusias dalam belajar sejarah.  Untuk mewujudkan media ajar sejarah berbasis android maka satu-satunya cara adalah dengan membuat. Ya…membuat sendiri ! Lalu bagaimana caranya ? Padahal penulis tidak memliki pengetahuan tentang cara membuat media ajar berbasis android. Hal inilah yang kemudian membuat penulis kemudian mencari informasi seputar cara membuat media ajar berbasis android.

Setelah sekian lama mencari info tersebut, akhirnya muncullah satu nama yang kemudian menjadi solusi bagi penulis untuk bisa membuat media ajar berbasis android.  SAGUSANOV, ya inilah solusinya…SAGUSANOV kepanjangan dari Satu Guru Satu Inovasi, sebuah gerakan yang bertujuan memberikan motivasi bagi guru untuk bisa menghasilkan inovasi berupa media ajar berbasis android melalui pelatihan. Gerakan ini di inisiasi oleh bapak Abdul Kholiq ( sering di panggil dengan nama Kholiq Sagusanov ), yang memberikan pelatihan daring melalui aplikasi telegram.  Harapannya agar guru-guru Indonesia mau dan mampu membuat media ajar berbasis android. Dalam pelatihan ini peserta akan dibimbing secara intensif, mulai dari mempersiapkan rancangan media ajar berbasis android, membuat script HTML, memasukkan teks-teks, gambar hingga suara. Bimbingan dilakukan secara daring dengan berbekal modul yang sangat aplikatif serta mudah dipahami oleh semua peserta. 

Lalu, apa yang penulis dapatkan setelah mengikuti pelatihan ini ? Wah…banyak sekali, yang jelas pengetahuan serta pengalaman bisa membuat dan menghasilkan media ajar berbasis android yang nantinya bisa di upload ke play store. Keren khan…!! Untuk membuat media ajar berbasis android ini, menggunakan XDK Intel dan Bracket. Nah…di sini akan penulis paparkan proses pembuatan media ajar sejarah berbasis android yang telah penulis lakukan.

LANGKAH 1. MEMBUAT RANCANGAN MEDIA AJAR

Dalam kesempatan ini penulis mengangkat materi “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia” kelas XI semester genap. Langkah awal adalah membuat rancangan media. Bahan ajar yang digunakan yaitu smartphone. Mengapa ? karena handphone memiliki keterbatasan pada ukuran layar yamg digunakan, untuk mensiasati kekurangan tersebut tampilan pada media mobile learning didesain sedemikian rupa untuk memanfaatkan space layar secara efisien. Adapun rancangan tampilan bahan ajar sejarah berbasis Android disajikan sebagai berikut :

rancangan

LANGKAH 2. MEMBUAT  TAMPILAN HALAMAN UTAMA

Halaman utama merupakan jendela bagi siswa yang akan memberikan gambaran tentang materi yang akan dipelajari. Berdasar pada rancangan media ajar yang telah dibuat, maka selanjutnya adalah membuat script html untuk halaman utama yang terdiri dari :

1. Judul Aplikasi

2. Menu sub bab yang terdiri dari 3 yaitu Masa Penjajahan Jepang, Akhir Penjajahan Jepang, dan Proses Proklamasi. Di masing-masing menu sub bab juga dilengkapi dengan soal latihan

3. Menu Soal Latihan

4. Menu Daftar Pustaka

5. Menu Profil

Berikut ini adalah  tampilan di halaman utama

tampilan-terkini

LANGKAH 3. MEMBUAT TAMPILAN MENU SUB BAB

Setelah selesai membuat tampilan halaman utama, saatnya membuat sub bab materi yang terdiri dari :

1. Sub bab materi 1 : Masa Penjajahan Jepang beserta soal latihan

2. Sub bab materi 2 : Akhir Penjajahan Jepang beserta soal latihan

3. Sub bab materi 3 : Proses Proklamasi beserta soal latihan

Sama di langkah sebelumnya, maka kita perlu membuat script html dari masing-masing sub bab, sebagai berikut :

