MGMP Sejarah Gelar OSEAS



IMG_20150828_141235_1Dalam rangka menyambut HUT RI ke 70, MGMP Sejarah MA Karesidenan Surakarta menggelar Olimpiade Sejarah Surakarta (OSEAS) 29 Agustus 2015 bertempat di MA Assalaam Kartasura. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program kerja MGMP Sejarah. Menurut sekretaris MGMP Rusdi Mustapa, S.Pd, pada awalnya kegiatan ini hanya untuk madrasah di Solo Raya, namun setelah dilaunching di dunia maya antusias sekolah negeri juga besar, akhirnya dibuka untuk semua jenjang sekolah menengah. Tercatat ada 31 Sekolah setingkat SMA/MA dengan jumlah peserta sebanyak 79 orang, memastikan diri ikut dalam kegiatan yang baru pertama kalinya ini di adakan.

Dalam olimpiade ini ada dua tahap yang harus dilalui peserta. Pertama babak penyisihan, dengan mengerjakan soal sejarah sebanyak 100 buah. Waktu yang disediakan selama dua jam. Selanjutnya dari sekian jumlah peserta akan dipilih enam peserta dengan nilai terbaik untuk maju ke babak final berupa adu gagasan. Di babak ini peserta mempresentasikan peristiwa kontroversial sejarah dan selanjutnya menjawab pertanyaan dari dewan juri. Dewan juri berasal dari dosen sejarah UNS, pemerhati sejarah, dan praktisi sejarah. Panitia menyediakan 6 tropi untuk para pemenang.

Read the rest of this entry

Siswa Boarding Lolos Seleksi PTN

SAM_6382Tiada kata yang pantas disanjungkan selain ucapan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan taufik dan hidayahNYA sehingga tahun ini siswa/siswi Boarding bisa lolos jalur SBMPTN 2015. Setelah diumumkan melalui laman http://www.sbmptn.or.id 9 Juli 2015 yang lalu, tercatat 16 siswa Boarding lolos SBMPTN. Menurut sekretaris Boarding School MAN 1 Surakarta Rusdi Mustapa, S.Pd yang mewakili Koordinator Boarding School MAN 1 Surakarta Drs. H. Wardimin, M.E.Sy, data ini masih data sementara. Karena dari hasil penelusuran yang dilakukan sejak tanggal 9 Juli 2015 jam 00.00, informasi yang masuk selalu bertambah. Namun data yang tercatat sementara ada 16 siswa.” dari 16 siswa tersebut berasal dari jalur SNMPTN Undangan, mandiri dan SBMPTN,” kata Rusdi Mustapa, S.Pd. Rinciannya adalah 3 melalui jalur SNMPTN Undangan, 2 jalur mandiri dan 11 dari jalur SBMPTN. Saat berita ini diturunkan masih banyak siswa/siswi Boarding yang masih menunggu pengumuman tes mandiri di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Sehingga data akan kembali bertambah. Namun yang melalui seleksi PTN reguler sementara tercatat 16 siswa tersebut. alumni 2015Ada sesuatu yang beda dari prestasi siswa/siswi Boarding tahun ini. Untuk pertama kalinya siswa Boarding mampu menembus kursi persaingan PTN di ITB. Adalah Muhammad Abdul Hafizh Ilmawan (kelas XII IPA 1), yang diterima di Farmasi ITB. Prestasi ini merupakan penantian yang sudah cukup lama karena sejak berdirinya Boarding tahun 2005, baru tahun ini ada siswanya yang bisa diterima di ITB.

hafidz

Prestasi ini juga diikuti oleh siswi Boarding atas nama Almas Nabila Ulayya, yang diterima di dua PTN sekaligus yaitu STIS dan UNS. Menurut Rusdi Mustapa, S.Pd untuk STIS melalui seleksi mandiri dan saat ini Almas tinggal mengikuti seleksi terakhir yaitu seleksi kesehatan yang rencananya akan dilaksanakan selepas lebaran. Semoga bisa diterima dan mengikuti jejak alumni Boarding yang lebih dulu telah kuliah di sana yaitu Fatma Nur Aini (alumni tahun 2012). Semoga prestasi ini akan memotivasi siswa/siswi Boarding yang lain untuk bisa lebih meningkatkannya di waktu akan datang.

