Category Archives: Tulisanku

Buat Flip Book Sejarah Yuuuk…

” Anak-anak, pernahkah kalian mendengar istilah e-book ?”

Itulah kalimat yang kuucapkan di awal pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 pagi itu.

Serempak  mereka menjawab “Sudah pak…!”

“Coba, siapa yang bisa menjelaskan apa itu e-book ?

“Buku elektronik pak,” jawab Siti, yang duduk di meja depan meja guru. “Iya benar”.

“Siapa lagi yang mau menjawab ?”  tanyaku menantang.

e- book itu  adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar,” jawab Dewi, siswiku yang terkenal jika menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sistematis.

” Luarrr biasa! ” jawabku.

“Coba, siapa yang pernah membuat e-book ?” tanyaku kemudian. Seketika terlihat wajah-wajah yang sebelumnya riuh, tiba-tiba diam. Gelengan kepala mereka  adalah pemandangan yang kemudian kusaksikan.

” Belum pernah membuat ya,” tanyaku seolah menggelitik rasa penasaran mereka.

“Belum paaak..!” jawab mereka serentak.

“Nah, bapak akan memberikan pengalaman baru buat kalian. Jika tadi bapak bertanya apakah ada yang pernah membuat e-book, ternyata hampir semua menjawab belum. Tapi kalau memanfaatkan e-book, rata-rata dari kalian pasti pernah, betul ?” tanyaku menirukan gaya bicara seorang da’i kondang sejuta umat.

“Betul paaaak..!” serempak mereka menjawab.

————————————–

Itulah sekilas perbincanganku bersama siswi kelas XI IPS 1 tentang pengalaman menggunakan e-book. Namun sebenarnya pertanyaan tadi kuajukan sebagai pancingan kepada siswa tentang pemahaman mereka seputar e-book dan ternyata rata-rata mereka sudah sangat familiar. Nah…barulah aku mulai menyampaikan kepada mereka bahwa selain e-book ada juga flip book daaaan….mereka akan kuajak  membuat sendiri, ingat lho…MEMBUAT SENDIRI, bukan hanya menggunakan saja.

Apa beda e-book dan flip book ?

E – book adalah versi elektronik dari buku. Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Sedangkan Flip Book adalah  buku dengan serangkaian gambar yang bervariasi secara bertahap dari satu halaman ke halaman berikutnya, sehingga ketika halamannya diputar dengan cepat, gambar-gambar itu tampak bernyawa dengan simulasi gerakan atau perubahan lainnya. Buku flip sering di ilustrasikan buku untuk anak-anak, tapi mungkin juga disesuaikan dengan orang dewasa danmenggunakan serangkaian foto dan bukan gambar. Buku flip tidak selalu merupakan buku terpisah, tapi mungkin muncul sebagai fitur tambahan di buku atau majalah biasa, seringkali di sudut halaman.

Gimana ? Bingung ya ..?

Simpelnya begini, Flip Book adalah buku elektronik seperti e-book, namun kelebihannya flip book bisa di buka lembar demi lembar. Kalau e-book sangat statis sifatnya ( tidak bisa di buka lembar demi lembar ). Jadi lebih dinamis dan menarik. Apalagi  flip book juga bisa di beri gambar, animasi, musik, video dan lain-lain. Sehingga tentu sangat menarik buat siswa. Bersama sejarah, aku akan mengajak mereka menjalani  proses bersama membuat flip book sejarah.