A. Sub Bab Materi 1. Masa Penjajahan Jepang 

script html sub bab materi 1 dan tampilannya :

bab-1

cover-media2

Script html untuk soal latihan sub bab 1 dan tampilannya  

script-soal7

cantik-tulisan2

B. Sub Bab Materi 2 : Akhir Kekuasaan Jepang

script html sub bab materi 2 dan tampilannya:

bab-2

cover-media5

Script html untuk soal latihan sub bab 2 dan tampilannya  

soal-bab-2

cantik-tulisan3

B. Sub Bab Materi 3 : Proses Proklamasi

script html sub bab materi 3 dan tampilannya adalah sebagai berikut:

bab-3

cover-media10

 Script html untuk soal latihan sub bab 3 dan tampilannya

soal-bab-3

cantik-tulisan4

LANGKAH 4. MEMBUAT TAMPILAN SOAL LATIHAN

Soal latihan dibuat dalam bentuk TTS (Teka-teki sejarah) yang dibuat dengan software Eclipsecrossword selanjutnya disimpan dalam format html. Berikut adalah script html untuk soal latihan dalam bentuk TTS. 

tilik tts-sejarah

LANGKAH 5. MEMBUAT TAMPILAN DAFTAR PUSTAKA

Script html yang dibuat dan hasilnya adalah sebagai berikut 

daftar-pustaka2 cantik-tulisan5

LANGKAH 6. MEMBUAT TAMPILAN PROFIL

script html untuk profil dan hasilnya sebagai berikut

profil4

profil

Saatnya Tampil Beda

Media ajar sejarah berbasis android ini bisa di upload ke google play dengan sebelumnya harus memiliki akun terlebih dahulu di google play. Berikut tampilan media sejarah sejarah di google play

google-play

Juga bisa dilihat di youtube

Bagaimana pemanfaatannya ?

Dalam pembelajaran di kelas media ajar sejarah berbasis android ini bisa digunakan sebagai media ajar pendamping. Siswa bisa memanfaatkan untuk lebih mendalami materi yang telah disampaikan guru.  Bisa juga guru menjadikan media ajar ini sebagai referensi bagi siswa untuk menjawab pertanyaan.

dscf6848dscf6849

dscf6853 dscf6857

Yang saya lakukan agar ada semacam “ikatan” antara media ajar yang telah dibuat dengan siswa adalah memberikan ulangan harian yang sumbernya dari media ajar sejarah berbasis android, sehingga mau tidak mau siswa akan memanfaatkan. Namun apapun caranya kesemuanya sebagai upaya untuk lebih menyukai belajar sejarah.  Semuanya sebagai bagian dari ikhtiar agar prestasi belajar siswa bisa meningkat. Semoga bisa menjadi salah satu kontribusi untuk meningkatkan pendidikan Indonesia.

————————————–

Artikel juga bisa dilihat di sini:

http://guraru.org/guru-berbagi/pengembangan-aplikasi-belajar-sejarah-berbasis-android/

MUSEUM GUNUNG API MERAPI, Mengenal Lebih Dekat Sang Mahaguru Merapi

Di kaki Gunung Merapi, sebuah museum berdiri sebagai perekam jejak gunung api ini. Kenangan dari tiap letusan tersimpan rapi, bahkan suara gemuruhnya pun dapat di dengar berkali-kali. Di museum ini, Merapi dikagumi sebagai pemberi pelajaran berarti.

S0026824

Inilah sepenggal catatan kecil ketika mengunjungi museum gunung merapi. Sebuah “mahakarya” agung yang mencoba menampilkan berbagai info seputar gunung merapi, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, dan juga info seputar gunung berapi di Indonesia secara umum. Museum yang terletak di Jl. Kaliurang Km.22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta ini, akan membuka cakrawala pandang kita secara luas tentang gunung merapi.

DSCF6776Berdiri artistik dengan latar agungnya Gunung Merapi, museum 2 lantai yang diresmikan tahun 2010 silam ini menjadi salah satu tempat wisata menarik di daerah Hargobinangun, Sleman. Bentuk bangunannya unik, berbentuk trapesium dengan salah satu sisi puncaknya mengerucut membentuk segitiga. Ketika hari cerah dan Gunung Merapi tak tertutup awan, maka keduanya tampak begitu gagah.

Memasuki museum, sebuah replika sebaran awan panas dari tiga buah letusan Gunung Merapi, yakni pada tahun 1969, 1994 dan 2006 akan menyambut para pengunjung. Alat inilah yang membuat seluruh ruangan bergemuruh. Tekan saja salah satu tombolnya, maka sebaran awan panas dan aliran lava pijar akan terlihat menyerupai kejadian waktu itu. Terbayang betapa dahsyatnya gejolak gunung api ini tiap kali meletus. Ratusan rumah tertimbun material vulkanik, ribuan ternak mati dan warga harus dievakuasi. Kehidupan di sekitar Merapi tandas ditelan wedhus gembel. Peristiwa tersebut bagai rajah yang tak akan hilang dari ingatan siapa saja yang menjadi korban.