Penantianku Terjawab Sudah….

Alhamdulillah, itulah ungkapan pertamaku ketika melihat pengumuman lomba blogger guru yang diadakan Acer dan Guraru, terpampang di group guraru (guru era baru) yang bisa dilihat di sini. Guraru adalah komunitas bagi guru-guru seluruh Indonesia yang memiliki komitmen besar untuk pendidikan Indonesia lebih baik. Setiap tahun guraru mengadakan lomba penulisan artikel bagi guru-guru se Indonesia. Tahun 2015 ini adalah gelaran yang kesekian kalinya diadakan. Event yang menggandeng Acer sebagai sponsornya itu merupakan media bagi guru-guru untuk mengaktualisasikan dirinya lewat tulisan. Kebetulan aku mulai ikut event lomba menulis artikel ini sejak tahun 2012. Keikutsertaan pertama kali yang berbuah “manis” dengan masuknya namaku diantara sekian finalis dari seluruh Indonesia ( lebih jelas lihat di sini).

Pengalaman pertama yang berkesan hingga akhirnya kembali memberanikan diri mengikuti event serupa tahun ini. Event yang bertajuk Lomba Blogger Guru dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, mengangkat dua tema besar yaitu pengalaman menyenangkan selama jadi guru dan pengalaman menyenangkan pembelajaran di luar kelas. Dengan hadiah keren yang ditawarkan Acer berupa laptop Acer One 10 tentu menjadi magnet bagi semua guru di Indonesia untuk ambil bagian (tak terkecuali aku tentunya). Semangat mengikuti event ini aku buktikan dengan mengirim 11 artikel yang rata-rata adalah pengalaman mengajar bersama siswa/siswi di MAN 1 Surakarta. Mungkin ngebet ingin dapat laptop Acer One 10 ya hehehe…Tapi jujur itulah yang ada di benakku saat itu. Selain juga untuk berbagi kepada orang lain yang semoga bisa menginspirasi. Batas waktu pengiriman artikel adalah tanggal 21 Mei 2015.

guru blogger

Setelah waktu pengiriman artikel berakhir tibalah saatnya masa penilaian yang dilakukan mulai tanggal 21 Mei 2015 – 26 Mei 2015. Lima hari yang mendebarkan bagi semua peserta lomba, termasuk aku tentunya. Deg-degan, H2C (harap-harap cemas) adalah suasana hati yang menghinggapiku. Apalagi setalah menginjak tanggal 26 Mei, waktu pengumuman. Membuka laman guraru.org adalah langkah praktis yang kulakukan. Namun setelah dibuka eee ternyata pengumuman pemenang ternyata belum ada. Sempat kecewa juga hehehe…. karena penantian selama hampir 5 hari belum terjawab. Hingga akhirnya tepat di tanggal 28 Mei 2015, akhirnya penantian itu terjawab sudah. Pengumuman pemenang lomba di muat oleh Guraru. Bukan di laman resmi guraru tapi di Group FB Guraru. Itu pun juga tanpa sengaja membukanya. Terpampanglah di situ nama-nama pemenang.

pengumuman juara guraru

Terlihat di situ nama “Rusdi Mustapa” nongol diantara nama-nama pemenang yang lain. Exited pokoknya…ternyata 1 diantara 11 artikelku yang berjudul “Ayo Berkreasi dengan Sampah”  mampu “memukau” dewan juri dan memilihnya menjadi pemenang. Bangga, senang dan bersyukur tentunya. Walau tidak sesuai dengan harapan yang ingin dapat laptop Acer One 10, namun pencapaian ini suatu kemajuan bagiku. Karena di tahun 2012, ketika pertama kali ikut lomba, namaku berada di peringkat 12 dari 13 finalis se Indonesia. Tahun ini menduduki peringkat ke tiga (jika dilihat dari jumlah pemenangnya). Bersyukur dan menjadi motivasi untuk meningkat dan yang penting semakin memberi energi besar untuk tetap menulis.

