Tugas Sejarah

Assalamu’alaikum wr.wb,

SELAMAT PAGI !!!

Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak bisa bersua dengan kalian di kelas X.2, karena mulai hari ini ( Selasa) saya mesti di semarang untuk mengikuti Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran, tanggal 15 – 18 Mei 2012. sebagai pengganti ketidakhadiran saya, telah disiapkan tugas buat kalian. Tugasnya seperti yang kemarin tentang Kebudayaan bacson-Hoabinh dan Dong Son, namun bedanya sekarang kalian tulis point-point tentang kebudayaan itu dalam bentuk laporan tertulis. Apa yang harus kalian tuliskan ? Sama seperti kemarin ( yang MIND MAP) yaitu :

A. Pengertian dari kedua kebudayaan tersebut

B. Lokasi / tempat berkembangnya ( berikan petanya)

C. Ciri-ciri khas dari masing-masing kebudayaan

D. Pendukung kebudayaannya

E. Hasil kebudayaannya

F. Pengaruhnya bagi Indonesia ( dengan memberi contoh)

Petunjuk mengerjakan :

1. Tugas dibuat dalam bentuk Laporan tertulis

2. Kelompok sesuai dengan kelompok MIND MAP

3. Kirimkan ke email saya : rusdihistory@gmail.com dengan ketentuan sbb :

  • tugas saya tunggu sampai hari jum’at, 18 mei 2012 jam 16.00 ( ON TIME) lebih dari jam itu TIDAK SAYA TERIMA
  • pada bagian Subyek di email tuliskan : TUGAS KELOMPOK …( sesuai klp kalian) KEBUDAYAAN BACON-HOABINH-DONG SON
  • Jangan lupa tuliskan anggota kelompok dalam laporannya
  • Untuk Mind Map tetap akan saya nilai pada pertemuan tgl 22 Mei 2012

4. Jangan sama dengan milik KELOMPOK LAIN !!! Jika sama maka tidak saya nilai

SELAMAT MENGERJAKAN, DO YOUR BEST !!!!

Wassalamu’alaikum wr.wb

  1. amalia solichati rizqi

    ass.wr.wb
    semoga bpk menjadi guru faforit kami.amin

  2. ass.wr.wb.
    mulai sekarang saya akan belajar sungguh2.dan berdoa smoga di beri kemudahan olh Allah SWT.
    saya ingin membuat orgtua sy tersenyum………
    doakan saya pak…..
    wss.wr.wb

  3. hidup itu penuh pilihan dimana kita harus pintar2 memilih apa yang benar2 terbaik tuk kita,tetaplah menjadi diri sendiri dan tetaplah rendah hati,selalu ingat kepada ALLAH SWT,,dan Rosul kita,,,,,semoga kita menjadi umat yang selamat dunia dan akhirat…ammin.tetaplah menjadi contoh yang paling terbaik tuk murid2mu guruku sayang..

  4. ass,pak niki kulo febri.gimana kabarnya.btw tugas nya yang mana ne pak.w3

  5. nur febri ani lucky

    pak mbok ya soal y satu aja ga usah buanyak2

  6. asskumh..
    makasii pak buat tugasnya!
    kreatif banget.
    tingkatin terus deh,
    hehee
    wasskumh

  7. II 20% DOWNLOADING…

    III 53% DOWNLOADING…

    IIIIII 67% DOWNLOADING…

    IIIIIII 88% DOWNLOADING…

    IIIIIIII 98% DOWNLOADING…

    IIIIIIIIII 100% FAILED…!!

    LAGI DALAM PROSES PENGERJAAN TUGAS NIH,
    BELUM SELESAI SEMUA
    hehee
    sabar menanti ya pak!

  8. semakin banyak soal semakin siap km ujian semester khan!

  9. uda saya kerjakan semua pak………………………

  10. nur febri ani lucky

    askum.pak lg sbk apa ne?!?!?!lagi nungguin yang pada try out ya pak,w3

  11. Iya nich, karena buat keberhasilan kakakmu yg kelas XII sokm persiapkan lebih dini ya biar nanti hasilnya bagus…KEEP SPIRIT !