DSCF6781

Menjelajahi ruangan lain kita akan menemukan display tipe letusan gunung api, batuan dari Gunung Merapi sejak tahun 1930, koleksi benda-benda sisa letusan tahun 2006 hingga koleksi foto-foto Gunung Merapi dari zaman ke zaman yang dipajang sedemikian rupa sehingga mudah diamati. Panel-panel ilustrasi dengan gambar kartun pun dapat dijumpai dan tentunya ramah bagi anak-anak. Dari sekian banyak koleksi benda yang ada, salah satu yang menarik adalah batu bom (volcanic bomb). Batu ini sepintas terlihat seperti batu biasa dengan bentuk yang tak beraturan. Tapi siapa sangka, batu ini adalah rupa lain lava pijar bersuhu 700 – 1.200⁰C yang kemudian terlempar ke udara dan mengalami proses pendinginan cepat sebelum sampai ke permukaan bumi.

DSCF6790Puas mengamati setiap koleksi di lantai satu, saatnya menilik apa yang ada di lantai dua museum. Setidaknya ada sembilan tipe benda koleksi dan alat peraga yang tersimpan di sana, mulai dari display letusan dan erupsi Merapi, lorong peraga simulasi LCD, peraga simulasi tsunami hingga peraga simulasi gempa. Masing-masing koleksi tersebut berhasil menarik perhatian tiap pengunjung, apalagi koleksi alat peraga yang ada masih berfungsi dengan baik. Jadi jangan heran bila tiap pengunjung dapat melihat tsunami dan gempa bumi mini yang dahsyat namun tak membahayakan.

Ketika semua sisi museum telah dijelajahi, masuk ke dalam teater mini museum ini adalah pilihan yang tepat. Sembari beristirahat, pengunjung akan disuguhi sebuah film pendek berdurasi 24 menit berjudul Mahaguru Merapi. Film ini menunjukkan dua sisi Merapi yang begitu berbeda. Merapi memberi kesuburan dan kehidupan bagi tiap makhluk di sekitarnya, tapi ada kalanya ia juga meluluhlantakkan semuanya tanpa tersisa. Sungai-sungai yang mengalir dari lerengnya memenuhi kebutuhan warga akan air, tapi ada saatnya sungai tersebut berubah jadi ancaman kehidupan karena lahar dingin yang mengalir di dalamnya. Melalui film ini, sekali lagi, Merapi berhasil mengundang decak kagum, membawa tiap pengunjung mengenal lebih dekat sosoknya yang mengagumkan. Kehadirannya adalah pengingat akan keagungan Sang Pencipta, ketika semua yang sudah ada kapan pun bisa hilang dan kehidupan berulang dari awal.

Ingin lihat foto-foto yang lain ?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lereng Merapi, 2016….

Jelajah Sejarah Purba di Museum Dayu

dayuMuseum Dayu merupakan salah satu cluster museum purbakala Sangiran. Museum Dayu ini satu-satunya museum purbakala yang terletak di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di Desa Dayu, Gondangrejo, Karanganyar. Tiga cluster lain terletak di Kabupaten Sragen. Untuk menuju tempat ini cukup mudah jika Anda dari Solo. Saya ambil terminal Solo, Anda bisa ke arah utara atau jalur Solo-Purwodadi sekitar 15 km kemudian sampai daerah Gondangrejo ada tulisan Museum Dayu ke kanan 3 km.Kemarin sabtu tanggal 2 Januari saya mengunjungi Museum Dayu yang terletak di perbatasan Karanganyar Sragen, yaitu kecamatan Gondangrejo Karanganyar dengan Kecamatan Kalijambe Sragen. Jalan menuju tempat tersebut cukup baik, tetapi untuk bus besar kalau berpapasan harus mengalah salah satu. Kebetulan rumah saya di daerah Wonorejo, yang tidak terlalu jauh dari Museum Dayu. Saya sengaja mengambil jalur jalan pedesaan yang ternyata sangat mengasyikkan. Sepanjang perjalanan pohon-pohon yang menghijau menjadi obat pencuci mata.