Langkah awal yang kulakukan adalah menginstall sofware yang digunakan membuat flip book. Banyak memang software yang bisa dipakai dan itu semua bisa dicari di internet. Ada yang berbayar, trial bahkan free. Nah, biar lebih praktis dan tidak menyulitkan, maka sengaja kupilihkan software yang portable. Pilihan akhirnya jatuh pada software Kvisof Flipbook Maker Pro 4.3.3.0 Portable Full. Mengapa memilih Kvisof Flip Book Maker Portable ? Alasan yang paling mendasar adalah tidak memerlukan proses instalasi dalam pengunaannya. Selain itu Kvisoft Flip Book Maker adalah salah satu aplikasi flip book yang cukup terkenal saat ini.

flipbook3

Aplikasi ini diciptakan khusus untuk membuat dan mendesain halaman, brosur, katalog, dalam bentuk flash dan HTML 5 sehingga terlihat lebih dinamis dan elegan. Kita dapat membuat flip book dari berbagai dokumen seperti PDF, Word, Excel, Power Point, Gambar, dan banyak lagi. Selain itu kita juga bisa memasukkan berbagai macam unsur media seperti teks, link, gambar, galeri, youtube, dan bentuk lainnya, yang tentunya akan membuat flip book kita tampil lebih menarik, dinamis, dan elegan serta dapat digunakan untuk beragam keperluan. Hasilnya bisa dijalankan dengan baik pada komputer yang telah terinstall aplikasi ini serta pada iPad, iPhone, Android, dan lainnya.

flipbook3

Proses menginstall kulakukan bersama-sama dan step by step. Karena tidak jarang mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Berkat kesungguhan dan keseriusan siswa akhirnya langkah ini bisa dilalui dengan baik. Setelah menginstall software Kvisoft Flip Book Maker, langkah berikutnya adalah mempersiapkan naskah yang akan dibuat flip book. Oya lupa, untuk tugas membuat flip book sejarah ini sengaja kususun dalam bentuk kerja kelompok karena bagiku lebih efektif dan efisien. Siswa bisa saling membantu diantara teman sehingga pembelajaran kolaboratif ( collaborative learning) akan tercipta. Siswa saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing.

03-sway3

Aku mengarahkan siswa agar naskah di buat dulu dalam format Word dan selanjutnya di convert dalam format PDF. Tujuannya agar lebih mudah saat ingin meng-edit atau mensetting tampilan. Terlihat mereka mengerjakan dengan penuh antusias.

07-sway7

Setelah membuat draft flip book, langkah berikutnya siswa mulai membuat flip book sejarahnya. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah membuka software Kvisoft Flip Book Maker yang sudah mereka install sebelumnya. Kuberikan instruksi melalui layar LCD sehingga semua siswa bisa melihat. Langkah demi langkah dijalani dan jika ada masalah bisa langsung ditanyakan. 02-sway2

Selanjutnya siswa mulai berkreasi membuat flip book. Ada yang menambahkan video, memberi suara latar, gambar, dan sebagainya. Prinsipnya siswa kuberikan keleluasaan untuk berkreasi membuat flip book sejarah mereka. Dalam tugas ini kusampaikan kriteria penilaian yang meliputi tiga hal yaitu :

1. Content ( Isi ) Materi.

2. Performance ( Penampilan ) Flip Book

3. Artistic ( Memiliki nilai seni )

Tugas dikerjakan dalam waktu 2 minggu dan sebagai salah satu syarat mendapatkan kisi-kisi ujian kenaikan kelas (UKK). Artinya bagi kelompok yang tidak atau belum selesai flip book sejarahnya maka tidak akan mendapat kisi-kisi UKK sejarah. Sehingga mau tidak mau siswa akan mengerjakan dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Namun alhamdulillah, mereka memperlihatkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas yang kuberikan. Bahkan mereka sangat tertantang untuk menampilkan flip book sejarah yang terbaik. Seperti yang disampaikan Daryani Fatimah Putri. Baginya tugas membuat flip book sejarah ini adalah pengalaman yang baru, makanya dia tertantang untuk bisa mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Beda lagi dengan Giovani  Saputri. Baginya tugas ini memberinya kecakapan hidup (life skill) baru, terutama cara membuat flip book, sesuatu yang baru pertama dilakukannya. Ternyata mengasyikkan dan memberi pengalaman baru sehingga suatu saat jika diminta membuat (lagi), tentu tidak akan mengalami kesulitan.