Jadi teringat (lagi) dengan kata-kata teman kompasianer senior, Niken Satyawati, saat menjadi salah satupembicara seminar jurnalistik di MAN 1 Surakarta. Dia bilang gini “menulislah dan lihatlah apa yang terjadi..” Inilah yang barangkali menjadi titik balik dari semangat menulisku. Karena sebelumnya aku pernah punya pengalaman tidak mengenakkan, ketika postinganku di blog pribadi dibajak orang lain. Peristiwa itu sempat membuat semangat menulisku menurun. Tapi semangat dan motivasi bu Niken Satyawati mampu menghidupkan lagi api semangatku kembali menyala.

bu niken

Belajar Sejarah ? Main Card Sort Saja Yuk…

Merencanakan pembelajaran sejarah yang bisa membangkitkan dan melibatkan siswa dalam pembelajaran merupakan impianku setiap kali masuk ke kelas. Bagaimana siswa/siswiku bisa terlibat aktif dalam pembelajaran dan tidak ada yang melakukan aktivitas lain selain belajar sejarah. Karena itu sebagai seorang guru mesti pandai-pandai dalam menyusun skenario pembelajaran yang tepat dan efektif. Apalagi pembelajaran sejarah yang identik dengan pembelajaran yang membuat mengantuk (apalagi di jam-jam terakhir), membosankan karena hanya cerita ( kalau siswaku bilang seperti tukang jualan obat), dan komentar-komentar lain yang intinya bahwa sejarah itu kurang mengasyikkan. Bagaiman membuat mereka bisa berubah paradigma berfikirnya tentang pelajaran sejarah, yang jika bisa diikuti siswa dengan sebaik-baiknya, maka banyak pelajaran yang bisa mereka ambil.

Model pembelajaran apa yang sekiranya cocok untuk mengajar sejarah ( selain metode ceramah tentunya). Maka saya mulai mencari informasi di internet tentang macam-macam model pembelajaran yang sekiranya bisa saya terapkan di pembelajaran sejarah. Banyak memang model-model pembelajaran yang bisa diambil untuk diterapkan di pembelajaran sejarah. Namun semuanya kembali pada kondisi siswa masing-masing. Karena tidak semua model pembelajaran cocok untuk semua situasi pembelajaran yang berbeda lingkungannya. Harus bisa melihat input dari siswanya jika ingin menerapkan satu model pembelajaran tertentu. Setelah banyak referensi maka jatuhlah model pembelajaran yang saya pandang pas dan cocok untuk siswa di sekolah tempat saya mengajar. Model pembelajaran yang insya Allah bisa melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. Modelnya berupa permainan yang disebut dengan Card Sort ( Mengurutkan Kartu).  Apa dan bagaimana permainan Card Sort tersebut ?

SAM_3735

Ide awal dari permainan ini adalah siswa diminta mengurutkan sejumlah kartu yang telah dibagikan kepada seluruh siswa. Kartu-kartu yang telah dibagikan tersebut merupakan penjelasan atau uraian dari Tema Besar yang telah ditentukan sebelumnya. Tema Besar disini bisa berupa sub pokok bahasan yang telah dibahas sebelumnya sehingga siswa akan lebih mudah untuk mengerjakannya. Oya untuk melaksanakan permainan ini saya mengajak siswa/siswiku di kelas XI IPA 1 – XI IPA 3 program Boarding School MAN 1 Surakarta. Kebetulan mereka adalah salah satu program unggulan di MAN 1 Surakarta.

Hari senin 11 Mei 2015 adalah hari pertama saya melaksanakan permainan ini di kelas XI IPA 3. Jujur baru kali ini permainan ini saya laksanakan sehingga bagaimana nanti hasilnya juga belum tahu. Selain itu siswa/siswiku juga belum saya beritahu tentang permainan ini. Biar surprise gitu dech…dan ternyata mereka memang surprise. Karena pembelajaran yang sebelumnya menggunakan media pembelajaran Powerpoint, di hari itu mereka saya ajak bermain-main. Apalagi saat saya berkata:

” Anak-anak, hari ini kita akan bermain-main, mau ???

serentak mereka menjawab ” mauuuuu !”