dayu 2

Sebelum sampai di lokasi, kita akan dibantu dengan sebuah gapura yang menjadi penanda lokasi museum dayu. Sekilas gapura ini mirip dengan gapura yang ada di Sangiran. Seolah menjadi sebuah entitas yang menjadi penanda menuju  perjalanan menguak masa lampau.

dayu 3

Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, aku tiba di museum dayu. Kedatanganku di sambut oleh sebuah bangunan megah yang menjadi bangunan utama. Bangunan itu terlihat masih baru. Ternyata aku baru tahu bahwa museum ini baru diresmikan tahun 2014 oleh bapak Wakil Presiden Boediono. Di depan bangunan utama itu, ada sebuah tugu yang menunjukkan nama Museum Manusia Purba Klaster Dayu.

dayu 4

Sebelum masuk ke kompleks museum dayu, pengunjung harus membeli tiket masuk seharga 5000 rupiah. Setelah membayar tiket masuk, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah sebuah bentang alam yang sangat indah dan menjorok ke bawah. Pengunjung harus berjalan melewati tangga-tangga turun ke bukit. Bangunannya terdiri dari bangunan anjungan, ruang diorama, ruang pamer, ada pula ruang bermain anak-anak dan gazebo untuk beristirahat.

dayu 5

Di taman bermain ini banyak anak-anak yang bermain, mereka menikmatinya, bersama saudara-saudara mereka. Orang tua mereka dengan seksama mengamati anaknya, terlihat raut muka bahagia dari orang tua tersebut. Mungkin dia bisa bahagia karena sudah mengantar anaknya ke museum Dayu ini. Mereka bisa belajar dan bermain secara gratis.Jika lelah menggelayuti, ada gazebo. Gazebo ini juga didesain unik, terbuat dari kayu glugu dan kayu lain. Kayu glugu seratnya juga terlihat bagus. Tenang saja kayu glugu ini tidak menelusuk jari-jari Anda karena sudah di plitur dengan baik. Anda pun bersama keluaga bisa bersandar sejenak di gazebo ini. Saya pun juga sempat menggunakan gazebo ini untuk beristirahat sejenak karena kaki agak pegal setelah berputar-putar berkeliling museum. Capek reda, saya lanjut lagi untuk mengelilingi museum.Saya memulai melihat anjungan  anjungan. Ruangannya adem karena ada AC nya, ada alat peraga berupa laya komputer sentuh, sayangnya beberapa sudah tak bisa dioperasikan karena sudah rusak. Mungkin perlu digaris bawahi pengawasan sangat perlu, karena kalau tidak diawasi museum yang alat-alatnya masih bagus ini bisa rusak.

dayu 6

Selanjutnya saya menuruni tangga menuju ruang diorama yang berisi tentang kehidupan masa lalu. Selanjutnya menuju ruang pamer. Berada di ruang pamer ini ada manekin atau replika tulang-tulang yang ditemukan ribuan tahun lalu. Ada pula tulang asli yang ditemukan di daerah tersebut. Tulang-tulang hewan banyak juga yang ditemukan, bentuknya sudah berupa batu batuan. ada pula ditemukan alat perimbas dll.

dayu 7

Tiba di bagian bawah dari museum Dayu, pengunjung akan disuguhi fosil buaya purba yang terbilang masih sangat lengkap. Fosil ini diletakkan di sebuah tempat khusus yang diberi pasir laut. Di tempat ini juga kita juga akan melihat gambar tentang proses penemuan fosil dari awal hingga akhir. Juga dipajang foto-foto proses ekskavasi (penggalian) fosil manusia purba yang pernah dilakukan di wilayah Sangiran.

dayu 8

Dengan melihat foto-foto tersebut kita bisa mendapat gambaran betapa sangat kompleksnya proses mengungkap misteri manusia purba.  Jika anda ingin menguak sejarah manusia purba di masa lampau, museum dayu bisa menjadi referensi untuk dikunjungi. Selamat berkunjung…

(ketika) Anggota PETA Bermain Sepak Bola

sepak bola

Sebagai manusia biasa, setiap orang butuh sarana untuk refreshing dari aktivitas sehari-hari, tak terkecuali bagi anggota PETA, yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Berikut adalah video saat anggota PETA sedang menikmati serunya bermain sepak bola. Para prajurit Heiho sedang lomba sepakbola antar kesatuan sekitar tahun 1944. Tidak ada keterangan di daerah mana. Rekaman ini merupakan bagian propaganda tentara Jepang.

(untuk melihat silahkan klik link di bawah ini )

Anggota PETA main sepak bola