Inilah tujuan sebenarnya dari yang kutugaskan  pada mereka. Memberikan pengalaman baru, terutama memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, dengan menghasilkan sesuatu yang semoga berkesan bagi siswa. Life skill, inilah kata kuncinya. Bagaimana menanamkan pemahaman pada siswa bahwa kita bisa menghasilkan sesuatu dengan usaha sendiri dan sungguh-sungguh. Semoga pengalaman ini berguna bagi mereka di waktu yang akan datang.

Ingin lihat sebagian hasil flip book sejarah buatan siswaku ? Ini dia ……

Maju terus pendidikan Indonesia …!!!

————————————————————

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

bisa juga dilihat di sini

http://guraru.org/guru-berbagi/buat-flipbook-sejarah-yuuuk/

Workshop Pembuatan Media Ajar Berbasis Android

sagusanov3

Latar Belakang

Pengguna Smartphone berbasis Android saat ini sudah sangat familiar hampir seluruh lapisan generasi manusia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan bayi sekalipun jika diperlihatkan dengan layar Smart phone berbasis Android sudah tampak tertarik padanya. Penggunaan Smartphone berbasis Android juga sudah menjadi hal biasa bagi anak-anak pra sekolah sampai perguruan tinggi. Anak-anak yang nalurinya suka bermain dalam era digital saat ini sudah beralih pada permainan yang ada hubungannya dengan Smartphone berbasis Android, baik digunakan untuk permainan maupun untuk berkomunikasi dengan teman sejawat menggunakan media sosial. Sebagai akibatnya guru yang mengajarkan mereka merasa kesulitan untuk memahami perkembangannya jika tidak memasuki dunia mereka. Untuk dapat memahami karakter dan perilaku, serta untuk dapat mengaktifkan siswa dalam belajar maka guru perlu memahami perkembangan dunia digital saat ini.

Perubahan dunia anak-anak sebagai peserta didik saat ini harus dibarengi dengan kemajuan guru dalam memanfaatkan IT Smartphone berbasis Android (ponsel, gadget, tab, dll.). Sebagai fasilitator pembelajaran dalam dunia pendidikan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, guru seharusnya turut serta membantu meminimalisir dampak negatif dari Smart phone berbasis Android. Salah satunya dengan menyajikan/membuat aplikasi Smart phone berbasis Android yang bersifat edukatif seperti materi pembelajaran, permainan interaktif edukatif, ataupun mesin pencari khusus untuk kalangan pelajar. Aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Banyaknya guru dan siswa yang mempunyai Smartphone berbasis Android, sehingga membuat satu aplikasi berbasis Android dengan konten pendidikan akan memberikan manfaat bagi Dunia Pendidikan Kita. Disamping itu juga keharusan bagi guru menyiapkan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) mulai gol III/b berupa Hasil Penelitan, Karya Ilmiah ataupun Karya Inovatif. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, maka perlu adanya usaha dari guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang informasi dan teknologi (IT) atau yang lebih dikenal dengan digital. Usaha yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan-pelatihan, baik yang dilakukan secara mandiri oleh guru maupun yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satu usaha mandiri guru aktif mengikuti kegiatan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) diantaranya melalui workshop Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV).

Nama Kegiatan

Kegiatan workshop peningkatan kompetensi  guru ini dinamakan Workshop Online Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV) Kelas Telegram Sagusanov 7. SAGUSANOV merupakan gerakan untuk membuat karya inovasi di bidang pembelajaran berbasis android. Melalui workshop SAGUSANOV, guru dilatih membuat aplikasi materi pembelajaran berbasis android.

Maksud dan Tujuan Kegiatan

 Adapun tujuan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” sebagai berikut.

1.  Guru memahami proses migrasi materi pembelajaran berbasis hardcopy atau softcopy ke bentuk teknologi Smart phone berbasis Android.

2. Mengajak guru untuk memberikan materi pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan Smart phone berbasis Android.

3. Unsur PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Sub Unsur : Melaksanakan Karya Inovatif. Poin a. Membuat alat pelajaran (Kategori kompleks ). Angka Kredit = 2

Dampak Kegiatan 

 Dampak dari kegiatan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” bagi pesertanya adalah :

1.  Meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi informasi terutama Smart

     phone berbasis Android dalam komunikasi media sosial (telegram) dan kegiatan

    pembelajaran.

2. Meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis android

berupa materi pembelajaran dan soal-soal interaktif.

3. Membantu mengimbangi konten-konten negatif dengan membuat konten-konten positif (edukatif) dalam aplikasi Smart phone berbasis Android.

Penyelenggara Kegiatan

Penyelenggara kegiatan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI).  Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisai guru yang diinisiasi sejak tahun 2000 dengan nama Klub Guru Indonesia dan secara resmi berbadan hukum pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009. Kepengurusan baru IGI 2016-2021 juga telah terdaftar di kementerian hukum dan ham dengan surat keputusan nomor AHU-0000308.A.H.01.08.Tahun 2016 dengan Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim dari Sulsel dan Sekjen Mampuono dari Jawa Tengah.

Pola Penyelenggaraan Kegiatan

Pola penyelenggaraan kegiatan adalah 32 JP secara online (moda daring), dengan materi sebagai berikut:

sertifikat

Pelaksanaan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)”ini dilaksanakan melalui kelas telegram SAGUSANOV sesuai waktu yang telah ditentukan penyelenggara. Materi workshop dibagikan melalui chanel group telegram SAGUSANOV dalam bentuk PDF, gambar, aplikasi dll. Proses diskusi dan pelaporan hasil karya peserta dilakukan melalui  group telegram SAGUSANOV Indonesia dan SAGUSANOV 7. Peserta yang telah menyelesaikan tugas seluruh materi “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” berhak mendapat sertifikat.

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan Kegiatan 

Pelaksanaan workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 26 Februari 2017 dengan waktu dan tempat fleksibel, menyesuaikan kondisi peserta namun terbatas sampai tanggal pelaksasanaan kegiatan yang telah ditetapkan penyelenggara tersebut.

Nama-nama Pelatih/Narasumber

Pelatih utama workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” adalah Abdul Kholiq, S.Kom. dan berberapa narasumber SAGUSANOV sebagai administrator antara lain: Fathur Rahman, Rusdi Mustapa, Tri Goesema Putra, Abdul Mujid dan Gusik Inux. 

Hasil Karya

Hasil dari workshop online “Satu Guru Satu Inovasi (SAGUSANOV)” ini, penyusun sebagai peserta mampu membuat aplikasi Smart phone berbasis Android materi pembelajaran Sejarah Kelas XI Wajib Semester Genap dengan tema “Peristiwa Seputar Proklamasi”.

Fitur dalam aplikasi dapat dilihat video yang telah di upload ke youtube dengan alamat  sebagai berikut https://www.youtube.com/watch?v=bcZ5zmG9xvI&t=1s.

Selain itu aplikasi juga bisa di download dari google play dengan alamat sebagai berikut https://play.google.com/store/apps/details?id=sagusanov.pakrusdimustapa.kelas11

Semoga bermanfaat bagi perkembangan pendidikan Indonesia.

 

Penantianku Terjawab Sudah….

Alhamdulillah, itulah ungkapan pertamaku ketika melihat pengumuman lomba blogger guru yang diadakan Acer dan Guraru, terpampang di group guraru (guru era baru) yang bisa dilihat di sini. Guraru adalah komunitas bagi guru-guru seluruh Indonesia yang memiliki komitmen besar untuk pendidikan Indonesia lebih baik. Setiap tahun guraru mengadakan lomba penulisan artikel bagi guru-guru se Indonesia. Tahun 2015 ini adalah gelaran yang kesekian kalinya diadakan. Event yang menggandeng Acer sebagai sponsornya itu merupakan media bagi guru-guru untuk mengaktualisasikan dirinya lewat tulisan. Kebetulan aku mulai ikut event lomba menulis artikel ini sejak tahun 2012. Keikutsertaan pertama kali yang berbuah “manis” dengan masuknya namaku diantara sekian finalis dari seluruh Indonesia ( lebih jelas lihat di sini).