11141347_10200582086231579_7187562012019872094_n

Setelah itu saya jelaskan tentang permainan mengurutkan kartu kepada mereka. Tampak wajah-wajah mereka menyimak dengan seksama penjelasanku. Terlihat jelas wajah-wajah penasaran seperti apakah permainan yang akan mereka lakukan nanti. Selanjutnya saya bagikan kertas-kertas sejumlah siswa di kelas XI IPA 3 yang selanjutnya mereka mengurutkan sesuai tema besar yang telah saya tulis di papan tulis. Tema besar yang saya tulis adalah tentang :

1. Orde Baru

2. G 30 S/PKI

3. Lahirnya Orde Baru

4. Repelita

SAM_3742

SAM_3743

SAM_3745

SAM_3750

SAM_3755

Tugas mereka adalah mengurutkan kertas yang mereka pegang sesuai dengan tema yang ditentukan. Di sinilah “kepanikan” mulai terjadi karena saya memberikan batas waktu 5 menit sudah harus selesai. Sebenarnya ini hanya trik agar permainannya lebih menegangkan dan siswa terpacu untuk segera menyelesaikan. Tepat di waktu yang ditentukan akhirnya tersusunlah kalimat-kalimat itu yang selanjutnya saya bersama siswa/siswi mencocokkan apakah urutannya sudah benar. Ternyata banyak siswa yang memberikan masukan tentang urutan yang benar. Posisi saya hanya sebagai fasilitator saja. Inilah yang saya inginkan. Siswa bisa terlibat secara penuh dalam pembelajaran dan aktif. Semuanya benar-benar terlibat. Dan menurut saya “percobaan” permainan yang baru pertama kali kulaksanakan ini BERHASIL !!!!

Di hari berikutnya, selasa 12 Mei 2015 permainan yang sama saya laksanakan di kelas XI IPA 2 dan XI IPA 1. Sama di kelas sebelumnya antusiasme siswa sangat luarr biasa dan yang penting siswa bisa fun dan terlibat secara penuh dalam pembelajaran sejarah.

 

Menulislah Setiap Hari dan Lihatlah yang (Akan) Terjadi

Ini adalah pengalamanku sebagai kompasianer “ingusan” yang mencoba belajar mengarungi dunia literasi. Di sela-sela kesibukanku sebagai seorang guru, aku menyempatkan waktu dan diri mengolah kata demi kata hingga menghasilkan kalimat yang (semoga) penuh makna. Namun sebenarnya apa yang menjadi titik balik dari “keberanianku” terjun ke dunia ( yang menurut teman-temanku) kurang menarik dan penuh fantasi ini? Inilah sepenggal kisahku:

Aku adalah seorang guru muda yang masih penuh semangat dalam bekerja (Insya Allah). Kecintaanku pada dunia mengajarlah yang akhirnya menuntunku masuk ke FKIP UNS tahun 1998. Jurusan yang aku pilih adalah Pendidikan Sejarah. Jurusan yang menurut banyak orang kurang prospektif. Namun berkat ketekunan dan kerja kerasku, alhamdulillah tahun 2003 berhasil menyelesaikan kuliah dengan IPK yang tidak mengecewakan bahkan masuk wisudawan terbaik ke 4 di FKIP. Pencapaian yang patut aku syukuri dengan segera menentukan langkah selanjutnya. Karena tidak ada gunanya menyandang predikat Wisudawan Terbaik ke 4 FKIP namun akhirnya hanya menjadi pengisi pencari lowongan kerja. Tanpa pikir panjang segera aku mencari sekolah yang (semoga) mau menerimaku menjadi seorang guru.

Alhamdulillah tanpa menunggu waktu yang lama, tepat dua bulan setelah  wisudaku (aku wisuda di bulan Juni 2003), aku diterima menjadi “calon” guru di sebuah sekolah berbasis Islam MAN 1 Surakarta, Sekolah yang (jujur saja) telah menjadi dambaanku jika nanti aku mengajar. Singkatnya inilah do’a yang terjawab. Sebagai “calon” guru baru, tentunya aku berusaha untuk memberikan yang terbaik buat sekolah apalagi statusku masih GTT (Guru Tidak Tetap), artinya jika kinerjaku tidak memuaskan maka bisa saja aku di keluarkan dari sekolah itu. Tapi alhamdulillah selama waktu “percobaan” menjadi guru itu aku bia menjalaninay dengan lancar dan tidak ada komplain dari sekolah.

2012, sebuah awal baru

Tahun 2012 adalah titik balik dari keputusanku terjun di dunia literasi. Ya, ketika di tahun 2012 pada saat sedang iseng-iseng mencari informasi yang sedang aku butuhkan, tiba-tiba pandangan mataku tertuju pada sebuah pengumuman yang termuat di laman guraru.org. Pengumuman tentang lomba menulis artikel bagi guru. Masih asing sebenarnya mendengar istilah guraru, namun setelah aku buka lebih lanut informasinya barulah kuketahui bahwa guraru kepanjangan dari Guru Era Baru. Sebuah wadah yang berisi kisah, pengalaman, dan semua hal yang berhubungan dengan para guru. Namun guru-guru yang kalau boleh aku bilang “bukan guru biasa”, karena mereka memiliki dedikasi pada profesi yang sangat tinggi.

Jauh sebelumnya, kesenanganku dalam dunia tulis menulis telah dimulai sejak tahun 2003 ketika membuat blog pribadi. Di blog ini banyak aku posting artikel atau pengalaman selama mengajar di sekolah bersama siswa/siswiku di MAN 1 Surakarta. Ada juga info tentang sejarah sesuai dengan disiplin ilmu yang aku miliki. Blog ini merupakan awal dari keputusan besarku untuk terjun di dunia tulis menulis. Untuk melihat blog pribadiku bisa lihat di sini.

Kembali tentang lomba menulis artikel. Setelah aku baca pengumuman itu timbul keinginan untuk mencoba berpartisipasi dengan mengirimkan artikel yang aku tulis. Saat itu aku mengirimkan 4 artikel sekaligus yang kesemuanya merupakan pengalamanku dalam mengajar di sekolah. Jadilah hari-hari sesudahnya aku selalu mengecek perkembangan dari artikel yang telah aku kirimkan. Apakah sudah banyak yang memberi komentar atau malah tidak sama sekali hehehehe…

Data terakhir yang aku lihat bahwa sudah hampir 240 artikel yang telah dikirimkan dalam lomba itu. Sempat ciut juga sih melihatnya, namun saat itu menjadi pemenang bukanlah target utamaku. Aku masih ingin mencari pengalaman dalam dunia tulis menulis.

Hingga akhirnya tibalah saat pengumuman. Aku buka laman guraru.org dan ketika aku buka link ini, aku serasa tidak percaya bahwa namaku ada di antara daftar nama-nama finalis itu. Sebanyak 13 finalis lomba artikel guru dan namaku nangkring di nomor 12. Alhamdulillah, serasa mimpi namun nyata. Peringkat ke 12 dari sekitar 240 artikel se Indonesia man !!

Artikelku tentang pembelajaran menggunakan media mind map dan telah aku praktikkan bersama siswa/siswiku ternyata mampu “mengetuk hati” dewan juri sehingga mampu masuk 13 besar finalis. Memang belum jadi 3 besar tapi kepuasan batin itulah yang saat itu yang aku rasakan. Inilah artikelku yang  masuk 13 besar lomba penulisan artikel guraru bersama Acer tahun 2012 yang bisa dilihat di sini.

Setelah pengumuman itu tidak ada kata yang bisa aku ucapkan selain ungkapan syukur kepada Allah SWT dan menjadi motivasi untuk terus menulis dan menulis. Spesialisasiku dalam menulis adalah tentang pengalaman mengajar bersama siswa/siswiku. Mengapa ? Karena merekalah sumber inspirasi dan motivasi bagiku dalam menuliskan kata-kata demi kata di atas keyboard laptopku. Sehingga pada saat istriku tercinta menelponku bahwa ada souvenir dari ACER dan Guraru, walau dia sempat kaget dan bingung, aku ucapkan terima kasih pada siswa/siswiku atas motivasi dan inspirasinya. Oya souvenir yang kuterima adalah sebuah tas laptop Acer ( sayangnya belum sama Laptopnya hehehe), sebuah flashdisk dan Buku yang cukup inspiratif. Buku yang semakin memberiku semangat untuk semakin gemar dalam menulis.