  12. asskumh..
    LAPOR PAK!
    BINTANG TELAH SELESAI MENGERJAKAN TUGAS!
    LAPORAN SELESAI!
    KEMBALI KE TEMPAT
    hehehee
    wasskumh..

  13. PERSIAPKAN UNTUK ULANGAN MINGGU DEPAN…BE THE BEST !!!!

  14. HANYA SEKEDAR MAMPIR..

  15. pak…
    kan bahan ulngannya bbuuuaannnyyaakkk..
    jd ulangannya jgn sulit2 yw…!!!
    heehehehe…
    trims pak..!!!

    N sMaNgt tRz..
    bWt lEbh kReAtiP lG…!!!
    oK..????!?!??
    GOOD LUCK FOR YOU
    MY TEACHER….

  16. assaLaMuaLaikuM….
    paK..
    gMna hasiL uLangaNnyA kMrN paK
    koK bLm dipaJaNg diSNi paK???

    HahahahA…
    saYa siaP uLanGaN Lagi paK!!!!
    saYa tuNggU…

    ^_^

  17. Belum saya koreksi tapi tidak akan dipajang di sini

  18. ariyadi trisuanto

    lam kenal dari palembang nich….
    inilah figur seorang guru proofesional yang memiliki pandangan ke depan….bagaimana pengajaran yang dikemas sedemikian rupa sehingga siswa dapat mengakses dengan muda….
    teruskan ya Pak…

  19. terima kasih mas Ariyadi, maju terus pendidikan Indonesia

  20. pak sya ingin nanya berrapa volume otk manusia purba

    • Ini saya jawab, semoga bermanfaat :
      A. Manusia Purba jenis Pithecanthropus, ciri-cirinya :
      Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
      Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
      Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap megantropus
      Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
      Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
      Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
      Bentuk hidung tebal
      Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
      Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang
      B. Manusia purba jenis Homo, cirinya :
      Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
      Tinggi badan antara 130 – 210 cm
      Otot tengkuk mengalami penyusutan
      Muka tidak menonjol ke depan
      Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna

  21. duchh tugaz sejrh sulith bgt ;(

  22. maaf saya mau tanya kalo tokoh-tokoh yang mempelajari kerajaan samudra yang bersal dari negara belanda,prancis,bugis,inggris?
    itu siapa pak?

  23. Asalamualaikum wr.wb

    pak ?
    1. peralatan dan perlengkapan hidunp pada zaman hindu/budha ?
    2. mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi zaman hindu/budha ?
    3. sistem pengetahuan ?
    4 kesenian ?

    • 1. alat terutama terbuat dari logam
      2. pencaharian hidupnya dari bercocok tanam, berdagang
      3. sistem pengatahuan, terpengaruh dari agam hndu-budha
      4. sangat berhubungan dengan agama hindu-budha

  24. assalamu’laikum.
    sebelumnya saya mohon maaf pak.
    saya mau bertanya bagaimana yang pertama. bagaimana proses Hindunisasi & Budhanisai di nusantara?
    yang kedua. bagaimana terbentuknya kekuasaan politik HIndu-budha di Nusantara?
    dan yang ketiga. Bagaimana struktur kekuasaan politik Hindu-Budha di Nusantara?

    mohon dibantu ya pak.
    yang sejarah itu.
    saya sudah mencari buku2 untuk mengetahui hal tersebut tetapi saya belum juga menemukannya.
    sekali lagi mohon di jawab dengan selengkap-lengkapnya ya pak?
    wassalamu’alaikum.