Pengalaman pertama yang berkesan hingga akhirnya kembali memberanikan diri mengikuti event serupa tahun ini. Event yang bertajuk Lomba Blogger Guru dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, mengangkat dua tema besar yaitu pengalaman menyenangkan selama jadi guru dan pengalaman menyenangkan pembelajaran di luar kelas. Dengan hadiah keren yang ditawarkan Acer berupa laptop Acer One 10 tentu menjadi magnet bagi semua guru di Indonesia untuk ambil bagian (tak terkecuali aku tentunya). Semangat mengikuti event ini aku buktikan dengan mengirim 11 artikel yang rata-rata adalah pengalaman mengajar bersama siswa/siswi di MAN 1 Surakarta. Mungkin ngebet ingin dapat laptop Acer One 10 ya hehehe…Tapi jujur itulah yang ada di benakku saat itu. Selain juga untuk berbagi kepada orang lain yang semoga bisa menginspirasi. Batas waktu pengiriman artikel adalah tanggal 21 Mei 2015.

guru blogger

Setelah waktu pengiriman artikel berakhir tibalah saatnya masa penilaian yang dilakukan mulai tanggal 21 Mei 2015 – 26 Mei 2015. Lima hari yang mendebarkan bagi semua peserta lomba, termasuk aku tentunya. Deg-degan, H2C (harap-harap cemas) adalah suasana hati yang menghinggapiku. Apalagi setalah menginjak tanggal 26 Mei, waktu pengumuman. Membuka laman guraru.org adalah langkah praktis yang kulakukan. Namun setelah dibuka eee ternyata pengumuman pemenang ternyata belum ada. Sempat kecewa juga hehehe…. karena penantian selama hampir 5 hari belum terjawab. Hingga akhirnya tepat di tanggal 28 Mei 2015, akhirnya penantian itu terjawab sudah. Pengumuman pemenang lomba di muat oleh Guraru. Bukan di laman resmi guraru tapi di Group FB Guraru. Itu pun juga tanpa sengaja membukanya. Terpampanglah di situ nama-nama pemenang.

pengumuman juara guraru

Terlihat di situ nama “Rusdi Mustapa” nongol diantara nama-nama pemenang yang lain. Exited pokoknya…ternyata 1 diantara 11 artikelku yang berjudul “Ayo Berkreasi dengan Sampah”  mampu “memukau” dewan juri dan memilihnya menjadi pemenang. Bangga, senang dan bersyukur tentunya. Walau tidak sesuai dengan harapan yang ingin dapat laptop Acer One 10, namun pencapaian ini suatu kemajuan bagiku. Karena di tahun 2012, ketika pertama kali ikut lomba, namaku berada di peringkat 12 dari 13 finalis se Indonesia. Tahun ini menduduki peringkat ke tiga (jika dilihat dari jumlah pemenangnya). Bersyukur dan menjadi motivasi untuk meningkat dan yang penting semakin memberi energi besar untuk tetap menulis.

Jadi teringat (lagi) dengan kata-kata teman kompasianer senior, Niken Satyawati, saat menjadi salah satupembicara seminar jurnalistik di MAN 1 Surakarta. Dia bilang gini “menulislah dan lihatlah apa yang terjadi..” Inilah yang barangkali menjadi titik balik dari semangat menulisku. Karena sebelumnya aku pernah punya pengalaman tidak mengenakkan, ketika postinganku di blog pribadi dibajak orang lain. Peristiwa itu sempat membuat semangat menulisku menurun. Tapi semangat dan motivasi bu Niken Satyawati mampu menghidupkan lagi api semangatku kembali menyala.

bu niken

Menulislah Setiap Hari dan Lihatlah yang (Akan) Terjadi

Ini adalah pengalamanku sebagai kompasianer “ingusan” yang mencoba belajar mengarungi dunia literasi. Di sela-sela kesibukanku sebagai seorang guru, aku menyempatkan waktu dan diri mengolah kata demi kata hingga menghasilkan kalimat yang (semoga) penuh makna. Namun sebenarnya apa yang menjadi titik balik dari “keberanianku” terjun ke dunia ( yang menurut teman-temanku) kurang menarik dan penuh fantasi ini? Inilah sepenggal kisahku:

Aku adalah seorang guru muda yang masih penuh semangat dalam bekerja (Insya Allah). Kecintaanku pada dunia mengajarlah yang akhirnya menuntunku masuk ke FKIP UNS tahun 1998. Jurusan yang aku pilih adalah Pendidikan Sejarah. Jurusan yang menurut banyak orang kurang prospektif. Namun berkat ketekunan dan kerja kerasku, alhamdulillah tahun 2003 berhasil menyelesaikan kuliah dengan IPK yang tidak mengecewakan bahkan masuk wisudawan terbaik ke 4 di FKIP. Pencapaian yang patut aku syukuri dengan segera menentukan langkah selanjutnya. Karena tidak ada gunanya menyandang predikat Wisudawan Terbaik ke 4 FKIP namun akhirnya hanya menjadi pengisi pencari lowongan kerja. Tanpa pikir panjang segera aku mencari sekolah yang (semoga) mau menerimaku menjadi seorang guru.

Alhamdulillah tanpa menunggu waktu yang lama, tepat dua bulan setelah  wisudaku (aku wisuda di bulan Juni 2003), aku diterima menjadi “calon” guru di sebuah sekolah berbasis Islam MAN 1 Surakarta, Sekolah yang (jujur saja) telah menjadi dambaanku jika nanti aku mengajar. Singkatnya inilah do’a yang terjawab. Sebagai “calon” guru baru, tentunya aku berusaha untuk memberikan yang terbaik buat sekolah apalagi statusku masih GTT (Guru Tidak Tetap), artinya jika kinerjaku tidak memuaskan maka bisa saja aku di keluarkan dari sekolah itu. Tapi alhamdulillah selama waktu “percobaan” menjadi guru itu aku bia menjalaninay dengan lancar dan tidak ada komplain dari sekolah.

2012, sebuah awal baru

Tahun 2012 adalah titik balik dari keputusanku terjun di dunia literasi. Ya, ketika di tahun 2012 pada saat sedang iseng-iseng mencari informasi yang sedang aku butuhkan, tiba-tiba pandangan mataku tertuju pada sebuah pengumuman yang termuat di laman guraru.org. Pengumuman tentang lomba menulis artikel bagi guru. Masih asing sebenarnya mendengar istilah guraru, namun setelah aku buka lebih lanut informasinya barulah kuketahui bahwa guraru kepanjangan dari Guru Era Baru. Sebuah wadah yang berisi kisah, pengalaman, dan semua hal yang berhubungan dengan para guru. Namun guru-guru yang kalau boleh aku bilang “bukan guru biasa”, karena mereka memiliki dedikasi pada profesi yang sangat tinggi.

Jauh sebelumnya, kesenanganku dalam dunia tulis menulis telah dimulai sejak tahun 2003 ketika membuat blog pribadi. Di blog ini banyak aku posting artikel atau pengalaman selama mengajar di sekolah bersama siswa/siswiku di MAN 1 Surakarta. Ada juga info tentang sejarah sesuai dengan disiplin ilmu yang aku miliki. Blog ini merupakan awal dari keputusan besarku untuk terjun di dunia tulis menulis. Untuk melihat blog pribadiku bisa lihat di sini.

Kembali tentang lomba menulis artikel. Setelah aku baca pengumuman itu timbul keinginan untuk mencoba berpartisipasi dengan mengirimkan artikel yang aku tulis. Saat itu aku mengirimkan 4 artikel sekaligus yang kesemuanya merupakan pengalamanku dalam mengajar di sekolah. Jadilah hari-hari sesudahnya aku selalu mengecek perkembangan dari artikel yang telah aku kirimkan. Apakah sudah banyak yang memberi komentar atau malah tidak sama sekali hehehehe…

Data terakhir yang aku lihat bahwa sudah hampir 240 artikel yang telah dikirimkan dalam lomba itu. Sempat ciut juga sih melihatnya, namun saat itu menjadi pemenang bukanlah target utamaku. Aku masih ingin mencari pengalaman dalam dunia tulis menulis.