582167_2329755500291_785316627_n

Pengalaman masuk 13 besar finalis lomba menulis artikel guru tahun 2012 memberiku energi yang sangat luar biasa untuk semakin mengasah kemampuanku dalam mengolah kata. Maka dari itu untuk lebih memantapkan diri dan juga menimba ilmu dalam bidang tulis menulis, aku merasa perlu bergabung dengan komunitas penulis yang bisa menyebarkan energi positif dalam bidang menulis. Karena itulah aku bergabung dengan FLP ( Forum Lingkar Pena) kota Surakarta. Sebuah forum yang berisi orang – orang yang haus akan ilmu tentang kepenulisan. Bergabung dengan komunitas yang kebanyakan terdiri dari anak-anak muda tidak membuatku merasa minder justru aku semakin bersemangat untuk belajar dari yang muda-muda. Mereka dari segi usia memang masih muda namun bicara pengalaman dalam bidang tulis menulis rasanya aku perlu mengacungkan dua jempol pada mereka.

Kemudian untuk mengukur kemampuan dalam menulis artikel aku memberanikan diri untuk bergabung dengan kompasiana, sebuah  wadah yang memberikan kesempatan bagi “penulis pemula” untuk bisa mewarnai dunia lewat tulisan. Sebelum bisa diterima dalam wadah ini aku mendaftar sebagai member terlebih dahulu dan memiliki akun sendiri. Jadi singkatnya setelah kita terdaftar menjadi member maka kita memiliki blog pribadi yang bisa kita isi dengan tulisan kita, dengan tema apapun namun sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di kompasiana. Yang keren adalah tulisan kita akan muncul di laman kompasiana.com. Alhamdulillah sih sudah lumayan banyak artikelku yang mewarnai laman itu walau masih kalah banyak dengan penulis-penulis sebelumnya. Seperti biasa aku mengangkat tema seputar pendidikan, sesuai dengan profesiku, terutama tentang pengalaman dalam mengajar. Yang membuat puas secara batin adalah saat ada komentar dari pembaca. Itulah kepuasan yang tidak ternilai dengan angka-angka rupiah.

kompasiana2

Pengalaman tak terlupakan yang lain di bidang tulis menulis adalah ketika memberanikan diri mengikuti  lomba menulis artikel bagi guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Nur Hidayah Surakarta tahun 2014. Lomba yang diikuti oleh guru di Jawa Tengah dan DIY itu mengambil tema “Inspirasi Guru : Dari Keluarga Semua Bermula”. Aku kirimkan dua artikel sekaligus dalam lomba tersebut dengan harapan bisa menang. Saat itu bukan untuk mencari pengalaman lagi tapi mengejar juara. Dan ternyata harapanku tidak bertepuk sebelah tangan. Dari dua artikel yang kukirimkan salah satunya bisa menjadi juara bahkan juara favorit, alhamdulillah luar biasa !!!

nur hidayah

IMG_3350

Info lebih lengkap tentang pengumuman lomba menulis artikel bisa dilihat di sini

Pencapaian ini tentu saja tidak membuatku berpuas diri. Masih banyak yang harus aku sempurnakan dalam bidang tulis menulis. Jujur ada satu sosok yang menjadi motivasi buatku dalam menulis. Beliau adalah sosok pendidik yang ternyata juga seorang penulis yang produktif. Beliau adalah Bapak Wijaya Kusumah atau nama bekennya adalah Om Jay. Beliaulah yang mampu menebarkan energi positif, khususnya buat saya. Bagaimana di sela-sela tugas mulia sebagai pendidik mampu menghasilkan ratusan bahkan mungkin ribuan karya tulis yang luar biasa. Bahkan beliau juga seorang blogger yang aktif. Inilah yang memberi inspirasi dan motivasi yang sangat besar untuk terus mengasah kemampuan dalam menulis. Meminjam judul buku yang beliau tulis dan menjadi hadiah dalam lomba menulis artikel guru tahun 2012 “menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi”, inilah yang sekarang menjadi penyemangatku dalam menekuni dunia tulis menulis. Karena bagiku menulis itu merupakan “perjuangan untuk membebaskan”.

582167_2329755740297_1849769120_n - Copy

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.451 pengikut lainnya.