    • Proses Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia
      Indonesia sebagai negara kepulauan letaknya sangat strategis, yaitu terletak diantara dua
      benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Indonesia dan Pasifik) yang merupakan daerah
      persimpangan lalu lintas perdagangan dunia.
      Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda amati gambar peta jaringan perdagangan laut Asia
      Tenggara berikut ini:
      Gambar 1.1.
      Peta jalur perdagangan laut Asia Tenggara.
      6
      Pada abad 1 Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi
      beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India
      melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.
      Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan
      India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya
      budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.
      Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu – Budha ke Indonesia,
      tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang
      proses masuknya agama Hindu – Budha atau kebudayaan India ke Indonesia.
      Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan
      Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini
      dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai
      daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang
      (Sumsel).
      Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad
      2 – 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara
      (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (Kaltim).
      Dari penjelasan uraian materi tersebut, apakah Anda sudah memahami? Kalau Anda belum
      paham, baca kembali uraian materi tersebut, dan kemudian lanjutkan menyimak uraian materi
      selanjutnya!
      Untuk penyiaran Agama Hindu ke Indonesia, terdapat beberapa pendapat/hipotesa yaitu
      antara lain:
      1. Hipotesis Waisya, diutarakan oleh Dr.N.J.Krom, berpendapat bahwa agama Hindu
      masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum pedagang yang datang untuk berdagang ke
      Indonesia, bahkan diduga ada yang menetap karena menikah dengan orang Indonesia.
      2. Hipotesis Ksatria, diutarakan oleh Prof.Dr.Ir.J.L.Moens berpendapat bahwa yang
      membawa agama Hindu ke Indonesia adalah kaum ksatria atau golongan prajurit,
      karena adanya kekacauan politik/peperangan di India abad 4 – 5 M, maka prajurit yang
      kalah perang terdesak dan menyingkir ke Indonesia, bahkan diduga mendirikan kerajaan
      di Indonesia.
      3. Hipotesis Brahmana, diutarakan oleh J.C.Vanleur berpendapat bahwa agama Hindu
      masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana karena hanyalah kaum Brahmana
      yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Kedatangan Kaum Brahmana
      tersebut diduga karena undangan Penguasa/Kepala Suku di Indonesia atau sengaja
      datang untuk menyebarkan agama Hindu ke Indonesia.
      Pada dasarnya ketiga teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan
      waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa
      sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun
      menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh
      menyebrangi laut.
      Dari kebenaran maupun kelemahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa, masuknya
      agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana yang tidak kolot atas undangan
      raja dan orang Indonesia yang belajar ke India.
      7
      Dengan adanya penyebaran agama Hindu tersebut maka mendorong orang-orang Indonesia
      untuk menambah ilmunya mempelajari agama Hindu di India sekaligus berziarah ke tempattempat
      suci. Dan sekembalinya dari India tersebut, maka orang-orang tersebut dapat
      menyebarkan agama Hindu dengan bahasa mereka sendiri, dengan demikian agama Hindu
      lebih cepat dan mudah tersebar di Indonesia.
      Wujud Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia
      Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar atau mengetahui pengertian Akulturasi? Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang akulturasi, antara lain menurut pendapat Harsoyo.
      Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus; yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya
      Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akulturasi sama dengan kontak budaya yaitu bertemunya dua kebudayaan yang berbeda melebur menjadi satu menghasilkan kebudayaan baru tetapi tidak menghilangkan kepribadian/sifat kebudayaan aslinya.
      Dengan adanya penjelasan tentang pengertian akulturasi, apakah Anda sekarang sudah memahami istilah akulturasi? Jika Anda sudah paham, silakan Anda simak uraian materinya. Seperti telah dijelaskan pada materi sebelumnya, dengan adanya kontak dagang antara Indonesia dengan India, maka mengakibatkan adanya kontak budaya atau akulturasi yang menghasilkan bentuk-bentuk kebudayaan baru tetapi tidak melenyapkan kepribadian kebudayaan sendiri. Harus Anda pahami masuknya pengaruh Hindu dan Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap didukung oleh proses perdagangan.
      Hal ini berarti kebudayaan Hindu – Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima seperti apa adanya, tetapi diolah, ditelaah dan disesuaikan dengan budaya yang dimiliki penduduk Indonesia, sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaan asli Indonesia menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu – Budha.
      Wujud akulturasi tersebut dapat Anda simak pada uraian materi unsur-unsur budaya berikut ini:
      1. Bahasa
      Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.
      Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, silakan tulis 5 kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Sansekerta, selanjutnya Anda simak uraian materi selanjutnya.
      Penggunaan bahasa Sansekerta pada awalnya banyak ditemukan pada prasasti (batu bertulis) peninggalan kerajaan Hindu – Budha pada abad 5 – 7 M, contohnya prasasti Yupa dari Kutai, prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Tetapi untuk perkembangan selanjutnya bahasa Sansekerta di gantikan oleh bahasa Melayu Kuno seperti yang ditemukan pada prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya 7 – 13 M. Untuk aksara, dapat dibuktikan adanya penggunaan huruf Pallawa, kemudian berkembang menjadi huruf Jawa Kuno (kawi) dan huruf (aksara) Bali dan Bugis. Hal ini dapat dibuktikan melalui Prasasti Dinoyo (Malang) yang menggunakan huruf Jawa Kuno.
      Demikianlah uraian tentang contoh wujud akulturasi dalam bidang bahasa, untuk selanjutnya simak uraian materi berikutnya.
      2.Religi/Kepercayaan
      Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme. Anda masih ingat pengertian Animisme dan Dinamisme? Bila Anda lupa, baca kembali modul ke-2 Anda!
      Dengan masuknya agama Hindu – Budha ke Indonesia, masyarakat Indonesia mulai menganut/mempercayai agama-agama tersebut. Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Tentu Anda bertanya apa yang dimaksud dengan Sinkritisme? Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu – Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat Anda lihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India.
      Demikianlah penjelasan tentang contoh wujud akulturasi dalam bidang religi/kepercayaan. Selanjutnya simak uraian materi berikutnya.
      3.Organisasi Sosial Kemasyarakatan
      Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.
      Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
      Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat, sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu).
      Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan, yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta.
      Apakah Anda sebelumnya mengenal kasta? Kalau Anda pernah mengetahui tentang kasta, cobalah tuliskan empat kasta menurut kepercayaan agama Hindu, seperti yang Anda ketahui pada tabel 1.1 berikut ini.
      Setelah Anda menuliskan kasta-kasta tersebut, untuk mengetahui kebenarannya, simaklah uraian materi berikut ini.
      Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana (golongan Pendeta), kasta Ksatria (golongan Prajurit, Bangsawan), kasta Waisya (golongan pedagang) dan kasta Sudra (golongan rakyat jelata).
      Kasta-kasta tersebut juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, sedangkan di Indonesia tidak demikian, karena di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.
      Demikianlah contoh wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan untuk selanjutnya kalau Anda sudah memahaminya, Anda dapat melanjutkan pada uraian materi wujud akulturasi berikutnya.
      4.Sistem Pengetahuan
      Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M
      Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? kalau Anda sudah paham, silahkan Anda isi tabel 1.2 dengan tahun saka prasasti peninggalan Sriwijaya berikut ini
      Tabel 1.2
      No. Nama Prasastai Tahun Masehi Tahun Saka
      1. Kedukan Bukit 683 M ……….
      2. Ligor 775 M ……….