Hingga akhirnya tibalah saat pengumuman. Aku buka laman guraru.org dan ketika aku buka link ini, aku serasa tidak percaya bahwa namaku ada di antara daftar nama-nama finalis itu. Sebanyak 13 finalis lomba artikel guru dan namaku nangkring di nomor 12. Alhamdulillah, serasa mimpi namun nyata. Peringkat ke 12 dari sekitar 240 artikel se Indonesia man !!

Artikelku tentang pembelajaran menggunakan media mind map dan telah aku praktikkan bersama siswa/siswiku ternyata mampu “mengetuk hati” dewan juri sehingga mampu masuk 13 besar finalis. Memang belum jadi 3 besar tapi kepuasan batin itulah yang saat itu yang aku rasakan. Inilah artikelku yang  masuk 13 besar lomba penulisan artikel guraru bersama Acer tahun 2012 yang bisa dilihat di sini.

Setelah pengumuman itu tidak ada kata yang bisa aku ucapkan selain ungkapan syukur kepada Allah SWT dan menjadi motivasi untuk terus menulis dan menulis. Spesialisasiku dalam menulis adalah tentang pengalaman mengajar bersama siswa/siswiku. Mengapa ? Karena merekalah sumber inspirasi dan motivasi bagiku dalam menuliskan kata-kata demi kata di atas keyboard laptopku. Sehingga pada saat istriku tercinta menelponku bahwa ada souvenir dari ACER dan Guraru, walau dia sempat kaget dan bingung, aku ucapkan terima kasih pada siswa/siswiku atas motivasi dan inspirasinya. Oya souvenir yang kuterima adalah sebuah tas laptop Acer ( sayangnya belum sama Laptopnya hehehe), sebuah flashdisk dan Buku yang cukup inspiratif. Buku yang semakin memberiku semangat untuk semakin gemar dalam menulis.

582167_2329755500291_785316627_n

Pengalaman masuk 13 besar finalis lomba menulis artikel guru tahun 2012 memberiku energi yang sangat luar biasa untuk semakin mengasah kemampuanku dalam mengolah kata. Maka dari itu untuk lebih memantapkan diri dan juga menimba ilmu dalam bidang tulis menulis, aku merasa perlu bergabung dengan komunitas penulis yang bisa menyebarkan energi positif dalam bidang menulis. Karena itulah aku bergabung dengan FLP ( Forum Lingkar Pena) kota Surakarta. Sebuah forum yang berisi orang – orang yang haus akan ilmu tentang kepenulisan. Bergabung dengan komunitas yang kebanyakan terdiri dari anak-anak muda tidak membuatku merasa minder justru aku semakin bersemangat untuk belajar dari yang muda-muda. Mereka dari segi usia memang masih muda namun bicara pengalaman dalam bidang tulis menulis rasanya aku perlu mengacungkan dua jempol pada mereka.

Kemudian untuk mengukur kemampuan dalam menulis artikel aku memberanikan diri untuk bergabung dengan kompasiana, sebuah  wadah yang memberikan kesempatan bagi “penulis pemula” untuk bisa mewarnai dunia lewat tulisan. Sebelum bisa diterima dalam wadah ini aku mendaftar sebagai member terlebih dahulu dan memiliki akun sendiri. Jadi singkatnya setelah kita terdaftar menjadi member maka kita memiliki blog pribadi yang bisa kita isi dengan tulisan kita, dengan tema apapun namun sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di kompasiana. Yang keren adalah tulisan kita akan muncul di laman kompasiana.com. Alhamdulillah sih sudah lumayan banyak artikelku yang mewarnai laman itu walau masih kalah banyak dengan penulis-penulis sebelumnya. Seperti biasa aku mengangkat tema seputar pendidikan, sesuai dengan profesiku, terutama tentang pengalaman dalam mengajar. Yang membuat puas secara batin adalah saat ada komentar dari pembaca. Itulah kepuasan yang tidak ternilai dengan angka-angka rupiah.