      Untuk mengetahui kebenaran perhitungan Anda, nanti akan Anda temukan pada uraian materi kegiatan belajar 2 dalam modul ini.
      Di samping adanya pengetahuan tentang kalender Saka, juga ditemukan perhitungan tahun Saka dengan menggunakan Candrasangkala. Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar istilah Candrasangkala? Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar yang dapat dibaca sebagai angka. Candrasangkala banyak ditemukan dalam prasasti yang ditemukan di pulau Jawa, dan menggunakan kalimat bahasa Jawa salah satu contohnya yaitu kalimat Sirna ilang kertaning bhumi apabila diartikan sirna = 0, ilang = 0, kertaning = 4 dan bhumi = 1, maka kalimat tersebut diartikan dan belakang sama dengan tahun 1400 saka atau sama dengan 1478 M yang merupakan tahun runtuhnya Majapahit .
      Dari uraian di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau sudah paham simak kembali wujud akulturasi berikutnya!
      5.Peralatan Hidup dan Teknologi
      Salah satu wujud akulturasi dari peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India, karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi perbuatannya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan.
      Untuk itu dilihat dari bentuk dasar maupun fungsi candi tersebut terdapat perbedaan. Bentuk dasar bangunan candi di Indonesia adalah punden berundak-undak, yang merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Megalithikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan. Sedangkan fungsi bangunan candi itu sendiri di Indonesia sesuai dengan asal kata candi tersebut. Perkataan candi berasal dari kata Candika yang merupakan salah satu nama dewi Durga atau dewi maut, sehingga candi merupakan bangunan untuk memuliakan orang yang telah wafat khususnya raja-raja dan orang-orang terkemuka.
      Di samping itu, dalam bahasa kawi candi berasal dari kata Cinandi artinya yang dikuburkan. Untuk itu yang dikuburkan didalam candi bukanlah mayat atau abu jenazah melainkan berbagai macam benda yang menyangkut lambang jasmaniah raja yang disimpan dalam Pripih.
      Dengan demikian fungsi candi Hindu di Indonesia adalah untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang atau dihubungkan dengan raja yang sudah meninggal. Hal ini terlihat dari adanya lambang jasmaniah raja sedangkan fungsi candi di India adalah untuk tempat pemujaan terhadap dewa, contohnya seperti candi-candi yang terdapat di kota Benares merupakan tempat pemujaan terhadap dewa Syiwa.
      Terbentuknya kekuasaan Hindu-Budha di Indonesia
      dimulai dengan munculnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu maupun Budha. Mereka membentuk pemerintahan berdsarkan agama Hindu-Budha. Kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah kerajaan Kutai
      PENGARUH PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA TERHADAP MASYARAKAT DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA
      PROSES MASUKNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI KEPULAUAN INDONESIA.

      Hubungan Indonesia dengan india telah terjalin sejak abad pertama masehi. Hubungan ini mula-mula terjadi di bidang perdagangan dan berkembang ke bidang agama dan kebudayaan. Orang-orang india membawa barang dagangan seperti wangi-wangian, tekstil, mutiara dan permata untuk di jual di Indonesia. Sementara dari Indonesia mereka membeli barang seperti kayu cendana, kayu gaharu, cengkeh dan lada. Sejalan dengan berkembangnya hubungan kedua Negara masuk pula agama dan kebudayaan India ke Indonesia seperti agama hindu, budha, bahasa sansekerta, huruf palawa dan nama-nama berakhiran warama.

      Masuknya pengaruh india ke Indonesia berjalan lancar dan berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan adanya persamaan kebudaayaan antara india dengan Indonesia. Kebudayaan india dengan Indonesia tidak jauh berbeda corak dan ragamnya. Masuknya kebudayaan india ke Indonesia makin memperkaya khazanah budaaya Indonesia.

      Hubungan Indonesia-India yang telah terjalin berabad-abad membawa dampak sebagai berikut :

      Masuknya agama hindu-budha

      Masuknya bahasa sansekerta dan huruf palawa

      Munculnya kerajaan-kerajaan bercorak hindu-budha

      Munculnya nama berakhiran warman

      Wilayah perdagangan makin luas dan ramai

      Perkembangan feodalisme makin cepat

      Kemajuan kebudayaan asli lebih cepat terutama bidang agama.

      Berkembangnya hubungan india-indonesia bukan bersifat kebetulan melainkan didorong oleh factor-faktor lain sebagai berikut :

      Iklim

      Iklim memiliki peranan yang cukup penting terhadap terjadinya hubungan Indonesia dengan india. Pada saat Indonesia musim hujan orang-orang india melakukan pelayaran dan perdagangan ke Indonesia dengan memanfaatkan angin muson. Sesampainya di Indonesia para pedagang india mulai mengumpulkan barang-barang dagangan untuk dibawa pulang ke negaranya. Mereka tinggal di Indonesia biasanya sampai 6 bulan karena hasrat menunggu angin yang berganti arah ke barat india.