kompasiana2

Pengalaman tak terlupakan yang lain di bidang tulis menulis adalah ketika memberanikan diri mengikuti  lomba menulis artikel bagi guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Nur Hidayah Surakarta tahun 2014. Lomba yang diikuti oleh guru di Jawa Tengah dan DIY itu mengambil tema “Inspirasi Guru : Dari Keluarga Semua Bermula”. Aku kirimkan dua artikel sekaligus dalam lomba tersebut dengan harapan bisa menang. Saat itu bukan untuk mencari pengalaman lagi tapi mengejar juara. Dan ternyata harapanku tidak bertepuk sebelah tangan. Dari dua artikel yang kukirimkan salah satunya bisa menjadi juara bahkan juara favorit, alhamdulillah luar biasa !!!

nur hidayah

IMG_3350

Info lebih lengkap tentang pengumuman lomba menulis artikel bisa dilihat di sini

Pencapaian ini tentu saja tidak membuatku berpuas diri. Masih banyak yang harus aku sempurnakan dalam bidang tulis menulis. Jujur ada satu sosok yang menjadi motivasi buatku dalam menulis. Beliau adalah sosok pendidik yang ternyata juga seorang penulis yang produktif. Beliau adalah Bapak Wijaya Kusumah atau nama bekennya adalah Om Jay. Beliaulah yang mampu menebarkan energi positif, khususnya buat saya. Bagaimana di sela-sela tugas mulia sebagai pendidik mampu menghasilkan ratusan bahkan mungkin ribuan karya tulis yang luar biasa. Bahkan beliau juga seorang blogger yang aktif. Inilah yang memberi inspirasi dan motivasi yang sangat besar untuk terus mengasah kemampuan dalam menulis. Meminjam judul buku yang beliau tulis dan menjadi hadiah dalam lomba menulis artikel guru tahun 2012 “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”, inilah yang sekarang menjadi penyemangatku dalam menekuni dunia tulis menulis. Karena bagiku menulis itu merupakan “perjuangan untuk membebaskan”.

582167_2329755740297_1849769120_n - Copy

Mengapa banyak peninggalan Majapahit ada di luar negeri ?

Judul tulisan di atas mungkin tidak ideal untuk sebuah judul, namun inilah bentuk keresahan saya dengan banyaknya peninggalan kerajaan Majapahit yang justru tersimpan di Museum-museum luar negeri. Sebuah keprihatinan karena selaku “pemilik” peninggalan itu, kita justru bisa menikmatinya hanya dari gambar-gambar yang diterbitkan orang asing. Apa saja peninggalan kerajaan Majapahit yang ada di museum-museum luar negeri ? Simak penjelasan di bawah ini :

 emas majapahit 5

Majapahit Gold

 tombak2bpataka2bmajapahit

Tombak Pataka ini di buat di era Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan WILWATIKTA (MAJAPAHIT). Adalah Pataka yang direbut kembali oleh para senopati Singhasari eks ekspedisi PAMALAYU di Kerajaan Jayakatwang Kediri. Pasukan ini merasa terluka hatinya dikarenakan kerajaan Singhasari diruntuhkan Jayakatwang ketika mereka tidak berada di tempat, sehingga tidak bisa membela negara. Ketika mereka pamit melakukan tindakan perebutan kembali pataka-pataka Singhasari sebagai wujud pengembalian kehormatan Singhasari kepada SANGRAMA WIJAYA sempat tidak diijinkan. Karena SANGRAMA WIJAYA masih trauma akan perang saudara yang baru saja dijalaninya (Raja JAYAKATWANG adalah sepupu SRI KERTANEGARA yang sekaligus besannya, dan masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan SANGRAMA WIJAYA melalui kakeknya NARASINGAMURTI). Read the rest of this entry