      Karena lamanya tinggal di Indonesia para pedagang india ada yang menikah dengan penduduk pribumi dan memiliki keturunan di Indonesia. Selain berdagang, pedagang india juga aktif menyebarkan agama hindu maupun budha di Indonesia. Mereka tidak mengalami kesulitan ketika menyebarkan agama sebab para pedagang india ini lama hidup ditengah-tengah masyarakat sambil menanti datangnya angin ke arah barat.

      Letak Indonesia

      posisi Indonesia pada persimpangan jalan perdagangan internasional antara eropa dan asia. Posisi semacam ini sangat menguntungkan Indonesia karena selalu terlibat dalam percaturan perdagangan internasional khususnya antara india-indonesia-china.

      Pengaruh Perguruan Tinggi Nalanda

      Perguruan Tinggi Nalanda di india memiliki daya tarik tersendiri bagi orang-orang Indonesia yang hendak belajar memperdalam agama budha. Pada masa Balaputradewa (Sriwijaya) memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan agama Budha. Orang-orang Indonesia yang belajar di Nalanda dibuatkan asrama sebagai tempat tinggal mereka di india. Dengan demikian hubungan india dengan Indonesia sudah mulai melebar ke dalam bidang agama baik hindu maupun budha.

      Agama hindu

      Agama hindu di india muncul sebagai akibat adanya perpaduan antara kepercayaan bangsa arya dan bangsa dravida. Bangsa arya adalah bangsa pendatang dan bangsa dravida adalah bangsa asli india. Hubungan kedua bangsa di bidang kepercayaan melahirkan kepercayaan baru yakni Hindu.

      Hindu mengenal adanya pemujaan para dewa. Diantara para dewa yang paling di puja adalah Brahma, Wisnu dan Siwa yang sering disebut trimurti. Diantara ketiga dewa tersebut yang paling banyak di puja adalah dewa siwa (siwa mahadewa).

      Agama hindu mengenal kitab suci yang disebut Weda (pengetahuan tertinggi). Weda dibedakan menjadi empat himpunan sebagai berikut :

      Rigweda, berisi syair-syair pujian terhadap para dewa.

      Samawesa, beridi syair-syair dari Rigweda, tetapi sudah diberi tanda-tanda nada agar dapat dinyanyikan.

      Yajurweda, berisi doa-doa pengatar sesaji kepada para dewa yang diiringi penyajian Rigweda dan nyanyian Samaweda

      Atharwaweda, berisi mantra-mantra dan jampi-jampi untuk sihir dan ilmu gaib untuk mengusir musuh dan penyakit.

      Sementara masyarakat hindu dibedakan menjadi 4 kasta, yakni :

      Kasta Brahmana (para pendeta)

      Kasta Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit)

      Kasta Waisya (pedagang dan buruh menengah), dan

      Kasta Sudra (petani dan buruh kecil)

      Pembagian masyarakat menjadi empat kasta sebenarnya bukan dari ajaran Hindu, melainkan upaya bangsa arya agar darah keturunannya tidak ternoda oleh keturunan bangsa Dravida. Oleh karena itu diadakan pengelompokan berdasarkan status social mereka dalam masyarakat.

  25. aslm pak,
    saya mau bertanya tolong di jawab ya pak, apa peninggalan-peninggalan kebudayaan manusia purba di indonesia pada zaman batu madya
    terima kasih sebelumnya salam manis 🙂

  26. kalau ciri-ciri zaman batu madya apa?
    ciri-ciri manusia pada zaman batu madya?
    kesimpulan dari zaman batu madya apa?
    terima kasih sebelumnya 🙂

    • Ciri-ciri :
      – kehidupan sudah mulai ada kemajuan, yaitu mulai menetap walau belum sepenuhnya
      – alatnya sudah mulai dihaluskan
      – Ciri manusianya : sdh mulai menetap
      Kesimpulan : sdh mulai bekrmebnag ke arah yg lebih maju

  27. assalamu’alaikum.
    pak kalau tabel jalur perdagangan nusantara yg kaya gimana ya ??
    terimakasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: